Menuju konten utama

Istana Jawab Alasan Prabowo Batal ke Italia: Sebatas Rencana

Qodari menegaskan, sejak awal pemerintah tidak pernah menyampaikan bahwa Prabowo memiliki agenda resmi ke Italia.

Istana Jawab Alasan Prabowo Batal ke Italia: Sebatas Rencana
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari (tengah) memberikan keterangan pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Konferensi pers tersebut membahas perkembangan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M Qodari, buka suara terkait isu di media sosial X mengenai kabar Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan kerja ke Roma, Italia.

Qodari menegaskan, sejak awal pemerintah tidak pernah menyampaikan bahwa Prabowo memiliki agenda resmi ke Italia. Menurut dia, satu-satunya agenda luar negeri presiden yang diumumkan secara resmi hanyalah lawatan ke Prancis.

"Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnya dalam Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Terkait kunjungan ke Prancis, Qodari mengatakan agenda tersebut sejatinya telah diumumkan Menteri Luar Negeri Sugiono sejak 22 April 2026.

"Dan waktu itu beliau mengatakan dalam kutipan langsung, dan juga ada rencana kunjungan kenegaraan presiden Prabowo ke Perancis dalam waktu dekat. Dan memang notabene sebetulnya kunjungan terakhir ini adalah state visit yang merupakan balasan terhadap kunjungan dari presiden Perancis, Macron, ke Indonesia pada tahun sebelumnya," tegasnya.

Qodari menambahkan, kunjungan tersebut juga berkaitan dengan penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis, termasuk di bidang pertahanan. Menurut dia, Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Prancis sehingga diperlukan tindak lanjut berupa transfer teknologi.

Selain itu, kerja sama kedua negara juga diarahkan pada sektor pendidikan, khususnya bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Ia juga menyinggung kerja sama di sektor energi dan pemanfaatan mineral kritis sebagai bagian dari agenda hubungan bilateral kedua negara.

"Di luar itu dapat ditambahkan bahwa ada hubungan yang personal yang sangat kuat antara kedua negara dan kita tahun modal sosial tidak kalah pentingnya dibandingkan modal lain baik itu ekonomi maupun politik dalam hal membangun hubungan baik," jelasnya.

Baca juga artikel terkait M QODARI atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana