tirto.id - Fraksi Partai Gerindra DPR RI memastikan kabar yang menyebut Ketua Fraksi Gerindra DPR, Budisatrio Djiwandono, yang meminta mengawasi pergerakan Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, itu hoaks. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi.
Menurut Bambang, isu tersebut berasal dari pembahasan di salah satu media dan tidak memiliki dasar yang jelas. Ia menekankan bahwa dalam setiap rapat Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, hadir dalam kapasitasnya sebagai ketua fraksi dan bukan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap wakil presiden.
“Dan terkait isu bahwa ada mengawasi itu saya pastikan itu hoaks ya tidak benar. Dan Mas Budi juga sudah membantah kepada media terkait,” kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan rapat-rapat Fraksi Gerindra rutin digelar dan dihadiri oleh pimpinan serta anggota fraksi. Dalam forum tersebut, Budisatrio Djiwandono biasanya memimpin jalannya rapat bersama jajaran pimpinan fraksi lainnya.
“Karena di ruang inilah setiap rapat fraksi kami lakukan dengan seluruh anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra. Jadi dalam rapat setiap rapat fraksi kita selalu dihadiri oleh seluruh pimpinan, Pak Andre, ada juga beberapa teman-teman juga kan. Dan biasanya Mas Budi selaku ketua yang memimpin, saya juga mendampingi,” ujar Bambang.
Bambang juga menerangkan, rapat fraksi selama ini lebih banyak membahas evaluasi program pemerintah di daerah pemilihan masing-masing anggota DPR serta kondisi ekonomi masyarakat.
“Jadi, prinsipnya kita memang selalu adakan rapat fraksi setiap rutin setiap awal masa sidang atau penutupan masa sidang. Dan kita minta kepada seluruh anggota fraksi untuk memitigasi persoalan di daerah pemilihan terutama program-program pemerintah apakah sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, fraksi juga memantau ketersediaan kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
“Dan yang kedua terkait ketersediaan sembako ya. Karena kita harus melihat tingkat daya beli masyarakat masih terjaga atau enggak begitu. Itu saja sih sebenarnya begitu,” kata Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga meyakini bahwa Gibran tak memiliki keterkaitan dengan dugaan pendanaan aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang belakangan menjadi sorotan publik.
Bambang menilai tudingan yang menyeret nama Gibran masih sebatas pengakuan sepihak dan perlu dibuktikan melalui proses yang sedang berjalan.
“Kita tidak tahu ya itu soal itu. Ini kan baru pengakuan sepihak kan dari teman-teman mahasiswa Ketua BEM ya? Ketua BEM Fakultas Hukum UBK kan. Jadi, biarlah itu berproses kan,” kata Bambang.
Meski demikian, Bambang mengaku tidak percaya ada keterlibatan Gibran dalam perkara tersebut. Menurut dia, kemungkinan terdapat pihak lain yang terlibat, namun hal itu masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Tapi saya yakin tidak ada lah sangkut pautnya dengan Mas Gibran. Saya yakin mungkin ya ada pihak-pihak lain kita tidak tahu,” ujarnya.
Bambang menegaskan Fraksi Gerindra tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Oleh karena itu, ia meminta agar isu tersebut tidak digunakan untuk membangun narasi yang dapat memecah hubungan keduanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu tersebut untuk menimbulkan kesan adanya keretakan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.
“Jadi jangan sampai ini isu-isu ada upaya memecah belah dan membuat keretakan ataupun ingin membuat satu apa jurang pemisah lah antara Presiden dan Wakil Presiden,” tuturnya.
Menurut Bambang, hingga saat ini hubungan Prabowo dan Gibran tetap berjalan baik dan saling mendukung dalam menjalankan pemerintahan.
“Karena prinsipnya Presiden dan Wakil Presiden sampai saat-saat sekarang kami melihatnya sangat-sangat hubungannya sangat-sangat baik dan saling support satu sama lain begitu,” ujar dia.
Bambang juga merespons desakan sejumlah pihak, termasuk PDI Perjuangan (PDIP), yang meminta Gibran memberikan klarifikasi terkait dugaan pendanaan aksi mahasiswa tersebut. Menurut dia, tidak ada urgensi bagi Gibran untuk menanggapi isu yang masih belum terbukti.
“Ya saya pikir enggak lah kan bukan tugas Wapres kayak begitu. Saya pikir itu isu yang tidak perlu kita tanggapi ini lah, kan, terlalu ini,” kata Bambang.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































