Menuju konten utama

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.905 per US$ Imbas Fitch Ratings

Rupiah terdepresiasi sebesar 13 poin atau 0,08 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp16.892.

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.905 per US$ Imbas Fitch Ratings
Warga antre untuk menukar uang pecahan rupiah di gerai penukaran uang keliling Bank Indonesia di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Senin (12/1/2026). Layanan penukaran uang rupiah melalui kas keliling Bank Indonesia bertujuan guna mempermudah masyarakat untuk memperoleh uang rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp16.905 pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026). Rupiah terdepresiasi sebesar 13 poin atau 0,08 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp16.892.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, berujar melemahnya nilai rupiah disebabkan dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Dari sisi internal, sentimen terhadap rupiah dipengaruhi malkumat Fitch Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif.

Menurut Bank Indonesia dalam keterangannya, afirmasi rating Indonesia pada BBB tetap merefleksikan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Selain itu, penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia,

BI juga memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dan menunjukkan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali. "Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen dan meningkat pada 2027, dengan inflasi yang tetap terkendali sesuai sasaran target," ucapnya.

Sementara itu, Ibrahim mengatakan, faktor eksternal melemahnya rupiah tak lepas dari tensi geopolitik di Timur Tengah yang memanas setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Kamis pagi.

Hal ini menyebabkan jutaan penduduk berlindung di tempat perlindungan bom saat konflik memasuki hari keenam dan hanya beberapa jam setelah upaya untuk menghentikan serangan udara AS diblokir di Washington.

"Pada Rabu, sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, menewaskan sedikitnya 80 orang, dan pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki," sebut Ibrahim.

Ia menyebutkan, pasukan Iran telah menyerang kapal tanker minyak di atau dekat Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan terjadi di dekat sebuah kapal tanker di lepas pantai Kuwait, menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris.

"Eskalasi tersebut terjadi ketika putra pemimpin tertinggi Iran yang telah tewas muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya," kata Ibrahim.

Hal ini disebut menunjukkan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan, lima hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer yang telah menewaskan ratusan orang dan mengguncang pasar global.

Dalam perkembangan lain, Presiden AS Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Hal ini disebut sebagai sebuah langkah yang dipandang ramah terhadap penurunan suku bunga oleh pasar.

"Di Asia, Tiongkok menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 sebesar 4,5-5 persen pada hari Kamis, sedikit penurunan dari laju 5 persen yang dicapai tahun lalu, yang memberikan ruang untuk upaya yang lebih besar meskipun tidak menentukan untuk mengurangi kelebihan kapasitas industri dan menyeimbangkan kembali perekonomian," tutur Ibrahim.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana