Menuju konten utama

Bakom: Kemendikdasmen akan Atur Teknis Pelajaran Bahasa Prancis

Menurut Qodari, kemampuan berbahasa menjadi salah satu syarat penting agar Indonesia semakin maju, terutama di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Bakom: Kemendikdasmen akan Atur Teknis Pelajaran Bahasa Prancis
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari bersiap memberikan keterangan pers terkait pembaruan PHTC, peningkatan kualitas RSUD, serta penguatan perlindungan pekerja dan kepastian hukum ketenagakerjaan di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Muhammad Qodari menyatakan Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5) sebagai komitmen pemerintah untuk menjawab aspirasi pekerja melalui kebijakan nyata. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M Qodari, menyatakan bahwa pengaturan teknis terkait pelajaran Bahasa Prancis yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Dan karena itu bagaimana pengaturan teknisnya nanti harus kembali kepada Dikdasmen,” ujarnya dalam Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut Qodari, kemampuan berbahasa menjadi salah satu syarat penting agar Indonesia dapat semakin maju, terutama di tengah dinamika global yang kian kompleks.

“Salah satu syarat untuk bisa maju kan tentunya kemampuan berbahasa,” katanya.

Qodari juga menilai Indonesia tidak perlu terpaku pada satu bahasa tertentu. Pasalnya, sejumlah sekolah saat ini telah menerapkan pembelajaran berbagai bahasa asing selain Bahasa Inggris.

“Dan bahasa itu kan nggak harus misalnya satu bahasa saja, kan bisa opsional kan? Di berbagai sekolah kan selain Bahasa Inggris juga ada Bahasa Mandarin gitu,” jelasnya.

“Jadi saya kira bahasa-bahasa yang disebut oleh Presiden kan bahasa-bahasa internasional,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh sekolah di Indonesia mulai mengajarkan Bahasa Prancis kepada para siswa sebagai respons terhadap perkembangan global di masa depan.

Instruksi itu disampaikan langsung Prabowo kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, saat keduanya bertemu di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026).

"Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ujar Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Prancis saat ini berada dalam kondisi terbaik.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Macron yang dinilai tegas dan memiliki banyak kesamaan prinsip dengan Indonesia.

"Saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, tak lain karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan, hubungan kita sangat baik. Di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik. Di bidang pendidikan, kita ingin meningkatkan kerja sama lebih jauh lagi," katanya.

Prabowo turut menyoroti hubungan kedua negara yang semakin erat, salah satunya ditandai dengan partisipasi Indonesia dalam defile peringatan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) pada 14 Juli 2025. Menurutnya, Indonesia kemungkinan menjadi negara Asia pertama yang mendapat kehormatan tersebut di Eropa.

Kunjungan ini merupakan kali ketiga Prabowo ke Prancis sepanjang 2026. Sebelumnya, ia mengunjungi Paris pada 23 Januari usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, serta pada 14 April setelah melakukan kunjungan kerja ke Moskwa, Rusia.

"Terima kasih atas penerimaan yang begitu besar, baik, dan penuh penghormatan kepada saya serta delegasi saya. Saya menyampaikan terima kasih. Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis," tutupnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Hendra Friana