Menuju konten utama

Rupiah Dibuka Lesu di Awal Ramadan ke Level Rp16.948 per US$

Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif hari ini, namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.880–Rp16.920 per dolar AS.

Rupiah Dibuka Lesu di Awal Ramadan ke Level Rp16.948 per US$
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd

tirto.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.948 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 64 poin atau 0,38 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.884 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini.

Yen Jepang (JPY) melemah 0,09 persen, dolar Hong Kong (HKD) melemah 0,01 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,03 persen, dolar Taiwan (TWD) melemah 0,35 persen, dan won Korea (KRW) melemah 0,21 persen.

Selanjutnya, peso Filipina (PHP) melemah 0,12 persen, rupee India (INR) stagnan, yuan China (CNY) melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia (MYR) stagnan, sementara baht Thailand (THB) menguat 0,24 persen.

Demikian pula pergerakan mata uang negara-negara Eropa terhadap dolar AS yang terpantau bervariasi.

Euro (EUR) melemah 0,10 persen, pound sterling (GBP) melemah 0,01 persen, sementara franc Swiss (CHF) menguat 0,12 persen. Adapun krona Swedia (SEK) menguat 0,14 persen dan krona Denmark (DKK) menguat 0,10 persen.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.880–Rp16.920 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan sebelumnya, pergerakan rupiah dipengaruhi antara lain oleh sikap kehati-hatian investor menjelang rilis sejumlah data perekonomian Amerika Serikat, yang akan menjadi indikator inflasi pilihan The Fed dalam menentukan ekspektasi arah suku bunga ke depan.

Dua di antaranya adalah risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Januari serta laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS untuk Desember yang dijadwalkan rilis Jumat.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana