tirto.id - Campak merupakan salah satu penyakit menular yang penularannya melalui air liur atau droplet. Penyakit ini wajib diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja. Lantas, suntik campak dilakukan di bagian mana, kapan, dan apakah bisa bikin demam?
Tak hanya anak-anak, campak juga menyasar orang dewasa. Biang penyebab penyakit campak berasal dari virus paramyxovirus. Virus paramyxovirus punya masa inkubasi cukup lama sehingga ciri-ciri atau gejala campak baru muncul usai 10–14 hari sejak terpapar virus.
Masa penyembuhan campak cukup memakan waktu dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Campak punya gejala awal, seperti flu dan demam akan dirasakan oleh penderita disusul dengan ruam pada permukaan kulit dan muncul bintik putih pada rongga mulut.
Tentunya penyakit ini perlu diwaspadai dan dicegah sedini mungkin. Vaksinasi campak menjadi sebuah upaya untuk mencegah penyakit campak. Vaksin campak dapat meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh.
Penularan Campak Menular dan Gejalanya

Campak termasuk penyakit menular yang penularannya melalui air liur atau droplet. Proses penularan virus campak dapat terjadi ketika menyebar di udara (percikan batuk atau bersin) dan kontak langsung.
Gejala penyakit campak perlu diwaspadai baik-baik supaya segera mendapat penanganan medis yang tepat. Ciri umum gejala campak ditandai dengan flu, batuk, demam tinggi, lalu muncul ruam pada permukaan kulit, dan muncul bintik putih pada rongga mulut.
Campak punya risiko yang sangat menular dan virus campak bisa menular bahkan sebelum ruam muncul dan kerap kali tidak disadari. Virus campak masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau mata.
Begitu sampai, virus ini kemudian mamasuki paru-paru dan menginfeksi sel kekebalan. Sel ini akan berpindah ke kelenjar getah bening kemudian berpindah ke sel-sel lain dan menyebar ke seluruh tubuh.
Apa Itu Vaksin Campak?
Vaksinasi menjadi cara efektif dan aman untuk melindungi diri dari penyakit campak. Biasanya vaksin campak diberikan bersamaan dengan vaksin kombinasi untuk melindungi terhadap penyakit gondong dan rubella.
Berikut informasi seputar vaksin campak:
- Golongan: obat resep.
- Kategori: vaksin.
- Manfaat: mencegah campak.
- Digunakan oleh: dewasa dan anak-anak.
- Vaksin campak untuk ibu hamil dan menyusui: tidak boleh disuntikkan pada wanita yang berencana hamil dan wanita hamil. Jika sedang dalam keadaan menyusui, maka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
- Bentuk obat: suntik.
- Merek dagang vaksin campak: Measles and Rubella Vaccine, Priorix Tetra, Vaksin Campak Kering
- Dulunya sebelum ada vaksin campak, pencegahan penyakit campak cukup sulit dikendalikan. Proses penularan campak begitu masif.
Vaksin campak punya kontribusi besar untuk mengendalikan penyebaran penyakit campak. Melalui program vaksinasi campak massal, masyarakat memiliki kekebalan tubuh yang memadai.
Saat sebagian besar masyarakat sudah menerima vaksin campak pada anak, penyebaran virus ini jadi terbatas. Penerapan vaksinasi campak pada anak membantu menurunkan angka kasus campak.
Tak ayal, vaksin campak menjadi salah satu vaksin yang direkomendasikan untuk anak-anak. Tentunya dengan memerhatikan prosedur medis dan saran dari tenaga medis.
Beberapa Hal sebelum Vaksinasi Campak
Sebelum menjalani vaksinasi campak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik-baik. Beberapa hal ini wajib dikomunikasikan dengan dokter atau tenaga medis supaya kondisi yang dialami dipahami baik-baik oleh tenaga medis.
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan baik-baik sebelum vaksinasi campak
- Sampaikan pada dokter jika punya riwayat penyakit HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), sistem imun yang lemah, kejang, kanker, gangguan sumsum tulang belakang, dan kelainan darah.
- Sampaikan pada dokter terkait riwayat alergi apa pun. Apalagi jika ada riwayat alergi terhadap kandungan di dalam vaksin.
- Perhatikan kondisi tubuh. Jika sedang demam, maka tidak direkomendasikan mendapatkan vaksin campak.
- Sampaikan pada dokter jika sebelumnya pernah menjalani transfusi darah atau terapi dengan immunoglobulin.
- Vaksin campak tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. Sebaiknya informasikan kepada dokter jika sedang berencana hamil.
- Pastikan memberi tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau herbal tertentu.
- Jika mengalami reaksi alergi serius setelah vaksin, maka pastikan segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan langsung.
Suntik Vaksin Campak di Bagian Mana?
Pemberian vaksin campak penting diperhatikan untuk memastikan efektivitas vaksin dalam melindungi tubuh dari risiko penyakit campak. Biasanya vaksin campak diberikan dalam bentuk suntikan intramuskular, yakni menyuntikkan vaksin ke dalam otot.
Sementara itu, suntikan vaksin pada anak diberikan pada otot deltoid yang berada di area lengan bagian atas. Proses penyuntikan vaksin wajib dilakukan oleh tenaga medis profesional, seperti dokter atau perawat.
Vaksinasi harus dilakukan oleh tenaga medis untuk memastikan bahwa vaksin masuk ke dalam tubuh secara aman dan efektif. Selain itu, vaksinasi juga perlu diberikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Apalagi vaksin campak pada anak-anak. Orang tua perlu terlebih dahulu memastikan untuk berkonsultasi dengan dokter. Apalagi jika anak melewatkan jadwal vaksin.
Dosis dan Jadwal Vaksinasi Campak pada Anak
Orang tua bisa mengamati baik-baik jadwal pemberian vaksin pada anak. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak-anak disarankan mendapat tiga kali vaksin campak.
Vaksin campak tersedia dalam dua jenis, yakni MR (Measles, Rubella) dan MMR (Measles, Mumps, dan Rubella). Dosis dan jadwal vaksinasi campak pada anak, antara lain:
- Anak-anak: vaksin pertama (MR) diberikan saat anak berusia 9 bulan dengan dosis 0,5 ml dan disuntikkan pada bagian bawah kulit (subkutan/SC). Vaksin booster-nya (MR/MMR) diberikan saat usia anak 18 bulan dan di rentang usia 5 – 7 tahun (MR/MMR).
- Dewasa: dosis pertama (MMR) diberikan dengan takaran 0,5 ml dan disuntikkan melalui otot (intramuskular/IM) atau di bawah kulit (subkutan/SC). Dosis keduanya diberikan 28 hari setelah dosis pertama.
Efek Samping Vaksin Campak
Vaksin campak punya efek samping yang perlu diperhatikan baik-baik. Biasanya efek samping vaksin campak umum terjadi secara ringan dan bersifat sementara.
Efek samping vaksin campak setidaknya terjadi pada 7 hingga 10 hari. Berikut kemungkinan efek samping vaksin campak:
- Demam (bisa lebih dari 39,4 derajat Celsius), berlangsung selama dua hingga tiga hari.
- Ruam merah samar (tidak menular).
- Pilek dan batuk.
- Mengantuk.
- Kelelahan.
- Pembengkakan kelenjar ludah.
- Nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan.
Cara Mengurangi Efek Samping Vaksin Campak
Efek samping vaksin campak bisa saja dirasakan pada tempo beberapa hari setelah vaksin disuntikkan. Kendati demikian, efek samping campak tidak dapat dihindari.
Namun, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk meredakan efek samping vaksin campak. Berikut informasi cara meredakan efek samping vaksin campak:
- Minum cairan tambahan dan jangan mengenakan pakaian terlebihan pada anak jika sedang demam.
- Paracetamol dapat diberikan pada anak jika terjadi demam. Jangan lupa perhatikan label kemasan untuk cek dosis yang tepat.
- Silakan kompres bekas suntikan vaksin dengan menggunakan handuk hangat guna meredakan pembengkakan dan nyeri.
- Berikan istirahat yang optimal pada anak dengan waktu tidur yang cukup dan tenang, serta jangan ajak anak keluar rumah sementara waktu
INFORMASI LAINNYA TENTANG CAMPAK, BACA:
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





































