tirto.id - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Srimul), menggelar diskusi dengan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Society (INDOSOC) di London School of Economics (LSE). Kegiatan itu disebutnya merupakan rangkaian peringatan 130 tahun kampus dan diunggahnya pada laman akun media sosialnya @smindrawati Instagram, Sabtu (30/5/2026).
Sri Mulyani mengatakan diskusi bersama mahasiswa INDOSOC itu mengangkat tema pentingnya pengetahuan, penyebaran pengetahuan, untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan di tengah perubahan global yang makin kompleks.
“Bagaimana pembuat kebijakan menavigasi tantangan yang timbul dari persaingan geopolitik dan ekonomi, perubahan iklim, pergeseran demografis, pengaruh media sosial, dan kemajuan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan,” tulisnya dikutip Minggu (31/5/2026).
Sri Mulyani mengatakan dalam diskusi ini para mahasiswa menunjukkan ketertarikan besar terhadap hubungan antara kebijakan berbasis bukti dan realitas politik yang dihadapi pemerintah.
“Bagaimana kebijakan yang sehat dan berbasis bukti dapat dipertahankan dan dipertahankan dalam batasan politik? Bagaimana pembuat kebijakan dapat mempertahankan perspektif jangka panjang sambil menanggapi tekanan langsung?,” tuturnya.
Sri Mulyani juga membagikan pengalaman Indonesia menghadapi berbagai krisis mulai dari krisis keuangan Asia, krisis keuangan global, pandemi COVID-19, konflik di Ukraina dan Timur Tengah, hingga siklus naik-turun harga komoditas.
Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga dalam mengantisipasi dan menanggapi tantangan masa depan.
Lebih jauh, dia dan mahasiswa juga berdiskusi mengenai keseimbangan kehidupan dan pekerjaan serta aspirasi mereka untuk berkontribusi bagi Indonesia di masa mendatang.
“Merupakan suatu kehormatan untuk terlibat dengan mereka,” katanya.
Pertemuan tersebut berlangsung di Marshall Building, London School of Economics, London, Inggris.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































