tirto.id - Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap penyebab dari kepulan asap yang sempat memenuhi Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (30/07/2026) pukul 21.45 WITA. Penyebab tersebut diduga berasal dari kebakaran yang terjadi di sebuah restoran cepat saji yang berada di Lantai 2 Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Ps Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Iptu I Gede Suka Artana, atas seizin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, AKBP I Made Hendra Agustina, mengungkap pemicu dari peristiwa tersebut diduga dari mesin pemanggang daging (grill) yang merambat ke saluran pembuangan asap (exhaust).
Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika seorang karyawan sedang mengoperasikan mesin grill. Saat itu, suhu mesin mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak normal, sebelum akhirnya muncul kobaran api yang membesar dan menjalar ke saluran exhaust.
“Melihat kejadian tersebut, karyawan segera mematikan kompor dan panel exhaust, kemudian melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di dalam tenant,” kata Suka, Jumat (31/07/2026).
Setelahnya, api pada mesin pemanggang berhasil dipadamkan. Namun, kobaran api di dalam saluran exhaust masih belum dapat dijangkau sehingga dilakukan pembongkaran sebagian plafon untuk mempermudah proses pemadaman.
Tidak lama setelahnya, petugas dari Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Sistem sprinkler otomatis yang aktif di area tersebut turut membantu mengendalikan api sehingga tidak menyebar ke area lain.
“Sekitar pukul 22.10 WITA, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Selanjutnya, petugas melakukan pembuangan asap menggunakan blower agar kondisi ruangan kembali normal,” jelasnya.
Suka menambahkan, selama proses penanganan berlangsung, personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melakukan pengamanan tempat kejadian perkara dengan cara memasang garis polisi (police line), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk kepentingan penyelidikan.
“Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp10 juta. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai,” terang Suka.
Dikonfirmasi terpisah, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai masih melakukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari timbulnya kepulan asap tersebut, serta melakukan evaluasi menyeluruh pada area terdampak.
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, menyebut, kejadian tersebut terpantau pada Kamis (30/07/2026) malam sekitar pukul 21.57 WITA. Atas kejadian tersebut, petugas ARFF melakukan penanganan awal secara cepat dan mengarahkan pengguna jasa menjauh dari lokasi kejadian.
“Dapat kami sampaikan bahwa proses penanganan insiden kepulan asap telah sepenuhnya selesai pada Kamis (30/07/2026) pukul 22.13 WITA, melalui kesigapan petugas bandara serta personel Airport Rescue and Fire Fighting,” ucap Eka.
Eka memastikan, operasional penerbangan dan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat berjalan dengan normal dan optimal, serta tidak berdampak pada adanya korban luka.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id
































