Menuju konten utama

Pembangunan Bendung Pante Lhong II Ditargetkan Rampung September

Pembangunan Bendung Pante Lhong II di Bireuen dipercepat dan ditargetkan rampung September 2026 agar irigasi petani kembali berfungsi pada Oktober.

Pembangunan Bendung Pante Lhong II Ditargetkan Rampung September
Pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan/Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Juli, Bireuen, dikebut oleh pelaksana. (FOTO/dok.Ditjen Bina Adwil)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Proses pembangunan darurat fisik Bendung Peusangan atau Bendung Pante Lhong II di Teupin Mane-Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terus dipercepat. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh pekerjaan utama rampung pada September 2026, sehingga bendung dapat mulai mengalirkan air ke lahan pertanian pada Oktober mendatang.
Perkembangan pembangunan tersebut dipantau langsung oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Posko Wilayah Aceh saat meninjau lokasi proyek pada Minggu (2/8/2026).
Supervisor Lapangan PT Adhi Karya, Teguh, mengatakan pembangunan cofferdam atau tanggul sementara telah mencapai 100 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penambahan kantong pasir berbahan geotube guna memperkuat struktur tanggul sementara.
"Kami menambah geotube supaya cofferdam semakin kokoh," ujar Teguh saat meninjau proses pengerjaan di lokasi merujuk keterangan resmi yang diterima tirto pada Senin (3/8/2026).
Selain itu, proses penguatan tanggul sementara secara keseluruhan telah mencapai sekitar 65 persen. Menurut Teguh, apabila tidak ada kendala di lapangan, seluruh pekerjaan pembangunan darurat Bendung Pante Lhong II dapat diselesaikan sesuai jadwal pada September tahun ini.
Berdasarkan hasil peninjauan Satgas PRR Posko Wilayah Aceh, saat ini terdapat tiga pekerjaan utama yang sedang berlangsung, yakni pembangunan cofferdam, pembangunan emergency spillway atau saluran pelimpah darurat, serta pemasangan pintu kantong lumpur dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter.
Kementerian Pekerjaan Umum juga menargetkan penyelesaian seluruh pekerjaan penyempurnaan bendung utama pada September 2026, termasuk penyelesaian cofferdam, pemasangan pintu kantong lumpur, dan pembangunan emergency spillway.
Di samping itu, pengerukan sedimen di sepanjang jaringan saluran irigasi primer juga terus dilakukan agar aliran air dapat mengalir lancar hingga ke lahan pertanian.
Apabila seluruh pekerjaan selesai sesuai target, pada Oktober 2026 para petani di Kecamatan Juli dan Kecamatan Peusangan diproyeksikan sudah dapat memanfaatkan pasokan air untuk memulai musim tanam secara serentak.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Pascabencana Sumatra Wilayah Aceh, Dr. Safrizal, berharap seluruh proses pembangunan darurat Bendung Pante Lhong II beserta jaringan irigasinya dapat diselesaikan sesuai rencana.
Ia mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta PT Adhi Karya yang terus bekerja mempercepat penyelesaian proyek demi memulihkan layanan irigasi bagi masyarakat.
Safrizal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, media massa, hingga berbagai elemen sipil, untuk terus memberikan dukungan terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Menurutnya, pemulihan pascabencana merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar seluruh target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Tentunya kita semua berharap proses pembangunan darurat bendungan tersebut dan proses pemulihan Aceh secara luas dapat dilakukan sesuai dengan target yang telah disusun. Mari kita semua memberikan dukungan," kata Safrizal.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis