tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres konstruksi pembangunan ruas Jalan Tol Ancol Timur-Pluit, yang ditargetkan rampung pada 2027.
Proyek strategis nasional tersebut digarap oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) bersama pengusaha jalan tol Jusuf Hamka, dengan nilai investasi mencapai Rp15,8 triliun.
AHY menegaskan bahwa keberadaan tol elevated sepanjang 9,67 kilometer ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga investasi besar yang diharapkan membawa dampak nyata bagi perekonomian.
“Investasi sekitar Rp15,8 triliun, dan ini bentuknya elevated. Kita berharap sektor transportasi semakin baik, didukung dengan infrastruktur jalan yang semakin kuat. Inilah yang akan meningkatkan ekonomi kita,” ujar AHY di Jakarta Utara, Jumat (26/9/2025).
Tol tersebut akan terbagi menjadi dua jalur utama. Jalur selatan ditargetkan beroperasi pada awal 2026, sementara jalur utara diproyeksikan rampung pada 2027
. Kehadiran tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar Tanjung Priok yang dikenal sebagai kawasan tersibuk dengan aktivitas bongkar muat peti kemas.
“Tentunya untuk masyarakat dan juga untuk barang, untuk logistik. Dengan demikian harapannya biaya logistik akan turun, mengurai kemacetan, kepadatan lalu lintas,” ujar AHY.
Selain memberi solusi bagi kemacetan kronis di jalur arteri menuju Pelabuhan Tanjung Priok, proyek ini juga dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing logistik nasional.
Dengan kontribusi transportasi yang lebih efisien, pelaku usaha dapat menghemat waktu distribusi barang, sementara masyarakat menikmati kelancaran mobilitas.
AHY menekankan bahwa investasi triliunan rupiah ini bukan hanya untuk Jabodetabek, tetapi juga sebagai langkah awal memperkuat jaringan konektivitas di wilayah lain.
“Harapannya ini bisa sukses sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan, dan mudah-mudahan jika ini bisa tuntas terus dilakukan penguatan-penguatan konektivitas lainnya transportasi darat yang harus semakin dikawal bersama-sama bukan hanya Jabodetabek," jelasnya.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































