tirto.id - Curriculum Vitae atau CV dan portofolio merupakan dua persyaratan penting dalam mencari kerja. Umumnya, kedua berkas ini dibutuhkan sebagai syarat seleksi saat akan mendaftar kerja.
Bahkan kedua berkas ini kerap disamakan. Namun, sebenarnya CV dan portofolio memiliki fungsi yang berbeda.
Perbedaan fungsi antara CV dan portofolio perlu menjadi perhatian khusus supaya tidak salah menyusunnya. Harapannya CV dan portofolio dapat menarik rekruiter sehingga lolos dalam seleksi administrasi.
Lantas, apa bedanya CV dan portofolio dan bagaimana cara membuatnya untuk melamar kerja? Artikel ini akan membahas tentang perbedaan CV dan portofolio, serta cara membuatnya.
Pengertian CV dan Portofolio
Pengertian CV dan portofolio perlu dipahami terlebih dahulu. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu pelamar untuk menyusun CV sesuai dengan fungsi CV dan portofolio. Apa pengertian CV dan portofolio?
1. Curriculum Vitae (CV)
Curriculum Vitae (CV) merupakan dokumen yang berisi ringkasan mengenai deskripsi diri, pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, serta informasi penting lainnya tentang kandidat. Umumnya CV digunakan untuk menginformaikan secara profesional tentang pelamar kepada perusahaan atau organisasi.2. Portofolio
Portofolio adalah kumpulan karya atau hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan keterampilan dan pengalaman dalam bidang tertentu. Biasanya portofolio digunakan oleh profesi kreatif, seperti desainer, fotografer, penulis, dan seniman untuk menampilkan kemampuan mereka secara konkret.Perbedaan Utama CV dan Portofolio
Perbedaan utama CV dan portofolio perlu dipahami supaya dapat membuat CV dan portofolio yang baik. Mengetahui perbedaan keduanya akan membantu pendaftar kerja untuk merancang kedua berkas tersebut dengan baik. Apa bedanya CV dan portofolio? Apakah portofolio sama dengan CV?
1. Berdasarkan Isi
Berdasarkan isinya, CV dan portofolio memiliki perbedaan penting. Isi CV berupa informasi data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan.Sementara itu, portofolio kerja berisi kumpulan hasil karya atau proyek yang telah dikerjakan. Kumpulan karya yang disusun dalam portofolio idealnya karya-karya yang paling baik dan ingin diperlihatkan.
2. Berdasarkan Fungsi
Menurut fungsi, CV dapat memberikan gambaran singkat tentang pelamar. Jadi CV dapat menginformasikan identitas dan informasi diri seorang pelamar kerja.Sementara itu, portofolio kerja menunjukkan kemampuan melalui hasil karya. Portofolio berisi kumpulan karya yang ingin diperlihatkan dan diunggulkan oleh pencari kerja kepada rekruiter.
3. Berdasarkan Format
Berdasarkan format, CV disusun dalam bentuk format teks yang ringkas. Terutama untuk jenis CV ATS yang memang ditujukan untuk CV yang informatif.Portofolio dapat dirangkai dalam format yang kreatif. Format kreatif portofolio bisa disusun dengan sentuhan gambar, video, atau dokumen proyek.
4. Berdasarkan Relevansi
Menurut relevansi, biasanya CV digunakan pada semua bidang kerja. Pekerjaan apa pun biasanya akan mensyaratkan CV sebagai syarat administrasi.Sementara itu, portofolio biasanya digunakan dalam profesi kreatif atau berbasis proyek. Tak heran jika dokumen portofolio erat kaitannya dengan pekerjaan di dunia kreatif.
Bagaimana Cara Membuat CV yang Efektif
Membuat CV yang menarik dan efektif diperlukan guna meningkatkan peluang mendapatkan kerja. Bagaimana cara membuat CV yang efektif?
1. Menggunakan Format yang Jelas
Gunakan format yang jelas saat akan membuat CV. Pastikan untuk mencari tahu atau setidaknya riset sederhana tentang pembuatan CV.Langkah ini akan memberi gambaran yang jelas tentang format CV. Selain itu, pastikan CV mempunyai struktur yang rapi dan mudah dibaca.
2. Sertakan Informasi Penting
Cara membuat CV yang menarik berikutnya ialah menyertakan informasi penting. Sertakan informasi penting dalam CV meliputi identitas diri, kontak, pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, serta prestasi yang relevan.Informasi diri dalam CV jelas dibutuhkan oleh rekruiter untuk mengetahui profil pelamar. Jika tempat yang dituju mensyaratkan beberapa informasi penting, pastikan untuk memasukkan informasi penting sesuai dengan permintaan.
3. Gunakan Bahasa Ringkas dan Profesional
Cara membuat CV berikutnya ialah menggunakan bahasa yang ringkas dan profesional. Jangan menggunakan kata yang bertele-tele dan tidak relevan.Tips ini penting untuk diterapkan karena rekruiter hanya memiliki waktu singkat untuk membaca CV. Jadi penulisan dengan bahasa yang ringkas dan profesional akan memudahkan rekruiter melihat CV dengan saksama.
4. Sesuaikan dengan Posisi yang Dilamar
Jangan mengirimkan satu CV untuk semua perusahaan secara merata. Pastikan untuk menyesuaikan dengan posisi yang hendak dilamar.Penyesuaian ini penting supaya proses melamar kerja menjadi lebih relevan. Aspek relevansi CV dengan posisi yang dilamar ini akan memudahkan rekruiter untuk menilai profesionalisme pencari kerja.
5. Tambahkan Data Pendukung
Tambahkan data pendukung jika ada. Ini menjadi salah satu tips penting membuat CV kerja.Sertakan sertifikat, penghargaan, atau rekomendasi yang dapat memperkuat kredibilitas pelamar. Data pendukung demikian akan membantu rekruiter untuk menilai poin plus dari pelamar kerja.
Cara Membuat Portofolio yang Menarik
Cara membuat portofolio yang menarik perlu dipahami supaya lebih mudah menyusun portofolio. Bagaimana cara membuat portofolio yang menarik?
1. Pilih Karya Terbaik
Membuat portofolio yang menarik perlu dilakukan dengan memilih memilah karya terbaik. Masukkan karya terbaik dalam portofolio supaya rekruiter dapat menilai melalui karya yang paling baik.2. Gunakan Tampilan Profesional
Cara membuat portofolio yang menarik ialah dengan menggunakan tampilan profesional. Sentuhan desain memang dapat diterapkan dalam portofolio.Namun, jangan berlebihan dalam mendesain portofolio. Pastikan desain tetap rapi dan tidak mengganggu isi penting dari portofolio.
3. Berikan Penjelasan Singkat
Setiap karya yang ditampilkan dalam portofolio perlu diberi penjelasan singkat. Tambahkan deskripsi singkat yang dapat menjelaskan konsep, tujuan, dan peran terkait dengan proyek yang dicantumkan dalam portofolio.4. Gunakan Platform Digital
Portofolio bisa disusun dalam bentuk platform portofolio digital berupa website, PDF, atau diunggah ke platform seperti Behance, Dribbble, atau LinkedIn. Manfaatkanlah platform digital seperti ini untuk memudahkan membuat portofolio dengan baik.5. Menyertakan Kontak dan Informasi Tambahan
Cara membuat portofolio berikutnya ialah dengan menyertakan kontak dan informasi tambahan. Pastikan ada informasi kontak supaya perusahaan mudah menghubungi jika tertarik dengan karya yang diajukan. Ini menjadi poin penting supaya perusahaan tak kesulitan untuk menghubungi.Pemahaman tentang perbedaan CV dan portofolio dapat membantu pelamar kerja untuk menyusun dokumen ini secara lebih efektif. Persiapkan CV dan portofolio secara maksimal supaya dapat meningkatkan peluang diterima kerja.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Yulaika Ramadhani