Menuju konten utama

Apa Akibat Telat Ganti Oli Motor? Yuk, Ketahui Waktu yang Tepat

Ganti oli motor matic maupun manual perlu dilakukan secara rutin. Ketahui akibat telat ganti oli motor dan kapan waktu yang tepat menggantinya di sini.

Apa Akibat Telat Ganti Oli Motor? Yuk, Ketahui Waktu yang Tepat
Ilustrasi oli sepeda motor. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Oli mengandung sejumlah komponen kimiawi yang tugasnya melumasi logam, misalnya, hidrokarbon dan sulfur. Lantaran digunakan untuk melumasi mesin motor, oli harus diganti secara rutin agar tak berdampak buruk pada kendaraan.

Kenapa oli harus diganti mungkin menjadi pertanyaan di kepala para pengguna transportasi roda dua. Sebagai cairan kental, oli harus mengatasi permasalahan gesekan antara komponen di dalam sebuah mesin.

Peristiwa ini bukan hanya berlaku pada sepeda motor, begitu juga dengan penggunaan oli di mobil, truk, sampai alat berat. Oli yang usang membuat fungsinya menurun, bahkan menyebabkan gesekan tertentu di mesin.

Situasi tersebut dapat menciptakan permasalahan yang lebih kompleks seandainya tidak segera diganti. Performa kendaraan bisa saja mengalami penurunan, komponen mesin ada yang rusak, sampai borosnya bahan bakar.

Ganti Oli Motor Berapa Km?

Ganti oli motor matic maupun manual perlu dilakukan secara rutin. Dinukil dari Cardo Systems, pada umumnya motor mempunyai rentang waktu atau kilometer yang berbeda-beda dalam hal pergantian oli.

Ada pendapat yang menyatakan ganti oli jika motor sudah mencapai 2.000 mil (3218,88 km) dan 3.000 mil (4828,032 km). Seandainya dihitung berdasarkan kurun waktu, oli motor harus diganti enam bulan atau 12 bulan sekali.

Data di atas memang belum bersifat pasti, jadwal oli harus diganti agar bisa mencegah kerusakan bisa lebih dipercepat waktunya. Orang yang mementingkan ganti oli bahkan ada yang melakukannya setiap satu atau dua bulan sekali.

Umumnya semakin tua kendaraan harus lebih sering diganti cairan pelumasnya. Hal ini perlu diperhatikan karena komponen mesin kendaraan tua sudah lebih usang dan harus dirawat secara sempurna.

Dampak Oli Motor Telat Diganti

Akibat tidak ganti oli motor dapat menyebabkan kerusakan lebih parah dibanding kendaraan yang hanya telat ganti. Sebagai cairan, oli juga mampu mengalami penguapan dan pengendapan (ini membahayakan mesin).

Penguapan dapat membuat mesin kehilangan pelumas, sementara pengendapan bisa merusak kinerja mesinnya. Berikut daftar akibat telat ganti oli motor, sebagaimana dikutip dari laman resmi Suzuki.

1. Penurunan Kinerja Mesin dan Masa Pakai Kendaraan

Kinerja mesin dapat berkurang karena komponen di dalamnya kekurangan pelumas. Daya kebertahanan motor juga akan menyusut, sehingga masa pemakaiannya jadi cenderung lebih cepat (karena mudah overheat, komponen rusak, dan sebagainya).

2. Menyebabkan Kerusakan Komponen Mesin Kendaraan sehingga Perlu Turun Mesin

Akibat telat ganti oli kedua adalah rusaknya sejumlah komponen yang ada di mesin kendaraan. Gesekan yang berurutan ketika mesin dinyalakan dapat mengakibatkan kerusakan part, berbahaya jika sudah tak fungsi.

3. Meningkatnya Konsumsi BBM

Bahan bakar dapat mengalami pemborosan seandainya oli sudah tidak bagus; Hal ini terjadi karena performa mesin berkurang, sementara pengendara membawa paksa motor untuk menempuh kecepatan tinggi tertentu.

Biaya Ganti Oli Motor

Oli motor dapat diganti dengan biaya yang berbeda-beda, misalnya di bengkel resmi ratusan ribu dan bengkel pinggir jalan mulai Rp30 ribuan. Anda yang ingin menggantinya sendiri bisa membeli produk oli terlebih dahulu di bengkel.

Di luar ongkos penggantian, pengguna motor juga harus membeli produk oli yang dipasarkan.

Hal ini dilaksanakan demi mempertahankan kesehatan kendaran dan umurnya.

Baca juga artikel terkait GEARBOX atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Otomotif
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Ibnu Azis