Menuju konten utama

Benarkah Sunscreen Tidak Perlu Dipakai di Dalam Ruangan?

Perlukah memakai sunscreen di dalam ruangan? Simak apa kata ahli dan penelitian, lengkap dengan rekomendasi sunscreen yang cocok untuk aktivitas indoor.

Benarkah Sunscreen Tidak Perlu Dipakai di Dalam Ruangan?
Ilustrasi skincare. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sunscreen menjadi salah satu produk skincare yang wajib dipakai, terutama bagi orang-orang yang aktif berkegiatan di luar ruangan. Lalu, bagaimana dengan mereka yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan atau di rumah sepanjang hari? Perlukah memakai tabir surya?

Sunscreen memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit. Sunscreen mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

Namun, hingga kini masih banyak orang yang menganggap kalau sunscreen hanya perlu digunakan saat beraktivitas di luar ruangan. Akibatnya, mereka yang bekerja di dalam ruangan, berada di kantor, atau hanya beraktivitas di rumah cenderung mengabaikan pemakaian tabir surya.

Hal ini memunculkan pertanyaan penting, mengingat tidak terjadi kontak langsung dengan sinar matahari, perlukah memakai sunscreen di dalam ruangan?

Klaim Viral: Sunscreen Hanya Perlu Dipakai Saat Keluar Rumah

Ilustrasi Sunscreen

Ilustrasi Sunscreen. FOTO/iStockphoto

Media sosial kerap menjadi sarana untuk berbagi pendapat, pengalaman, hingga promosi skincare. Di tengah antusiasme masyarakat untuk merawat kulit, muncul narasi yang menyebutkan bahwa sunscreen hanya perlu dipakai di luar rumah.

Tak sedikit orang yang berpendapat bahwa memakai tabir surya di dalam rumah atau ruangan adalah hal yang sia-sia. Salah satu alasan yang paling sering dikemukakan adalah karena berada di dalam rumah dinilai tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Selain itu, ada pula anggapan bahwa memakai sunscreen setiap hari akan membuat produk cepat habis dan terasa boros, terutama bagi mereka yang jarang keluar rumah.

Kombinasi antara rasa “aman” karena berada di dalam ruangan dan keinginan untuk menghemat produk membuat banyak orang merasa tidak perlu menggunakan sunscreen dalam situasi tersebut.

Klaim ini menjadi mudah dipercaya karena tampak sederhana dan masuk akal. Di sisi lain, banyak orang yang masih mengaitkan paparan sinar UV hanya dengan kondisi terik di luar ruangan, seperti saat berjemur atau beraktivitas di bawah matahari langsung.

Apa Kata Riset dan Dokter Kulit tentang Sunscreen di Dalam Ruangan

Sunscreen kulit kering

Ilustrasi Sunscreen. foto/istockphoto

Berada di dalam ruangan memang dapat melindungi kita dari teriknya sinar matahari langsung. Namun, penelitian menunjukkan bahwa berada di dalam ruangan tidak sepenuhnya menyelamatkan kulit kita dari ancaman sinar UV.

Jurnal Comprehensive Review of Ultraviolet Radiation and the Current Status on Sunscreens menyebutkan bahwa sinar UVA dapat menembus kaca jendela. Artinya, meskipun berada di dalam ruangan, terutama dekat jendela, kulit tetap bisa terpapar sinar UVA.

Paparan sinar UVA dalam dosis kecil, tapi berulang, telah terbukti dapat menyebabkan perubahan pada lapisan luar dan dalam kulit. Hal ini pun dikaitkan dengan penuaan kulit dan kerusakan jangka panjang.

Sementara itu, sinar UVB, yang biasanya menyebabkan kulit terbakar, umumnya sudah terhalang oleh kaca jendela sehingga lebih jarang menjadi masalah saat berada di dalam ruangan.

Dengan demikian, tabir surya tetap diperlukan di dalam ruangan karena kulit kita tidak sepenuhnya terhindar dari sinar UVA yang bisa menembus kaca jendela.

Hal senada juga diungkap oleh dr. Monita Sugianto, MKes.AAAM. Melalui kanal YouTube resminya, dr. Monita menjelaskan mengapa sunscreen tetap diperlukan di dalam rumah.

“Ternyata sinar matahari, terutama UVA, akan tetap masuk melalui jendela yang ada di ruangan kita. Sekitar 75% masuk ke dalam ruangan kita,” kata dr. Monita. “Kamu bisa terpapar sinar UVA ini apabila kamu terus-menerus duduk di dekat jendela.”

“Risiko untuk tumbulnya flek tentu ada juga walaupun kita di rumah saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Monita mengingatkan bahwa selain sinar matahari, kita juga patut mewaspadai cahaya dari lampu maupun gawai yang digunakan sehari-hari.

“Cahaya-cahaya yang dikeluarkan dari lampu rumah kita, terutama lampu neon, memberikan efek untuk menimbulkan flek seperti melasma,” katanya.

“Cahaya-cahaya tampak yang dikeluarkan dari lampu ataupun gadget kita ini, akan memberikan efek penuaan yang akan terakumulasi apabila terjadi paparan terus-menerus.”

Dampak Tidak Memakai Sunscreen Meski Berada di Dalam Ruangan

Ilustrasi Aging

Ilustrasi Penuaan Dini. FOTO/iStockphoto

Sunscreen tetap diperlukan meskipun kita berada di dalam ruangan seharian. Jika mengabaikan tabir surya, kulit berisiko mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari yang menembus kaca jendela. Berikut beberapa dampak negatif tidak memakai sunscreen di dalam ruangan:

1. Risiko Penuaan Dini

Meskipun berada di dalam ruangan, sinar UVA tetap bisa mengenai kulit, dan sinar ini adalah salah satu penyebab utama photoaging, yakni penuaan kulit yang tampak seperti kerutan, garis halus, dan hilangnya elastisitas kulit.

Karena UVA menembus kulit lebih dalam daripada UVB, paparan yang terakumulasi setiap hari tanpa perlindungan dapat mempercepat penuaan kulit seiring waktu.

2. Potensi Hiperpigmentasi dan Noda Gelap

Tanpa perlindungan sunscreen, paparan UVA juga dapat merangsang produksi melanin berlebihan yang berkontribusi pada hiperpigmentasi, termasuk flek hitam atau noda gelap.

Karena UVA mampu menembus kaca yang umum digunakan di rumah atau kantor, paparan sinar yang tampaknya tidak langsung pun tetap berpotensi menyebabkan perubahan warna kulit.

Paparan seperti ini bersifat kumulatif sehingga efeknya tidak langsung terlihat, tapi lama-kelamaan dapat memperjelas perbedaan warna kulit di area yang sering terpapar.

3. Mengurangi Efektivitas Perawatan Skincare Lain

Tidak memakai sunscreen secara konsisten juga dapat memengaruhi hasil perawatan skincare lain. Beberapa produk perawatan kulit, seperti retinoid atau bahan aktif yang berfungsi sebagai exfoliant, bekerja dengan mempercepat pergantian sel kulit dan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV.

Jika kulit mendapat perawatan eksfoliasi di malam hari, lalu keesokan harinya tidak memakai sunscreen (meskipun berada di dalam ruangan), maka kulit lebih mudah mengalami iritasi.

Dengan demikian, tidak memakai tabir surya membuat perawatan dengan skincare lain, seperti retinoid dan exfoliant, menjadi tidak efektif, malah dapat membuat kondisi kulit menjadi lebih buruk.

Rekomendasi Produk Sunscreen untuk Aktivitas Indoor

Pelembab Wajah

Ilustrasi Sunscreen. FOTO/iStockphoto

Meski aktivitas sehari-hari lebih banyak dilakukan di dalam ruangan, perlindungan kulit tetap tidak boleh diabaikan. Berikut beberapa rekomendasi produk sunscreen dengan perlindungan spektrum luas yang bisa digunakan setiap hari:

1. Wardah Sunscreen UV Shield Bright C-Hydrating Serum SPF 35 PA++++

Wardah menghadirkan tabir surya dengan tekstur serum yang diperkaya luminescine yang membantu memantulkan cahaya agar kulit tampak lebih cerah.

Produk ini juga mengandung vitamin C dan niacinamide yang berperan dalam menjaga kelembapan, membantu menyamarkan noda hitam, dan meratakan warna kulit.

Berkat Ultra ThinVeil Technology, sunscreen ini terasa sangat ringan, cepat menyerap, dan tidak meninggalkan white cast. Perlindungannya mencakup sinar UVA, UVB, hingga paparan blue light dari gadget. Sunscreen ini dibanderol dengan harga Rp35.000 - Rp40.000 (40 ml).

2. The Originote Ceramella Sunscreen SPF 50 PA+++

Produk ini termasuk sunscreen hybrid yang mengombinasikan filter kimia dan fisik untuk memberikan perlindungan optimal dari paparan sinar matahari. Diformulasikan dengan tiga jenis ceramide, dan vitamin C, sunscreen ini mampu melindungi kulit sekaligus menjaga dan memperkuat skin barrier.

Kandungan tremella dikenal mampu membantu menjaga kelembapan kulit, sementara ceramide mendukung lapisan pelindung alami kulit agar tetap sehat. The Originote Ceramella Sunscreen SPF 50 PA+++ bisa dibeli di harga Rp40.000 - Rp50.000 (50 gram).

3. AMATERASUN UV Sunscreen Cream SPF 50+ PA++++

Tabir surya ini merupakan 100% mineral sunscreen dengan kandungan pure zinc oxide yang memberikan perlindungan SPF sekaligus aman untuk kulit sensitif. Dilengkapi teknologi SootheDefend, formulanya membantu menenangkan kulit dan memperkuat skin barrier.

Denngan Green Color Technology, sunscreen ini juga berfungsi menyamarkan kemerahan secara instan sehingga warna kulit tampak lebih merata. Teksturnya ringan, mudah diratakan, dan memberikan hasil calm-glow skin finish yang segar tanpa rasa lengket.

Perlindungannya mencakup sistem 7-in-1 terhadap UVA, UVB, blue light, polusi, radikal bebas, tanda penuaan dini, hingga perlindungan DNA epidermis berkat Intelligent DNA Guardian. Sunscreen ini dibanderol di kisaran harga Rp80.000 - Rp90.000 (30 gram).

4. Facetology Triple Care Sunscreen For Acne & Oily Skin SPF 40 PA+++

Triple Care Sunscreen adalah tabir surya yang diformulasikan khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat dengan tekstur ringan yang cepat menyerap dan memberikan hasil akhir semi-matte.

Kandungan powder oil absorbent membantu mengontrol minyak berlebih tanpa menyumbat pori-pori sehingga tetap nyaman digunakan sehari-hari. Perlindungannya mencakup sinar UVA, UVB, hingga blue light, sekaligus diperkaya bahan aktif yang mendukung kesehatan kulit berjerawat.

Kehadiran centella asiatica dan mugwort extract membantu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, serta meredakan peradangan. Sunscreen dari Facetology ini dibanderol dengan harga Rp75.000 - Rp85.000 (40 ml).

5. Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF45 PA++++

Produk ini merupakan tabir surya wajah berbasis gel dan water-based. Teksturnya sangat ringan, terasa dingin di kulit, dan cepat menyerap sehingga nyaman digunakan sehari-hari, termasuk untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat.

Dengan perlindungan SPF45 PA++++, sunscreen ini membantu menjaga kulit dari dampak buruk paparan sinar UVA, UVB, serta blue light. Produk dari Azarine ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp50.000 - Rp60.000 (50 ml).

Demikian penjelasan terkait penggunaan sunscreen di dalam ruangan. Meski sering dianggap tidak perlu, perlindungan kulit tetap penting karena paparan sinar UVA dan cahaya dari aktivitas sehari-hari dapat memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan kulit.

Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait SUNSCREEN atau tulisan lainnya dari M Rifqi Rafly Ramadhan

tirto.id - GWS
Kontributor: M Rifqi Rafly Ramadhan
Penulis: M Rifqi Rafly Ramadhan
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani