tirto.id - Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 1.416 titik Jembatan Garuda atau jembatan perintis yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Melalui program ini anak-anak sekolah di daerah terpencil tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras demi menuntut ilmu.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, menjelaskan program Jembatan Garuda dibentuk berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025.
"Program jembatan perintis dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto menyusul banyaknya laporan, temuan, dan video mengenai anak-anak sekolah di daerah terpencil yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras karena tidak adanya jembatan yang layak," katanya dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan data Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat per 28 Juli 2026, program Jembatan Garuda menargetkan pembangunan 2.838 titik jembatan. Dari target tersebut, sebanyak 1.416 titik atau 49,9 persen telah selesai dibangun, sementara 1.422 titik lainnya masih dalam pengerjaan.
Rincian Progres Konstruksi dan Sebaran Wilayah Jembatan Garuda
Rincian progres pembangunan per jenis konstruksi menunjukkan jembatan armco mencatat persentase penyelesaian tertinggi dengan 80,4 persen dari 652 titik. Disusul jembatan bailey dengan 71,4 persen dari 112 titik, jembatan perintis 40,3 persen dari 828 titik, dan jembatan beton 32,7 persen dari 1.246 titik.
Dari sisi sebaran wilayah, Kodam Iskandar Muda di Aceh dan Kodam I/Bukit Barisan di Sumatera Utara mencatat jumlah titik terbanyak, masing-masing 341 dan 323 titik. Sementara itu, Kodam Jaya mencatat capaian persentase penyelesaian tertinggi dengan 87,1 persen, diikuti Kodam Teuku Umar dengan 77,6 persen.

Adapun, program ini telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan penduduk penerima manfaat mencapai 4.252.500 jiwa. Akses menuju 8.505 sekolah dan 4.250 fasilitas kesehatan turut diperlancar, serta 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar juga terhubung.
“Secara rata-rata, waktu tempuh masyarakat pada titik-titik yang telah tersambung jembatan berkurang antara 45 hingga 50 menit,” katanya.
Strategi Ketahanan Pangan: Kebut Pembangunan 15 Bendungan

Selain program Jembatan Garuda, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang sektor pertanian melalui pembangunan bendungan dan jaringan irigasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Tanpa dukungan bendungan dan irigasi yang memadai, banyak wilayah pertanian masih mengandalkan pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan musim termasuk ancaman kekeringan saat El Nino maupun banjir curah hujan tinggi," ucap Kurnia.
Sesuai instruksi Presiden Prabowo, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun 15 bendungan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga 2029 sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
Pada 10 Juli tahun 2026, Presiden Prabowo meresmikan secara serentak pembangunan lima bendungan di empat provinsi berbeda yaitu Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Jelantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh.
Pembangunan kelima bendungan ini dimulai pada waktu yang berbeda-beda sejak tahun 2015, 2018, hingga 2019 sebelum akhirnya diselesaikan dan diresmikan pada tahun ini.
Sebaran Lokasi Mega Proyek Bendungan di Indonesia
Menurut data Kementerian PU per 21 Juli 2026, saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi dan 15 bendungan yang masih dalam pembangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp32,8 triliun. Ke-15 bendungan yang dalam proses pembangunan tersebar di 10 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Maluku.
Secara total, ke-15 bendungan ini diproyeksikan menampung air lebih dari 1 miliar meter kubik dan menyuplai kebutuhan irigasi untuk lebih dari 200.000 hektar lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.
“Saat ini ratusan bendungan yang ada turut menjadi salah satu infrastruktur yang disiagakan pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau yang disebabkan fenomena El Nino,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































