Menuju konten utama

Oli Motor yang Bagus Tak Selalu Mahal, Ini Penjelasan Sainsnya

Benarkah oli motor yang bagus adalah yang harganya paling mahal? Yuk, ketahui cara memilih oli motor yang tepat dan kapan sebaiknya membeli oli mahal.

Oli Motor yang Bagus Tak Selalu Mahal, Ini Penjelasan Sainsnya
Ilustrasi Oli Motor. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banyak pemilik motor masih beranggapan bahwa semakin mahal harga oli, semakin baik pula kualitasnya. Itulah kenapa tak sedikit orang yang langsung membeli oli premium untuk motor kesayangannya. Lantas, benarkah oli motor yang bagus itu adalah yang paling mahal?

Oli menjadi salah satu elemen penting bagi motor karena berperan sebagai pelumas yang bisa menjaga keawetan mesin. Tanpa oli, komponen di dalam mesin akan lebih cepat mengalami gesekan dan menjadi aus sehingga kinerjanya dapat menurun.

Namun, kualitas oli bisa menurun seiring waktu sehingga tidak bisa melumasi mesin dengan optimal. Oleh karena itu, mengganti oli secara rutin penting untuk dilakukan. Pemilihan oli juga tidak bisa sembarangan dan harus menggunakan oli yang tepat.

Sementara itu, saat ini tersedia banyak pilihan oli di pasaran dengan kualitas, spesifikasi, dan harga yang sangat beragam, mulai dari produk ekonomis hingga oli premium.

Perbedaan tersebut membuat sebagian orang beranggapan bahwa oli mahal dijamin memiliki kualitas terbaik. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Oli yang paling mahal belum tentu jadi pilihan terbaik karena kita juga harus mempertimbangkan spesifikasi dan kebutuhan mesin motor.

Benarkah Oli Mahal Selalu Lebih Berkualitas?

Ilustrasi ganti oli motor

Ilustrasi ganti oli motor. FOTO/iStockphoto

Tidak semua barang mahal adalah pilihan yang terbaik, begitu juga dengan oli. Harga oli memang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari jenis, teknologi aditif, hingga reputasi merek.

Namun, harga bukanlah faktor utama yang menentukan kualitas oli. Ada hal yang lebih penting dari itu, yakni apakah oli mampu menjalankan fungsi pelumasan secara optimal dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mesin motor.

Memahami Cara Kerja Pelumas Lewat Tribologi

Untuk memahami kualitas oli, kita perlu mengenal tribologi, yaitu ilmu yang mempelajari gesekan (friction), keausan (wear), dan pelumasan (lubrication).

Menurut jurnal Effective Application of Solid Lubricants in Spacecraft Mechanisms, tujuan utama penggunaan pelumas adalah mencegah kontak langsung antara permukaan di dalam mesin yang saling bergesekan sehingga keausan dapat diminimalkan dan umur komponen mesin jadi lebih panjang.

Saat mesin menyala, oli akan bersirkulasi ke berbagai komponen mesin motor yang bergerak, seperti piston, dinding silinder, poros engkol (crankshaft), camshaft, hingga bearing.

Di sela-sela komponen tersebut, oli membentuk lapisan pelindung tipis yang berfungsi memisahkan dua permukaan logam. Bayangkan jika tidak ada oli, permukaan komponen logam ini akan saling bergesekan secara langsung dan lama-lama akan menjadi aus.

Sebaliknya, ketika ada lapisan pelindung dari oli, gesekan dapat berkurang, komponen jadi lebih awet, dan efisiensi kerja mesin tetap terjaga. Inilah salah satu fungsi terpenting oli sebagai pelumas.

Ilustrasi ganti oli motor

Ilustrasi ganti oli motor. FOTO/iStockphoto

Oli Membantu Mendinginkan dan Membersihkan Mesin

Fungsi oli motor yang bagus ternyata tidak hanya soal melumasi mesin. Ketika bersirkulasi di dalam mesin, oli juga membantu membawa panas dari komponen yang suhunya tinggi menuju bak oli.

Proses ini membantu menjaga suhu kerja mesin tetap stabil sekaligus mengurangi risiko overheating, terutama saat motor digunakan untuk perjalanan jauh.

Selain itu, oli juga berperan dalam pembersihan mesin. Hal ini dijelaskan dalam jurnal berjudul The Role of Polyisobutylene-Bis-Succinimide (PIBSI) Dispersants in Lubricant Oils on the Deposit Control Mechanism.

Saat mesin bekerja, pembakaran tidak sempurna bisa menghasilkan partikel karbon berukuran nano (jelaga dan sludge). Jika partikel tersebut saling menempel atau mengalami agregasi (menggumpal), ukurannya akan semakin besar dan bisa menyebabkan penyumbatan maupun kegagalan fungsi mesin.

Oli yang mengandung aditif dispersan, seperti Polyisobutylene-Bis-Succinimide (PIBSI), bisa mencegah hal tersebut terjadi. Aditif dispersan memang umum ditambahkan ke dalam oli motor bagus untuk membantu menjaga kebersihan mesin.

Oli dengan aditif dispersan tersebut nantinya akan bekerja dengan cara menempel pada permukaan partikel jelaga dan sludge, lalu membentuk lapisan pelindung yang mencegah partikel-partikel tersebut saling bergabung/menggumpal.

Dengan demikian, kotoran tetap akan terdispersi dan tidak menimbulkan gumpalan yang bisa menyumbat mesin. Hasilnya, komponen mesin tetap bersih dan bisa bekerja secara optimal.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa oli yang berkualitas bukanlah oli yang paling mahal. Oli motor yang bagus adalah oli dengan kemampuan pelumasan yang baik serta bisa menjaga suhu dan kebersihan mesin.

Terlepas dari harganya, selama semua fungsi tersebut terpenuhi dan spesifikasinya sesuai dengan rekomendasi pabrikan, maka oli itulah yang dibutuhkan oleh mesin motor.

Harga Bukan Segalanya, Ini yang Menentukan Kualitas Oli

Ilustrasi ganti oli motor

Ilustrasi ganti oli motor. FOTO/iStockphoto

Harga tidak bisa dijadikan indikator utama yang menentukan kualitas oli. Kualitas oli justru ditentukan oleh hal lain seperti base oil dan aditif yang digunakan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa faktor yang jadi penentu kualitas oli mesin motor:

Base Oil

Komponen terbesar dalam oli mesin adalah bahan baku berupa base oil atau oli dasar. Umumnya, base oil menyumbang sekitar 70–90% dari keseluruhan formulasi oli, sedangkan sisanya terdiri dari berbagai aditif dengan fungsi yang berbeda-beda.

Kualitas base oil berpengaruh terhadap kemampuan oli menjaga viskositas, mengalir saat mesin dingin, bertahan pada suhu tinggi, hingga memperlambat penguapan.

Oleh karena itu, oli dengan base oil yang lebih baik sering kali memiliki harga yang lebih tinggi. Namun, kualitas base oil saja belum cukup karena performa oli juga sangat ditentukan oleh bahan aditif yang di dalamnya.

Bahan Aditif Oli

Meski jumlahnya lebih sedikit dibanding base oil, aditif memiliki peran yang sangat penting. Setiap produsen memiliki formulasi aditif yang berbeda. Inilah salah satu alasan mengapa harga antar produk oli bisa terpaut cukup jauh meskipun memiliki tingkat viskositas yang sama.

Aditif seperti detergent dan dispersan sering ditambahkan pada oli untuk menjaga kebersihan mesin dengan mencegah penumpukan sludge akibat pembakaran tidak sempurna.

Jenis aditif lain juga kerap digunakan dalam oli mesin adalah ZDDP (Zinc Dialkyldithiophosphate). Menurut jurnal Mechanisms of ZDDP-An Update, ZDDP memiliki kemampuan untuk melindungi komponen mesin dari keausan.

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa ketika dua permukaan logam dalam mesin mengalami tekanan dan gesekan tinggi, molekul ZDDP akan bereaksi membentuk tribofilm, yaitu lapisan pelindung yang menempel pada permukaan logam.

Lapisan ini berfungsi layaknya perisai yang mencegah kontak langsung antar logam. Dengan adanya tribofilm, bagian-bagian mesin yang menerima beban tinggi bisa terhindar dari keausan. Semakin efektif tribofilm terbentuk, semakin baik pula perlindungan yang diberikan oli terhadap mesin.

ZDPP juga disebut memiliki fungsi tambahan lain sebagai oxidation inhibitor, yakni membantu memperlambat proses oksidasi oli sehingga kualitas oli motor tidak cepat menurun selama digunakan.

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa salah satu alasan harga oli berbeda adalah teknologi formulasi yang digunakan. Oli dengan base oil berkualitas tinggi dan paket aditif yang lebih lengkap memang membutuhkan biaya produksi lebih besar sehingga harganya cenderung lebih mahal.

Namun, oli yang lebih mahal belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua motor karena oli motor terbaik adalah oli yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan spek kendaraan.

Mengapa Oli Mahal Belum Tentu Cocok untuk Semua Motor?

Ilustrasi ganti oli motor

Ilustrasi ganti oli motor. FOTO/iStockphoto

Membeli oli paling mahal bukanlah cara terbaik untuk menjaga mesin motor tetap awet. Oli motor yang bagus adalah oli yang spesifikasinya sesuai dengan mesin dan rekomendasi pabrikan.

Ibarat membeli sepatu, meskipun harganya sangat mahal, bukan berarti sepatu tersebut akan otomatis cocok dengan kaki kita karena ada spek (ukuran kaki) yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, memilih oli tidak bisa sembarangan. Untuk memahami kecocokan oli dengan motor, kita perlu mengenali beberapa hal berikut:

1. SAE (Society of Automotive Engineers)

SAE menunjukkan viskositas (kekentalan) oli, misalnya SAE 10W-40 atau SAE 20W-50. Klasifikasi ini ditetapkan berdasarkan standar SAE J300, yaitu aturan yang menentukan rentang viskositas yang harus dipenuhi agar suatu oli dapat diberi label yang sesuai.

Pada kode tersebut, angka sebelum huruf "W" (Winter) menunjukkan kemampuan oli mengalir pada suhu rendah. Semakin kecil angkanya, semakin mudah oli bersirkulasi saat mesin baru dihidupkan.

Sementara itu, angka setelah "W" menunjukkan tingkat kekentalan oli saat mesin telah mencapai suhu kerja. Semakin besar angkanya, semakin kental oli pada suhu tinggi.

2. API Service (American Petroleum Institute)

Standar ini menunjukkan tingkat performa oli, termasuk kemampuannya melindungi mesin dari keausan, oksidasi, endapan, dan kondisi kerja pada mesin modern. Kode API ditandai dengan huruf seperti API SL, SM, SN, atau SP.

Semakin tinggi/jauh huruf keduanya (misal: SP), semakin tinggi standar teknologinya. Namun, tidak semua motor membutuhkan API terbaru, terutama motor tua yang memiliki komponen berbeda dengan motor generasi baru.

3. JASO (Japanese Automobile Standards Organization)

Tidak seperti mobil, motor memiliki sistem kopling yang berbeda. JASO membagi oli motor menjadi dua kategori utama:

  • JASO MA: Untuk motor manual/sport (kopling basah). Oli ini mengandung aditif agar kopling tidak selip.
  • JASO MB: Untuk motor matic (kopling kering). Oli ini lebih licin untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.
Jika menggunakan oli mahal bersertifikat JASO MB pada motor manual, kopling motor bisa mengalami selip karena oli terlalu licin. Sebaliknya, memakai oli JASO MA2 di motor matic hanya akan membuat tarikan terasa lebih berat dan boros bensin.

Jadi, memilih oli motor yang bagus jangan hanya berdasarkan harganya, tapi benar-benar harus melihat label produknya dan mencocokkan oli dengan spesifikasi motor yang dimiliki.

Kapan Perlu Membeli Oli Mahal?

Ilustrasi oli sepeda motor

Ilustrasi oli sepeda motor. FOTO/iStockphoto

Tidak semua motor membutuhkan oli premium. Untuk penggunaan harian dengan kondisi normal, oli yang memenuhi spesifikasi pabrikan umumnya sudah mampu memberikan perlindungan yang dibutuhkan mesin.

Namun, ada beberapa kondisi ketika oli mahal memang layak dipertimbangkan karena performa pelumasnya dapat memberikan manfaat yang lebih nyata.

1. Motor Berperforma Tinggi

Motor sport atau motor berkapasitas mesin besar umumnya menghasilkan tenaga dan putaran mesin (RPM) yang lebih tinggi dibanding motor biasa. Semakin tinggi putaran mesin, semakin besar pula gesekan yang terjadi pada komponen mesin di dalamnya.

Dalam kondisi seperti ini, oli premium justru dibutuhkan untuk membantu mempertahankan lapisan pelumas tetap stabil dan terhindar dari keausan, meskipun mesin bekerja pada beban tinggi.

2. Digunakan di Suhu Ekstrem

Suhu lingkungan juga memengaruhi kinerja oli. Sebagai contoh, pada cuaca yang sangat panas atau ketika mesin sering bekerja pada temperatur tinggi, oli akan menerima beban yang lebih berat.

Jika kualitas oli tidak memadai, viskositasnya dapat berubah lebih cepat sehingga kemampuan pelumasannya ikut menurun. Oli mahal umumnya memiliki stabilitas termal yang lebih baik sehingga layak untuk dibeli.

3. Motor Sering Membawa Beban Berat

Motor yang sering digunakan membawa penumpang, mengangkut barang, atau menarik beban akan membuat mesin bekerja lebih keras dibanding penggunaan normal.

Beban tambahan tersebut meningkatkan tekanan pada berbagai komponen mesin sehingga lapisan pelumas harus bekerja lebih berat untuk mencegah kontak langsung antara permukaan logam. Pada kondisi seperti ini, oli dengan harga lebih mahal bisa memberikan perlindungan yang lebih baik.

4. Touring Jarak Jauh

Perjalanan antar kota atau touring selama berjam-jam membuat mesin bekerja terus-menerus tanpa banyak waktu untuk mendingin. Temperatur oli pun akan meningkat seiring lamanya mesin beroperasi.

Oli mahal biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas dan oksidasi sehingga karakteristik pelumasnya tidak mudah berubah selama perjalanan panjang. Hal ini pula yang akan membantu menjaga performa mesin tetap stabil walau digunakan dalam waktu lama.

5. Sering Terjebak Kemacetan Stop-and-Go

Banyak orang mengira kemacetan lebih ringan bagi mesin karena kecepatan motor rendah. Padahal, kondisi stop-and-go justru membuat mesin sering bekerja pada suhu tinggi dengan aliran udara pendingin yang terbatas, terutama pada motor berpendingin udara.

Selain itu, mesin terus mengalami siklus akselerasi, berhenti, lalu berakselerasi kembali. Kondisi ini meningkatkan beban pada sistem pelumasan dan mempercepat penurunan kualitas oli.

Dalam situasi seperti ini, oli mahal yang memiliki ketahanan terhadap panas dan oksidasi lebih baik dapat membantu menjaga performa pelumasan tetap optimal.

Jadi,perlu dipahami bahwa membeli oli mahal atau premium bukanlah kewajiban, terutama untuk motor yang lebih sering digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Oli mahal baru layak dipilih ketika spek motor memang membutuhkannya atau kondisi operasional motor menuntut performa pelumas yang lebih tinggi.

Cara Memilih Oli yang Tepat

PELUMAS OTOMOTIF WAJIB SNI

Ilustrasi Oli Motor. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Memilih oli motor yang bagus sebaiknya tidak dimulai dari melihat harga atau mereknya. Langkah yang lebih tepat adalah memastikan spesifikasi oli sesuai dengan kebutuhan mesin.

Oli dengan harga terjangkau sekalipun juga bisa memberikan perlindungan optimal jika memenuhi standar yang direkomendasikan oleh pabrikan. Agar tidak salah pilih, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Periksa Viskositas Oli (SAE)

Hal pertama yang perlu dicek adalah tingkat viskositasnya (SAE). Informasi ini biasanya ditulis dalam bentuk angka seperti 10W-30, 10W-40, atau 20W-50.

Pilihlah viskositas yang direkomendasikan oleh pabrikan motor. Viskositas yang terlalu encer atau terlalu kental dapat memengaruhi proses pelumasan. Oli yang sesuai akan lebih mudah bersirkulasi ke seluruh komponen mesin sekaligus mampu mempertahankan lapisan pelumas saat mesin bekerja.

2. Pastikan Standar API Sesuai

Selanjutnya, perhatikan API Service. Standar ini menunjukkan tingkat performa oli, termasuk kemampuannya melindungi mesin dari keausan. Untuk motor bermesin bensin, kode API diawali huruf S, misalnya API SL, SM, SN, atau SP.

Semakin baru kategorinya, umumnya semakin tinggi pula persyaratan performanya. Namun, kita tidak harus selalu memilih API terbaru. Yang terpenting, standar tersebut sudah memenuhi atau melampaui rekomendasi yang tercantum pada buku manual motor.

3. Pilih Standar JASO yang Tepat

Karena digunakan pada sepeda motor, jangan lupa memeriksa standar JASO. Standar ini diciptakan untuk memastikan oli sesuai dengan karakteristik mesin dan sistem kopling pada sepeda motor.

Secara umum:

  • JASO MA, MA1, atau MA2 cocok untuk motor dengan kopling basah, seperti motor bebek dan motor sport bertransmisi manual.
  • JASO MB lebih ditujukan untuk motor matik yang tidak menggunakan kopling basah.

4. Ikuti Rekomendasi pada Buku Manual

Cara paling mudah untuk memilih oli adalah dengan melihat buku manual kendaraan. Pabrikan telah melakukan berbagai pengujian sebelum menentukan spesifikasi oli yang paling sesuai untuk mesin tersebut.

Biasanya, buku manual akan mencantumkan beberapa informasi penting, seperti:

  • viskositas oli (SAE)
  • standar API minimum
  • standar JASO yang direkomendasikan
  • kapasitas oli mesin
  • interval penggantian oli
Selama oli yang dipilih memenuhi spesifikasi tersebut, mesin akan mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan desainnya.

5. Harga dan Merek

Jika sudah menemukan beberapa oli dengan spesifikasi yang sama, barulah kita dapat membandingkan harga dan merk oli motor terbaik. Dengan spesifikasi sama, memilih oli yang lebih mahal boleh saja dilakukan apabila memang dibutuhkan dan sesuai dengan anggaran.

Namun, jika penggunaan motor tergolong normal, oli dengan harga lebih terjangkau bisa jadi pilihan karena sudah bisa melumasi motor dengan baik sekaligus menghemat keuangan.

Demikian panduan dalam memilih oli motor yang bagus dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Jadi, jangan tergiur dengan harga mahal yang terkesan lebih berkualitas, padahal belum tentu memberikan manfaat tambahan bagi kendaraan.

Sebaliknya, utamakan memilih oli yang memiliki spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan agar mesin tetap terlindungi, performanya terjaga, serta usia pakainya jadi lebih panjang.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait MOTOR atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani