tirto.id - Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/3/2026).
Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda sempat menyentuh kisaran Rp17.015 per dolar AS pada pembukaan pagi tadi, turun 90 poin atau sekitar 0,53 persen dari penutupan Jumat pekan lalu di level Rp16.925 per dolar AS.
Pelemahan tersebut melampaui rekor terendah sebelumnya pada Januari di level Rp16.988 per dolar AS, dan bahkan melewati titik yang terakhir kali terlihat saat Krisis Keuangan Asia.
Hingga pukul 10.55 WIB, rupiah diperdagangkan di sekitar Rp16.990 per dolar AS, turun 65 poin atau melemah 0,38 persen, dengan pergerakan di rentang Rp16.974 hingga Rp17.019.
Pelemahan rupiah juga terjadi bersamaan dengan gejolak di pasar saham. Mengutip data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.374,414 pada perdagangan pagi tadi, turun 371,2 poin atau sebesar 4,89 persen.
Sementara itu, mata uang kawasan Asia juga kompak melemah. Terpantau, won Korea Selatan turun 0,87 persen hingga berada di kisaran 1.496 won per dolar. Penguatan dolar juga terlihat terhadap peso Filipina yang melemah sekitar 1,06 persen ke level 59,6 peso per dolar, menjadi salah satu pelemahan terdalam di kawasan pada perdagangan hari ini.
Kemudian rupee India turun sekitar 0,58 persen, ringgit Malaysia melemah 0,52 persen, dan baht Thailand yang terkoreksi sekitar 0,83 persen. Yuan China juga tercatat melemah lebih terbatas sekitar 0,25 persen terhadap dolar AS.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































