tirto.id - Sedang cari mobil listrik Rp200 jutaan? Terdapat beberapa merek dan model mobil listrik yang bisa dijadikan pilihan. Meski tergolong entry-level, beberapa mobil listrik tersebut sudah menawarkan performa yang mumpuni untuk kebutuhan harian, terutama untuk mobilitas di area perkotaan.
Popularitas mobil listrik di Indonesia memang sedang naik dengan angka penjualan yang terus meningkat. Dikutip dari situs Gaikindo, penjualan di tahun 2025 saja sudah lebih dari 710 ribu unit dengan BYD Atto 1 sebagai mobil listrik terlaris.
Sementara itu, penjualan mobil listrik juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada kuartal I tahun 2026. Jumlah penjualannya mencapai 33.150 unit, meningkat hampir dua kali lipat atau sekitar 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 16.926 unit.
Kenaikan ini menjadi tanda bahwa minat masyarakat terhadap mobil listrik masih terus berkembang pesat. Apalagi saat ini cukup banyak mobil listrik 200 jutaan yang mulai tersedia di pasaran sehingga semakin mudah dijangkau oleh konsumen kelas menengah.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Membeli Mobil Listrik

Sebelum memutuskan membeli mobil listrik, ada beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan agar pilihan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan. Tidak hanya soal harga, membeli mobil listrik juga perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
1. Jarak Tempuh Harian
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah seberapa jauh mobil akan digunakan setiap hari. Jika hanya untuk perjalanan dalam kota dengan jarak pendek, seperti untuk kerja, kuliah, atau antar-jemput anak sekolah, hampir semua mobil listrik sudah mencukupi.Namun, jika sering melakukan perjalanan jauh, sangat disarankan untuk memilih mobil dengan kapasitas baterai yang besar agar jarak tempuhnya juga lebih panjang.
2. Ukuran dan Tipe Mobil
Ukuran mobil juga sangat penting dan wajib disesuaikan dengan kebutuhan, baik dari segi jumlah penumpang maupun kapasitas bagasi. Mobil listrik hadir dalam berbagai tipe, mulai dari city car hingga SUV.Untuk mobilitas harian, dan jika sering berkendara di jalan sempit, area padat, serta jumlah penumpang yang tidak terlalu banyak, mobil berukuran kecil seperti hatchback atau city car tentunya lebih praktis.
3. Ketersediaan Infrastruktur Charging
Ketersediaan stasiun pengisian daya atau SPKLU juga harus dipertimbangkan, terutama jika belum memiliki fasilitas charging di rumah. Pastikan area tempat tinggal atau rute harian memiliki akses charging yang memadai agar penggunaan mobil listrik tetap praktis dan tidak merepotkan.4. Biaya dan Waktu Charging
Meski lebih hemat dibanding bahan bakar konvensional, biaya charging tetap perlu diperhitungkan. Tarif listrik di rumah, waktu pengisian, serta efisiensi baterai akan memengaruhi total biaya operasional.Soal biaya, mengisi daya di rumah biasanya lebih murah dibandingkan di SPKLU, tapi butuh daya yang cukup besar dan waktu pengisiannya mungkin lebih lama. Sebaliknya, mengisi daya di SPKLU bisa lebih cepat dengan daya yang lebih besar, tapi tentunya dengan biaya yang lebih mahal.
5. Biaya Perawatan
Mobil listrik umumnya memiliki biaya perawatan yang lebih rendah karena komponen mesin lebih sederhana. Namun, komponen seperti baterai tetap memiliki umur pakai dan biaya penggantian yang cukup tinggi sehingga perlu dipertimbangkan sejak awal.6. Pajak Mobil Listrik
Di tahun 2026, mobil listrik akan dikenakan pajak kendaraan bermotor (PKB) seperti mobil konvensional sehingga biaya pajak perlu diperhitungkan sejak awal. Namun, besaran pajak tidak seragam di setiap wilayah dan tergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah.Rekomendasi Mobil Listrik Rp200 Jutaan

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, pilihan mobil listrik dengan harga terjangkau kini semakin beragam. Segmen mobil listrik 200 jutaan menawarkan opsi yang cukup menarik dan sudah dibekali performa maupun fitur memadai untuk mobilitas sehari-hari.
Jika punya budget 200 juta untuk mobil listrik, berikut beberapa kendaraan yang bisa dipilih:
Wuling New Air ev Lite
Mobil listrik 200 jutaan yang pertama ada Wuling New Air ev Lite yang hadir dalam dua pilihan jarak tempuh, yaitu Standard Range dan Long Range. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada kapasitas baterai dan daya jelajahnya.Varian Lite Standard Range dibekali baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) berkapasitas 17,3 kWh dengan jarak tempuh 200 km. Sementara itu, varian Lite Long Range mengusung kapasitas baterai yang lebih besar, yakni 26,7 kWh, dengan jarak tempuh 300 km.
Kedua varian ini menggunakan motor listrik bertenaga 30 kW. Dari segi fitur, mobil listrik ini sudah dilengkapi dengan 7-inch TFT Full Color Meter Cluster, Rotary Gear Selector, serta konektivitas Bluetooth dan port USB.
Salah satu keunggulan lainnya adalah kemudahan pengisian daya di rumah dengan sistem Easy Home Charging yang hanya membutuhkan daya minimal 2.200W, serta status baterai yang sudah tersertifikasi IP67 sehingga aman digunakan saat hujan maupun melewati genangan air.
Untuk OTR Jakarta, mobil listrik Wuling New Air ev Lite Standard Range dibanderol harga Rp214 jutaan, sedangkan varian Lite Long Range Rp251 jutaan.
Seres E1 L-Type
Seres E1 L-Type termasuk mobil listrik 200 jutaan yang cocok untuk mobilitas di perkotaan. Mobil ini mengandalkan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 30 kW dan torsi puncak mencapai 100 Nm.Untuk mendukung performanya, mobil ini dibekali dengan baterai lithium iron posphate berkapasitas 16,8 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 220 km. Sementara pengisian daya dari 10% ke 90% membutuhkan waktu sekitar 4 jam saja.
Dari segi interior dan teknologi, kabinnya sudah dilengkapi dengan layar head unit sentuh berukuran 8,8 inci untuk kebutuhan multimedia dan panel kontrol AC dan sudah menggunakan sistem Easy Touch.
Selain itu, varian ini juga sudah mengadopsi teknologi Electric Parking Brake (EPB) dengan fitur Auto Hold, serta sistem Smart Cruise Control untuk kenyamanan ekstra.
Seres E1 L-Type dilengkapi Rear Guard Parking Camera, fitur One Touch Engine Start/Stop Button, serta selector transmisi E-Shift dengan mode berkendara Eco dan Sport. Seres E1 L-Type dijual dengan harga Rp219 jutaan (OTR Jabodetabek).
VinFast VF 5
VinFast VF 5 merupakan SUV listrik kompak dengan motor listrik yang mampu menghasilkan daya maksimal 100 kW. VF 5 sendiri dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 10,9 detik saja.VinFast VF 5 menawarkan jarak tempuh hingga 326 km berdasarkan standar NEDC. Mobil listrik 200 jutaan ini sudah didukung pengisian daya cepat (DC) yang memungkinkan baterai terisi dari 0% hingga 70% hanya dalam waktu 32 menit.
Di bagian interior, VinFast VF 5 memiliki layar sentuh 8 inci yang sudah mendukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Di area Jakarta, VinFast VF 5 bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp272 jutaan.
BYD Atto 1
BYD Atto 1 dibekali baterai berkapasitas 38,88 kWh dengan teknologi Blade Battery unggulan BYD. Dengan kapasitas tersebut, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 380 km berdasarkan standar pengujian NEDC.BYD Atto 1 menggunakan Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga puncak hingga 55 kW dan torsi maksimal 135 Nm. Spesifikasi ini memungkinkan akselerasi yang cukup responsif, yakni 0-50 km/jam dalam waktu 4,9 detik saja.
Untuk pengisian daya, mobil ini mendukung pengisian cepat DC dengan daya 30 kW pada varian Dynamic dan hingga 40 kW pada varian Premium.
Interior mobil ini dilengkapi dengan teknologi modern, seperti layar sentuh yang sudah mendukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, serta instrumen digital berukuran 7 inci.
Selain itu, terdapat fitur praktis seperti pengisian daya nirkabel (wireless charging) dan kemampuan Vehicle-to-Load hingga 2,2 kW sehingga bisa memberikan daya listrik ke perangkat eksternal.
Harga mobil listrik BYD Atto 1 untuk OTR Jakarta mulai dari Rp199 juta (Dynamic) dan Rp235 juta (Premium).

Changan Lumin
Mobil ini dibekali dengan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 35 kW dan torsi puncak 83 Nm. Mobil listrik ini mampu berakselerasi dari 0-50 km hanya dalam waktu 6,5 detik.Changan Lumin dibekali baterai berkapasitas 28,08 kWh dan sanggup menempuh jarak hingga 301 km ( NEDC). Keunggulan lainnya adalah dukungan pengisian daya cepat (DC fast charging) yang memungkinkan pengisian dari 30% ke 80% hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
Changan Lumin sendiri memiliki kabin yang cukup lega. Interiornya dilengkapi dengan layar hiburan Smart LED Display berukuran 10,25 inci. Changan Lumin dibanderol dengan harga Rp205 jutaan untuk OTR Jakarta.
Geely EX2
Mobil listrik 200 jutaan selanjutnya adalah Geely EX2 yang terdiri dari varian Pro dan Max. Mobil ini memakai motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 85 kW dan torsi puncak 150 Nm.Dengan dukungan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 40,8 kWh, Geely EX2 diklaim mampu menempuh jarak hingga 395 km berdasarkan standar NEDC.
Dari segi pengisian daya, Geely EX2 sudah mendukung teknologi pengisian cepat hingga daya 70 kW. Baterai pun akan terisi dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 25 menit. Untuk pengisian daya AC, waktu yang dibutuhkan adalah 6,5 jam untuk pengisian penuh (10% - 100% SOC).
Interior Geely EX2 dirancang dengan nuansa futuristik, menampilkan layar sentuh HD sentral berukuran 14,6 inci dan panel instrumen LCD 8,8 inci. Khusus untuk varian tertinggi (Max), mobil sudah dibekali dengan paket lengkap Advanced Driving Assistance System (ADAS).
Sudah dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L), Geely EX2 Pro dijual dengan harga Rp239,9 jutaan, sedangkan Geely EX2 Max seharga Rp269,9 jutaan (OTR Jakarta).
Neta V-II
Neta V-II juga bisa dijadikan pilihan karena termasuk mobil listrik 200 jutaan. Mobil ini menggunakan motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimal 70 kW (sekitar 95 PS) dan torsi puncak 150 Nm.Neta V-II dilengkapi dengan baterai 36,1 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 401 km berdasarkan standar pengujian CLTC atau sekitar 384 km menurut standar NEDC.
Mobil ini mendukung pengisian daya AC yang membutuhkan waktu 8 jam untuk pengisian penuh (0-100%). Tersedia pula fitur DC fast charging untuk mengisi baterai dari 30% ke 80% dalam waktu 30 menit saja. Kendaraan ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Vehicle-to-Load hingga 3,3 kW.
Neta V-II mengusung konsep Hi-Tech Minimalist dengan layar kendali sentral berukuran 14,6 inci yang sudah mendukung konektivitas Apple CarPlay. Untuk menjamin keamanan, mobil ini telah dibekali dengan 9 fungsi ADAS (Advanced Driver Assistance System).
Dengan semua keunggulan yang dimiliki, Neta V-II dibanderol dengan harga mulai dari Rp299 jutaan untuk OTR Jakarta.
Itulah beberapa rekomendasi mobil listrik 200 jutaan yang bisa dipertimbangkan untuk dibeli tahun ini. Sebelum menjatuhkan pilihan, pastikan untuk menyesuaikan kendaraan dengan rutinitas harian serta memeriksa ketersediaan infrastruktur dan layanan purna jual agar manfaat mobil listrik terasa semakin optimal.
Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar mobil listrik melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id
































