Menuju konten utama

Pasar Dilanda Kecemasan, BI Ancang-ancang Tahan Pelemahan Rupiah

BI memastikan akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons eskalasi yang terjadi secara tepat.

Pasar Dilanda Kecemasan, BI Ancang-ancang Tahan Pelemahan Rupiah
Gedung Bank Indonesia di Jakarta. FOTO/bi.go.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah pelemahan nilai tukar rupiah di tengah sentimen risk off akibat meningkatnya konfik Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Erwin Gunawan Hutapea, menuturkan bank senteral akan tetap hadir di pasar melalui intervensi, baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

"BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).

Kedepan, BI juga akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons eskalasi yang terjadi secara tepat.

"Sejalan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan AS ke Iran yang mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global, Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," imbuhnya.

Sebagai informasi, pada perdagangan pagi hari ini mata uang Garuda dibuka ke level Rp16.812, melemah 25 poin atau sekitar 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di level Rp16.787. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di posisi Rp16.779 per dolar AS.

Di sisi lain, pada pukul 10.10 WIB harga emas di pasar spot tercatat menguat 1,41 persen ke level 5.353,51 dolar AS per ons pada pukul 10.10 WIB. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat di bursa Comex naik 2,08 persen ke posisi 5.357,30 dolar AS per ons.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana