Menuju konten utama

Penyebab dan Kronologi Kebakaran Gudang Obat Kebayoran Lama

Kebakaran gudang obat milik PT Mestika Farma di Kebayoran Lama tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Api dapat dipadamkan Selasa malam.

Penyebab dan Kronologi Kebakaran Gudang Obat Kebayoran Lama
Ilustrasi kebakaran. Istockphoto/Getty Images
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah gudang obat di dekat Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dilaporkan terbakar pada Selasa (28/7/2026) malam. Gudang tersebut disebut milik PT Metiska Farma. Kronologi dan dugaan penyebab insiden kebakaran belakangan terungkap.

Seturut Antara, kebakaran tersebut membuat Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan 28 unit mobil pemadam. Selain itu, 185 petugas pemadam turut dikerahkan memadamkan si jago merah.

Api berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam petugas berupaya memadamkannya. Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan memastikan tak ada korban luka dan korban tewas dalam insiden ini, namun kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sementara itu, Bintara Data Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Agus Taufik Hidayat menyebut penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun, hasil penyelidikan awal mengindikasikan kebakaran terjadi karena korsleting listrik.

“Dugaan sementara fenomena kelistrikan. Tetapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” tutur Agus pada Rabu (29/7).

Kronologi Kasus Kebakaran Kebayoran Lama yang Hanguskan Gudang Obat

Berdasarkan kronologi yang dirilis Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, kebakaran semula dilaporkan terjadi pada Selasa petang, pukul 18.48 WIB. Kala itu api sudah membesar dan petugas tiba di lokasi pada pukul 18.57 WIB.

Menurut keterangan warga sekitar, kebakaran itu terjadi setelah sebuah suara ledakan terdengar. Sedangkan, keterangan pihak pengelola gedung menyebut bahwa titik api semula terjadi di lorong gedung, dekat mesin pengatur suhu untuk ruang penyimpanan obat.

Petugas keamanan gedung disebut merupakan pihak pertama yang melihat api. Ketika ditemukan api sudah berkobar. Petugas keamanan gedung sempat mencoba mengendalikan api dengan alat pemadam APAR, namun api sudah terlanjur membesar.

Usai tak berhasil memadamkan api secara mandiri, pihak keamanan gedung kemudian melaporkan insiden tersebut ke Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan. Petugas pemadam lalu mulai melakukan proses pemadaman pada 18.57 WIB dan api berhasil dikendalikan pada pukul 20.12 WIB.

Setelah berhasil dikendalikan, petugas kemudian memulai proses pendinginan. Operasi pemadaman sendiri baru benar-benar dinyatakan selesai pada 21.13 WIB.

Selama insiden kebakaran terjadi, kobaran api dilaporkan telah membakar sebagian area gudang dan kantor pengelola. Operasi petugas pemadam disebut berhasil mencegah kebakaran meluas ke seluruh area gudang dan rumah padat penduduk di sekitarnya.

Beruntung, api mulai berkobar ketika operasional gedung berhenti karena jam kerja yang sudah selesai. Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan memastikan tak ada korban luka dan korban jiwa dalam insiden ini.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar