tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyentil para petinggi TNI dan Polri yang enggan turun langsung ke lapangan, menyebut mereka sebagai 'jenderal salon'.
Sindiran itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara akad massal 62.710 unit KPR rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
"Para panglima dan para jenderal jangan menjadi 'jenderal salon'. Sesekali sepatunya harus kotor. Kalau perlu celananya kotor sampai lutut. Tapi jangan kalau menghadap presiden sepatunya sengaja dikotori," kata Prabowo, yang disambut tawa hadirin.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam konteks instruksinya kepada seluruh kepala daerah dan aparat keamanan untuk aktif turun ke lapangan mengecek kebersihan lingkungan, termasuk sungai dan kali, sebagai bagian dari kampanye nasional Indonesia Asri.
Ia meminta para gubernur, bupati, wali kota, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres, hingga Kapolsek meluangkan waktu setiap hari untuk berkeliling memantau kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.
"Saya tidak meminta lima jam setiap hari. Minimal satu jam sehari berkeliling. Pemimpin harus berada di depan dan bersama rakyat," ujarnya.
Prabowo menambahkan jika pemimpin di lapangan menemukan rumah atau lingkungan yang tidak terawat, mereka wajib menegur pemiliknya secara langsung.
Ia bahkan meminta tim gabungan Kejaksaan dan Polri turun tangan apabila teguran berulang kali tidak diindahkan.
"Kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur pemiliknya. Kalau depan rumahnya kotor, tegur. Toko yang tidak menjaga kebersihan juga ditegur. Kalau berkali-kali ditegur tidak mau berubah, panggil tim gabungan. Kejaksaan dan Polri bekerja bersama," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengumumkan rencana lomba Kota Terbersih dengan insentif hingga Rp20 miliar bagi lima kota terbaik, serta Rp10 miliar untuk kota-kota berikutnya.
Ia menyebut dana insentif tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah daerah untuk membeli truk, eskavator, dan sarana kebersihan lainnya.
Pernyataan Prabowo soal 'jenderal salon' tersebut disampaikan di sela sambutannya yang turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, jajaran perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta sejumlah kepala daerah dan unsur TNI-Polri.
Prabowo menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari kehormatan bangsa yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen pemerintahan, bukan hanya slogan tanpa aksi nyata.
"Saya serius. Kebersihan adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok," kata Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































