Menuju konten utama

Bos Baru OJK Beri Penjelasan Soal Outlook Negatif dari Fitch

Friderica sebut perhatian Fitch Ratings terkait sektor jasa keuangan di Indonesia, salah satunya, adalah komitmen terhadap reformasi pasar modal.

Bos Baru OJK Beri Penjelasan Soal Outlook Negatif dari Fitch
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, saat dikonfirmasi di Kompleks Kemenkeu, Rabu (22/1/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyebutkan, lembaga pemeringkat Fitch Rating sejatinya melihat fundamental perekonomian RI secara positif. Hal ini ia nyatakan usai Friderica terpilih menjadi ketua dewan OJK di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Ia menyatakan, Fitch hanya mengubah outlook rating utang dari stabil menjadi negatif. Sementara itu, Fitch disebut masih menilai kondisi perekonomian Indonesia dengan baik.

"Kalau kita lihat rating, sebenarnya mereka tetap ya. Cuman outlooknya yang kemudian dari positif menjadi negatif. Sebetulnya dengan rating yang tetap, itu mereka tetap melihat sebenarnya fundamental kita baik," ucapnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Friderica mengakui, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian Fitch Ratings terkait sektor jasa keuangan di Indonesia. Salah satunya, yakni komitmen Pemerintah terhadap reformasi integritas pasar modal.

Hal ini diketahui usai Fitch Rating mengunjungi OJK beberapa waktu lalu. Friderica menyampaikan, OJK dan Fitch Rating telah berdiskusi terkait komitmen Indonesia untuk iklim pasar modal yang lebih baik.

"Dari pertemuan [OJK-Fitch Rating] yang kita lakukan kemarin, 90 persen waktu yang kami habiskan bersama mereka berdiskusi adalah mereka mempertanyakan detail dari proposal kita terhadap reformasi integritasi pasar modal dan juga komitmen kita," tutur dia.

Friderica menyatakan, outlook Indonesia dapat membaik saat sejumlah pihak terkait sektor jasa keuangan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Sesuai dengan tugas kita masing-masing, kita melakukan yang terbaik untuk mengembalikan ini supaya kita bisa dapat objek yang kembali positif," ujarnya.

Baca juga artikel terkait OJK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana