tirto.id - Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Wibi Andrino, membantah isu merger partainya dengan Gerindra imbas kesulitan keuangan yang dialami oleh Surya Paloh beserta perusahaannya.
"Terkait isu tersebut, saya tegaskan bahwa tidak benar kondisi bisnis Bapak Surya Paloh sedang sulit hingga harus dikaitkan dengan wacana merger partai," kata Wibi saat dihubungi Tirto, Selasa (14/4/2026).
Wibi menegaskan, narasi yang dituliskan Majalah Tempo terkait isu masalah keuangan hingga merger partai tidak memiliki dasar dan merupakan bentuk penggiringan isu.
"Itu narasi spekulatif yang tidak berdasar dan cenderung digiring," terangnya.
Menurutnya, Nasdem hingga saat ini masih solid dan setiap keputusan partai tersebut selalu didasarkan pada kepentingan masyarakat. Ia juga membantah jika ada keputusan politik yang didasarkan pada tekanan ekonomi ataupun kepentingan lainnya.
"Partai NasDem tetap solid, independen, dan setiap keputusan politik didasarkan pada kepentingan bangsa, bukan tekanan ekonomi atau bisnis pribadi," ujarnya.
Di sisi lain, Wibi juga mengkritik mengenai penggambaran Majalah Tempo terhadap Surya Paloh yang menurutnya bias. Dia berharap kritik bermula dari substansi bukan penggiringan opini terhadap subjek tokoh tertentu.
"Sosok Bapak Surya Paloh adalah bagian dari ruang publik yang terbuka terhadap kritik. Namun, kritik yang dibangun seharusnya berangkat dari substansi, bukan framing visual yang berpotensi merendahkan," ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan internal terkait wacana fusi dengan Partai Gerindra. Hal ini dalam menanggapi isu adanya wacana penggabungan atau fusi Partai Nasdem dan Gerindra.
Saan mengaku baru mengetahui isu tersebut dari ruang publik. Ia menyebut wacana fusi tersebut belum pernah dibahas secara serius di internal partainya. “Kita bahkan belum (membahas di internal), belum ada hal yang khusus terkait dengan fusi itu. Dan saya yakin di tempat lain juga sama,” kata Saan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Penulis: Irfan Amin
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































