Menuju konten utama

Gibran Respons Kabinet Bayangan Bentukan Masyarakat Sipil

Gibran respons Kabinet Bayangan yang diinisiasi oleh sejumlah tokoh masyarakat sipil dan hormati setiap hasil survei, kajian, maupun analisis.

Gibran Respons Kabinet Bayangan Bentukan Masyarakat Sipil
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) bersama mahasiswa berjalan menuju pesawat kepresidenan untuk mengikuti kunjungan kerja di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Wapres mengajak perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Universitas Pelita Harapan, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi pembentukan Kabinet Bayangan yang diinisiasi oleh sejumlah tokoh masyarakat sipil.

Menurut Gibran, ia menghormati setiap hasil survei, kajian, maupun analisis yang disampaikan oleh lembaga-lembaga yang kredibel.

Oleh karenanya, ia menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk salah satunya dengan pembentukan Kabinet Bayangan.

“Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan,” kata Gibran dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (29/7/2026).

Bagi Gibran, dalam negara demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, memberikan kritik, dan ikut mengawal jalannya pemerintahan. Ia menyebut semua hal itu memang merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.

Gibran menegaskan, selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, ia memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan.

“Karena tugas pemerintah adalah bekerja dengan lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

“Dengan semangat itulah, kualitas tata kelola pemerintahan akan terus meningkat, demokrasi Indonesia akan semakin matang, dan kepercayaan publik dapat terus dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas,” sambungnya.

Baca juga artikel terkait GIBRAN RAKABUMING RAKA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana