Menuju konten utama

Benarkah Memakai HP sambil Dicas Berisiko Meledak? Ini Faktanya

Ketahui fakta dan mitos seputar penggunaan HP sambil dicas, tanda panas berlebihan, dan cara aman menjaga baterai tetap sehat serta perangkat tetap aman.

Benarkah Memakai HP sambil Dicas Berisiko Meledak? Ini Faktanya
Ilustrasi Main HP Sambil Charging. foto/istockphoto

tirto.id - Memakai HP sambil dicas merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang. Demi menjaga HP tetap menyala, perangkat akan selalu terhubung dengan charger, sementara pengguna terus melakukan aktivitasnya, entah itu membalas pesan, menonton video, atau bermain game.

Dengan mobilitas dan ketergantungan tinggi terhadap HP, kebiasaan ini kerap dianggap wajar dan praktis, terutama ketika pengguna tidak ingin aktivitasnya terhenti hanya karena daya baterai menipis.

Namun, seiring dengan kebiasaan tersebut, muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa memakai HP sambil dicas merupakan tindakan yang sangat berbahaya.

Banyak yang percaya bahwa kebiasaan ini dapat memicu risiko seperti ponsel cepat rusak, bahkan diyakini baterai HP bisa meledak dan membahayakan keselamatan pengguna.

Anggapan inilah yang kemudian menimbulkan kekhawatiran dan perdebatan, meskipun tidak sedikit pula yang tetap melakukannya setiap hari tanpa mengalami masalah. Lalu, benarkah memakai HP sambil dicas bisa berbahaya?

Kenapa Banyak yang Takut Memakai HP Saat Dicas?

Ilustrasi HP Meledak

Ilustrasi HP Meledak. foto/istockphoto

Banyak orang yang memilih tak menggunakan HP saat dicas karena khawatir bisa meledak dan menimbulkan bahaya yang lebih besar. Salah satu alasan utamanya adalah maraknya kasus ponsel yang meledak atau terbakar.

Berita semacam ini mudah menyebar di media sosial dan sering kali disajikan tanpa penjelasan teknis yang lengkap. Di sisi lain, sebagian orang kadang hanya membawa judul atau headline berita dan tak mau repot-repot membaca keseluruhan informasi yang disajikan.

Akibatnya, publik cenderung menggeneralisasi bahwa setiap aktivitas menggunakan HP sambil mengisi daya berpotensi berbahaya. Padahal, kasus HP meledak bisa saja dipicu oleh faktor lain, seperti penggunaan charger yang tidak sesuai, baterai rusak, atau kondisi lingkungan sekitar yang ekstrem.

Faktor berikutnya adalah kurangnya pemahaman tentang cara kerja baterai lithium-ion yang digunakan pada ponsel modern. Banyak pengguna belum mengetahui bahwa baterai jenis ini sudah dilengkapi berbagai sistem pengaman, salah satunya pemutus daya otomatis.

Tanpa pemahaman tersebut, wajar jika muncul kekhawatiran bahwa penggunaan HP saat dicas akan langsung membahayakan baterai maupun perangkat secara keseluruhan.

Selain itu, muncul asumsi sederhana di tengah masyarakat awam bahwa memakai sambil mengecas HP bisa membuat perangkat semakin panas sehingga mudah meledak dan terbakar.

Memang benar bahwa penggunaan HP saat diisi daya dapat meningkatkan suhu perangkat, terutama jika digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain game. Namun, panas tidak selalu berarti berbahaya atau berujung ledakan.

Selama ponsel dan aksesorinya dalam kondisi baik serta sistem proteksi bekerja normal, kenaikan suhu biasanya masih berada dalam batas aman. Sayangnya, asumsi HP panas dan meledak ini terus beredar dan memperkuat rasa takut di kalangan pengguna.

Bagaimana Cara Kerja Baterai HP Saat Dicas?

Ilustrasi Charger Hp

Ilustrasi Charge Hp. foto/istockphoto

Baterai smartphone modern pada umumnya menggunakan teknologi lithium-ion (Li-ion) yang dirancang untuk dapat diisi ulang berkali-kali dengan mekanisme pengisian yang lebih aman dan efisien dibandingkan baterai generasi lama.

Saat ponsel dihubungkan ke sumber listrik melalui charger, energi listrik dialirkan ke baterai dan diubah menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam sel baterai.

Dilansir dari laman U.S. Department of Energy, cara kerja baterai HP (lithium-ion) saat dicas dapat dijelaskan sebagai sebuah siklus perpindahan ion yang melibatkan tiga komponen utama, yaitu anoda (kutub negatif), katoda (kutub positif), dan elektrolit sebagai media penghantar.

Saat HP dihubungkan ke pengisi daya, energi listrik dari luar memaksa ion litium untuk berpindah dari katoda ke anoda melalui cairan elektrolit. Dalam proses ini, anoda yang biasanya terbuat dari karbon/grafit akan menyimpan ion-ion tersebut.

Di saat yang sama, elektron juga mengalir ke anoda melalui sirkuit eksternal untuk menjaga keseimbangan muatan. Proses penyimpanan ion inilah yang membuat baterai memiliki energi yang siap digunakan kembali.

Sebaliknya, ketika HP digunakan (proses discharging), ion litium yang tersimpan di anoda akan bergerak kembali menuju katoda. Pergerakan ion di dalam baterai ini menciptakan aliran elektron pada sirkuit luar yang kemudian menjadi daya listrik untuk menyalakan layar, prosesor, dan komponen HP lainnya.

Sebuah komponen bernama separator bertugas memastikan ion bisa lewat, tapi mencegah elektron mengalir langsung di dalam baterai (yang bisa menyebabkan korsleting).

Benarkah Memakai HP Sambil Dicas Bisa Menyebabkan Ledakan?

Ilustrasi HP Meledak

Ilustrasi HP Meledak. foto/istockphoto

Munculnya kekhawatiran bahwa menggunakan ponsel saat sedang dicas dapat memicu ledakan adalah asumsi yang kurang tepat. Secara teknis, memakai HP sambil dicas tidak secara langsung menyebabkan ledakan.

Perlu diingat bahwa HP modern umumnya sudah dilengkapi dengan sistem pengaman seperti Battery Management System (BMS). Ada pula fitur proteksi seperti overcharge protection yang menjaga baterai dan HP tetap aman.

Ledakan ponsel biasanya bukan terjadi karena aktivitas normal memakai HP sambil dicas. Artinya, sekadar membuka aplikasi atau membalas pesan saat ponsel terhubung ke charger tidak otomatis membuat baterai meledak.

Insiden ledakan justru lebih sering dipicu oleh kondisi ekstrem atau kerusakan, misalnya baterai mengalami overheating parah, terjadi korsleting karena charger atau baterai palsu, atau baterai HP memang sudah rusak secara fisik.

Dalam kondisi seperti ini, sistem pengaman bisa gagal bekerja secara optimal yang akhirnya bisa menyebabkan thermal runaway. Thermal runaway sendiri adalah kondisi reaksi kimia di dalam baterai yang tak terkontrol ketika suhu terlalu tinggi dan bisa berujung pada ledakan.

Jadi, HP modern tergolong aman dan jarang mengalami ledakan. Kalaupun terjadi ledakan, penyebabnya bukan semata-mata karena menggunakan HP sambil dicas, tapi bisa dikarenakan faktor lain seperti overheating dan kerusakan komponen HP.

Meski tidak secara langsung menyebabkan ledakan dan membahayakan pengguna, menggunakan HP sambil dicas sebenarnya tidak direkomendasikan karena alasan lain.

Mengutip dari laman Battery University, ketika perangkat dicas sambil dipakai, sebagian daya listrik yang masuk tidak hanya digunakan untuk mengisi baterai, tapi juga langsung dipakai untuk menjalankan perangkat.

Arus yang terus ditarik oleh perangkat ini disebut parasitic load. Kondisi ini dapat mengganggu siklus pengisian baterai karena baterai tidak pernah benar-benar fokus dalam pengisian daya, melainkan terus diisi dan dipakai secara bersamaan.

Produsen baterai umumnya tidak menyarankan adanya parasitic load saat pengisian karena hal ini memicu mini-cycles, yaitu siklus “isi-pakai” kecil yang terjadi berulang-ulang.

Mini-cycles ini membuat baterai lebih cepat mengalami “kelelahan”. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Faktor yang Meningkatkan Risiko HP Panas Berlebihan

Ilustrasi HP Meledak

Ilustrasi HP Meledak. foto/istockphoto

Suhu yang tinggi tidak hanya membuat perangkat tidak nyaman digenggam, tapi juga bisa mempercepat penurunan performa dan umur baterai. Meski jarang terjadi, overheating ekstrem juga bisa memicu ledakan. Overheating atau panas berlebihan pada HP bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

1. Charger dan Kabel Tidak Resmi/KW

Charger dan kabel yang tidak berasal dari pabrikan resmi atau tidak memiliki sertifikasi yang sesuai sering kali tidak mampu mengatur arus dan tegangan dengan baik.

Aksesori seperti ini bisa menghasilkan aliran listrik yang tidak stabil dan memaksa ponsel bekerja lebih keras untuk menstabilkan daya masuk. Akibatnya, panas yang terbentuk saat pengisian menjadi lebih tinggi dibanding menggunakan charger dan kabel berkualitas tinggi.

2. HP Ditaruh di Permukaan Empuk

Meletakkan HP di permukaan yang tidak memiliki ventilasi atau aliran udara yang baik, seperti kasur, bantal, atau sofa, membuat panas yang dihasilkan saat pengisian sulit mengalir keluar. Hal ini bisa semakin parah jika HP memakai casing yang tebal.

Hal ini menyebabkan panas terperangkap di sekitar perangkat dan meningkatkan suhu keseluruhan ponsel. Ventilasi yang buruk seperti ini merupakan salah satu faktor umum yang memperparah overheating.

3. Aktivitas Berat (Multitasking atau Gaming) Saat Charging

Menggunakan HP untuk aktivitas seperti bermain game berat, membuka banyak aplikasi sekaligus, streaming video, atau melakukan video call lama saat sedang dicas, membuat dua fungsi berat terjadi secara bersamaan, yaitu pengisian baterai dan kerja CPU/GPU.

Hal ini memberikan beban berat pada prosesor dan baterai. Kombinasi ini juga menghasilkan lebih banyak panas daripada ketika ponsel hanya dicas saja sehingga suhu naik lebih cepat dan lebih tinggi.

4. Kondisi Baterai Sudah Menurun

Seiring waktu, baterai lithium‑ion di dalam ponsel mengalami penurunan kapasitas dan efisiensi. Baterai yang sudah menurun kemampuannya cenderung memiliki resistansi internal lebih tinggi.

Resistensi atau hambatan yang tinggi ini membuat lebih banyak energi listrik berubah menjadi panas saat pengisian. Akibatnya, baterai tua atau rusak lebih mudah membuat ponsel overheating dibanding baterai yang masih baru dan sehat.

Tanda-Tanda HP Sudah Terlalu Panas dan Perlu Diwaspadai

Ilustrasi Android

Ilustrasi HP. foto/istpckphoto

HP yang terlalu panas bisa menjadi tanda bahwa perangkat sedang mengalami stres termal. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini dapat mempercepat kerusakan baterai, menurunkan performa, atau bahkan memicu risiko keselamatan seperti ledakan. Berikut beberapa tanda umum overheating yang perlu diwaspadai:

1. HP Terasa Sangat Panas di Bagian Belakang

Salah satu tanda paling jelas adalah ketika bagian belakang ponsel terasa sangat panas saat disentuh, terutama di area baterai atau prosesor. Panas berlebih ini bisa disebabkan oleh penggunaan aplikasi berat, pengisian cepat, atau ventilasi perangkat yang buruk.

2. Layar Meredup atau Performa Menurun Otomatis

Ketika suhu meningkat, sistem operasi HP biasanya akan mengaktifkan fitur thermal throttling untuk melindungi perangkat. Tanda yang paling umum adalah tingkat kecerahan layar yang menurun dan performa ponsel yang terasa lambat atau patah-patah (lagging).

3. Pengisian Daya Melambat atau Berhenti Sendiri

Jika baterai terlalu panas saat dicas, HP sering menurunkan kecepatan pengisian atau bahkan menghentikan pengisian daya sementara untuk melindungi baterai. Kondisi ini dapat terjadi pada ponsel dengan sistem pengaman modern yang mendeteksi suhu tinggi sehingga charger dan baterai tidak bekerja maksimal sampai suhu kembali normal.

Cara Aman Menggunakan HP Saat Sedang Dicas

Ilustrasi Charger Hp

Ilustrasi Charge Hp. foto/istockphoto

Banyak orang merasa perlu tetap menggunakan HP saat dicas. Meski aktivitas ini umum dan dianggap normal, penggunaan sembarangan dapat meningkatkan suhu ponsel dan mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Dengan beberapa langkah sederhana, penggunaan HP saat dicas bisa lebih aman, mengurangi risiko panas berlebihan, dan tetap menjaga performa perangkat. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Pastikan Memakai Charger Resmi

Selalu gunakan charger dan kabel yang resmi atau berkualitas tinggi untuk ponsel. Charger atau kabel palsu seringkali tidak mampu mengatur arus dan tegangan dengan baik sehingga baterai bekerja lebih keras dan mudah panas. Menggunakan aksesori resmi memastikan pengisian stabil, aman, dan sesuai dengan standar pabrikan.

2. Lepaskan Casing Tambahan dan Pastikan Sirkulasi Udara Baik

Beberapa jenis casing ponsel, terutama yang berbahan tebal, dapat bertindak sebagai isolator yang memerangkap panas di dalam bodi perangkat. Saat mengisi daya, disarankan untuk melepas casing agar panas dapat keluar melalui permukaan bodi ponsel dengan lebih efisien.

Selain itu, pastikan untuk menempatkan HP di atas permukaan yang keras dan rata seperti meja kayu atau kaca. Hindari meletakkannya di atas kasur, bantal, atau di bawah sinar matahari langsung yang dapat menghambat proses pendinginan.

3. Batasi Penggunaan Aplikasi Berat Saat Dicas

Jika memungkinkan, hindari bermain game berat, streaming video, atau melakukan video call lama saat HP sedang dicas. Aktivitas berat ini membuat prosesor dan baterai bekerja bersamaan sehingga panas meningkat lebih cepat. Meminimalkan beban penggunaan selama pengisian membantu menjaga suhu perangkat tetap aman.

4. Perhatikan Kondisi Baterai

Baterai yang sudah menurun kualitasnya lebih mudah panas. Selalu pantau kesehatan baterai melalui fitur bawaan ponsel atau aplikasi resmi. Jika baterai sudah tua atau mulai rusak, sebaiknya ganti baterai melalui service center resmi.

Jadi, Mitos atau Fakta?

Benar atau tidaknya HP meledak saat digunakan sambil dicas lebih bersifat mitos daripada fakta untuk ponsel modern. Insiden baterai atau HP meledak hampir selalu disebabkan oleh faktor ekstrem atau kerusakan, seperti baterai rusak, charger palsu, korsleting, atau overheating yang parah, bukan sekadar penggunaan normal saat pengisian daya.

Itulah penjelasan lengkap mengenai penggunaan HP saat dicas. Dengan memahami cara kerja baterai, mengenali tanda-tanda perangkat terlalu panas, serta menerapkan langkah-langkah aman dalam pemakaian, pengguna bisa tetap nyaman mengoperasikan HP tanpa membahayakan baterai atau perangkat.

Butuh informasi menarik lain seputar smartphone? Temukan tips, spesifikasi, hingga rekomendasi produk HP melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Smartphone

Baca juga artikel terkait SMARTPHONE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani