Menuju konten utama
Gearbox

"Keunikan" Tangki Motor dan Cara Mengukur Kapasitasnya

Tangki motor mengikuti lekukan sasis, kompartemen mesin, dan ergonomi pengendara. Maka itu, volume BBM yang masuk bisa berbeda dari kapasitas nominal.

Tangki Motor. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Baru-baru ini viral tentang Suzuki Thunder yang dilarang melakukan pengisian BBM di sejumlah SPBU. Kapasitas tangkinya yang besar dicurigai digunakan untuk membeli BBM dengan volume besar dan hendak dijual lagi dalam bentuk eceran.

Lain itu, ada pula konsumen yang memodifikasi tangki hingga melebihi ukuran pabrikan, kerap dikenal sebagai "tangki hamil" atau "tangki bagong". Meski demikian, hingga kini tidak ada aturan nasional dari Pertamina yang melarang pengisian BBM untuk motor tersebut.

Di Indonesia, Suzuki Thunder diproduksi dalam varian 125 cc dan 250 cc. Keduanya dirancang sebagai motor penjelajah dengan tangki berkapasitas sekitar 14-15 liter agar mampu menempuh perjalanan jauh tanpa sering mengisi bahan bakar.

Namun, saat lampu indikator bensin menyala dan tangki diisi penuh, volume yang masuk sering kali hanya 10–12 liter. Sebagian pengendara mengira tangkinya tidak terisi penuh atau dispenser SPBU bermasalah. Padahal, kapasitas tangki tidak selalu sama dengan jumlah bensin yang dapat diisi setiap kali pengisian ulang.

Kapasitas Tangki ≠ Jumlah Bensin yang Bisa Diisi

Kapasitas tangki kendaraan tidak sesederhana volume sebuah wadah. Angka yang dicantumkan pabrikan menunjukkan kapasitas yang aman untuk menyimpan bahan bakar, bukan berarti seluruh ruang tangki boleh diisi bensin hingga penuh.

Bensin bersifat mudah memuai ketika suhunya meningkat. Maka itu, tangki harus menyisakan ruang ekspansi (ullage) agar tekanan di dalam tangki tidak meningkat dan memicu kebocoran melalui saluran ventilasi.

Berdasarkan standar keselamatan internasional, seperti regulasi Komisi Ekonomi PBB (UNECE) Regulation 34 tentang pencegahan risiko kebakaran, setiap tangki bahan bakar kendaraan wajib memiliki ruang kosong di bagian atas untuk mengakomodasi pemuaian ini. Tanpa ruang ekspansi yang memadai, bensin yang memuai akan menciptakan tekanan berlebih.

Bentuk geometris tangki memengaruhi angka pengisian sehingga volume yang masuk saat pengisian ulang dapat berbeda dari kapasitas nominal. Berbeda dengan tangki mobil yang cenderung berbentuk kotak datar di bawah jok, tangki sepeda motor dirancang mengikuti lekukan sasis (rangka utama), kompartemen mesin, dan ergonomi paha pengendara. Tangki motor berbentuk asimetris sehingga distribusi bensin tidak selalu merata.

Tangki Motor

Tangki Motor. FOTO/iStockphoto

Posisi motor juga memengaruhi pembacaan indikator bahan bakar. Ketika motor diparkir menggunakan standar samping, permukaan bensin bergeser mengikuti gravitasi sehingga posisi pelampung ikut berubah. Akibatnya, indikator dapat menunjukkan angka yang berbeda meskipun volume bensin di dalam tangki tetap sama.

Banyak sepeda motor masih menyisakan sejumlah bahan bakar ketika indikator mencapai batas minimum. Ini turut memengaruhi selisih volume pengisian. Sebagai ilustrasi, ketika indikator bensin Suzuki Thunder mulai berkedip atau berada di garis merah, kemungkinan besar masih ada 2 liter bensin yang menggenang di dasar tangki. Dengan demikian, volume yang dapat masuk dari mesin dispenser saat diisi ulang memang hanya 12-13 liter, dipotong lagi dengan ruang ekspansi wajib di bagian atas.

Hal itu dibenarkan Dadan Danil, Technical Training 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), "Kapasitas tangki bensin Thunder 125, ditambah cadangan, jumlahnya 14 liter. Cadangannya 2 liter," ujarnya, dikutip Kompas.com.

Karena itu, selisih antara kapasitas pada spesifikasi pabrikan dan volume yang masuk saat pengisian bukan berarti dispenser SPBU bermasalah. Selisih tersebut dipengaruhi oleh sisa bahan bakar, ruang ekspansi, dan bentuk tangki yang memang dirancang untuk alasan keselamatan.

Bagaimana Pabrikan Mengukur Kapasitas Tangki?

Pabrikan tidak menetapkan kapasitas tangki berdasarkan perkiraan. Angka pada spesifikasi diperoleh melalui prosedur metrologi yang ketat. Metode yang paling umum digunakan ialah pengukuran volumetrik, yaitu mengukur volume cairan menggunakan alat yang telah dikalibrasi pada kondisi tertentu.

Berbeda dengan metode full tank yang biasa dilakukan pengendara dan rentan dipengaruhi sisa bensin maupun cara pengisian, pabrikan menggunakan alat ukur terkalibrasi. Penelitian Akademi Metrologi dan Instrumentasi Universitas Padjadjaran (2025) menunjukkan bahwa metode volumetrik memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat. Pengisian dilakukan secara bertahap menggunakan bejana ukur standar (tank prover) hingga mencapai volume yang ditentukan.

Selain volume, pengujian laboratorium juga memperhitungkan suhu bahan bakar karena bensin akan memuai saat panas dan menyusut saat dingin. Oleh sebab itu, hasil pengukuran dikoreksi ke suhu acuan menggunakan standar seperti ASTM Table 54 agar kapasitas yang dicantumkan pabrikan tidak dipengaruhi kondisi cuaca saat pengujian.

Selain mengukur kapasitas, pabrikan juga mengikuti standar internasional seperti Society of Automotive Engineers (SAE) J1241 dan UNECE Regulation No. 34. Standar tersebut mengatur pengujian kekuatan tangki, toleransi terhadap pemuaian bahan bakar, serta ketahanannya terhadap tekanan dan benturan sehingga tetap aman digunakan.

Bentuk tangki yang tidak simetris membuat hubungan antara tinggi permukaan bensin dan volumenya tidak bersifat linear. Seturut Dezar Septiantono dan kolega (2018), sensor indikator pada sepeda motor mengukur tinggi permukaan bahan bakar, bukan volumenya.

Karena bentuk tangki tidak beraturan, perubahan tinggi permukaan tidak selalu berbanding lurus dengan perubahan volume bensin. Akibatnya, perubahan posisi jarum tidak selalu sebanding dengan jumlah bahan bakar yang berkurang karena sangat dipengaruhi oleh bentuk tangki.

Permukaan bensin yang terlihat dari lubang pengisian juga tidak dapat dijadikan patokan kapasitas tangki. Berdasarkan riset bertajuk "Model of the Filling of an Automotive Fuel Tank" (2003), desain leher pengisian dan ruang ventilasi membuat bagian atas tangki tidak seluruhnya terisi cairan ketika proses pengisian berhenti.

Pada bagian atas tangki masih terdapat jalur ventilasi dan leher pengisian yang memang tidak dirancang untuk dipenuhi bensin. Desain tersebut membantu udara keluar selama proses pengisian sekaligus menjaga ruang ekspansi tetap tersedia.

Pabrikan menetapkan kapasitas tangki melalui pengukuran volumetrik yang mengikuti standar metrologi dan keselamatan. Metode ini dipilih karena cairan jauh lebih mudah diukur berdasarkan volumenya menggunakan bejana terkalibrasi daripada memperkirakan volume ruang tangki yang bentuknya tidak beraturan. Pendekatan ini juga memungkinkan hasil pengujian di berbagai laboratorium tetap konsisten selama menggunakan standar metrologi yang sama.

Tangki Motor
Tangki Motor. FOTO/iStockphoto

Cara Mengukur Kapasitas Tangki Sendiri

Jika pengendara ingin membuktikan sendiri kapasitas tangki motornya, prinsip yang digunakan pabrikan sebenarnya dapat diterapkan secara sederhana di rumah, meski hasilnya tentu tidak akan seteliti pengujian laboratorium.

Langkah pertama adalah memastikan tangki benar-benar kosong. Indikator bahan bakar yang menunjuk ke arah garis merah atau lampu peringatan yang menyala tidak bisa dijadikan patokan kekosongan absolut. Tangki sebaiknya dikuras melalui selang bahan bakar atau katup pembuangan agar tidak ada sisa bensin yang tertinggal.

Setelah cairan dikosongkan sepenuhnya, motor sebaiknya berada di atas standar tengah agar posisinya tegak dan hasil pengukuran mendekati metode yang digunakan pabrikan. SAE J1241 mendefinisikan kapasitas tangki sebagai volume bahan bakar yang diperlukan untuk mencapai tepi bawah leher pengisian (lower edge of the fill tube) pada kondisi tangki benar-benar kosong dan sepeda motor berada pada posisi tegak (level unladen condition). Posisi miring membuat bensin berkumpul di satu sisi sehingga hasil pengukuran menjadi kurang akurat.

Selanjutnya gunakan gelas ukur atau bejana berskala yang telah dikalibrasi. Isi bahan bakar secara bertahap sambil mencatat setiap volume yang masuk. Hindari menuang terlalu cepat agar tidak terbentuk gelembung udara yang mengganggu proses pengisian.

Gunakan batas pengisian yang sama setiap kali mengukur, misalnya hingga bagian bawah leher pengisian. Jangan mengisi sampai meluap karena ruang ekspansi di bagian atas tangki harus tetap tersedia. Jumlah seluruh volume yang masuk hingga batas tersebut untuk memperoleh kapasitas pakai yang mendekati kondisi penggunaan sehari-hari.

Akurasi pengukuran sangat bergantung pada konsistensi batas akhir pengisian dan penggunaan wadah ukur yang telah dikalibrasi. Organisasi Hukum Metrologi Internasional (OIML) menjelaskan wadah seperti botol bekas tidak dirancang sebagai alat ukur sehingga volumenya tidak dapat dijadikan acuan. Hasil pengukuran juga akan bias apabila masih ada sisa bensin di dalam tangki atau batas akhir pengisian berubah pada setiap percobaan.

Mengetahui kapasitas riil tangki juga membantu pengendara menghitung konsumsi BBM secara lebih akurat. Prinsipnya sama seperti prosedur yang dijelaskan dalam buku manual Ford, yakni mencatat jarak tempuh dan volume bahan bakar yang ditambahkan setiap kali tangki diisi penuh. Dari kedua data tersebut, konsumsi bahan bakar dapat dihitung sesuai satuan yang diinginkan, misalnya kilometer per liter (km/l).

Data tersebut memudahkan pengendara memperkirakan jarak tempuh per tangki dan menentukan waktu pengisian ulang, terutama saat melintasi daerah yang minim SPBU. Perjalanan pun menjadi lebih tenang karena sisa bahan bakar dapat diperkirakan dengan lebih realistis, bukan hanya mengandalkan indikator bensin.

Kapasitas tangki bukan sekadar angka pada spesifikasi pabrikan. Memahami cara pengukurannya membantu pengendara membaca indikator bensin dengan lebih realistis, menghitung konsumsi BBM secara akurat, dan merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Baca juga artikel terkait OTOMOTIF atau tulisan lainnya dari Ali Zaenal

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Ali Zaenal
Penulis: Ali Zaenal
Editor: Irfan Teguh Pribadi