Menuju konten utama

Begini Respons NasDem dan PKS soal Wacana Prabowo Dua Periode

Wakil Ketua Umum Partai NasDem menilai wacana ini hal yang wajar, apalagi dengan hasil survei Indikator terbaru terkait approval rating Prabowo.

Begini Respons NasDem dan PKS soal Wacana Prabowo Dua Periode
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/2/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, merespons soal wacana Prabowo dua periode. Ia menilai wacana ini hal yang wajar, dan mengaitkan fenomena ini dengan hasil survei terbaru yang menunjukkan apresiasi tinggi masyarakat terhadap kinerja Presiden.

Perlu diketahui, survei terbaru Indikator Politik Indonesia mendapati sebanyak 79,9 persen responden puas dengan kinerja 17 bulan Prabowo memimpin.

"Kalau kita lihat hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan publik terhadap Pak Prabowo, angkanya mencapai 80 persen (79,9 persen). Tingkat kepuasan tersebut sangat tinggi. Jadi, wajar jika muncul wacana yang mengusulkan beliau untuk dua periode,” ujar Saan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Terkait usulan internal partai lain yang ingin memasangkan Zulkifli Hasan dengan Prabowo pada 2029, Saan menegaskan bahwa NasDem menghargai dinamika tersebut. Namun, NasDem sendiri belum memberikan sikap final mengenai dukungan dua periode karena masih fokus pada kesuksesan pemerintahan saat ini.

“Nanti akan kita bicarakan di internal. Saat ini, NasDem adalah bagian dari koalisi pemerintahan Pak Prabowo. NasDem tentu memiliki kepentingan dan tanggung jawab agar periode kepemimpinan Pak Prabowo ini bisa berjalan dengan sukses dan berhasil,” lanjut Saan.

Saan menekankan bahwa fokus utama NasDem saat ini adalah memastikan agenda strategis Presiden terealisasi.

“NasDem berada dalam posisi mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Prabowo sampai akhir masa jabatannya nanti. Hal-hal lainnya akan kita ikuti perkembangannya, tetapi fokus dan tanggung jawab NasDem saat ini adalah menyukseskan Pak Prabowo,” tegas Saan.

Saat ditanya apakah lebih baik Prabowo tetap dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka, Saan enggan menjawab detail. “Ah, itu nanti masih…” pungkasnya.

Senada dengan NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan komitmennya untuk mengawal pemerintahan Prabowo hingga tuntas. Namun, terkait Pilpres 2029, PKS menegaskan belum melakukan pembahasan resmi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Muhammad Kholid, menyatakan bahwa keputusan strategis terkait kepemimpinan nasional berada di tangan Majelis Syuro.

“PKS berkomitmen mendukung penuh keberhasilan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029. Itu adalah mandat dari Majelis Syuro yang memiliki tugas, memiliki kewenangan untuk menentukan tersebut,” ungkap Kholid.

Mengenai langkah partai lain yang sudah menyatakan dukungan dua periode meskipun belum ada kesepakatan soal posisi cawapres, Kholid mengaku pihaknya sangat menghormati mekanisme internal masing-masing partai. Namun bagi PKS, pembicaraan 2029 dianggap belum mendesak.

“Kan ini bukan cepet-cepetan. Ini bukan cepet-cepetan. Jadi ya kita akan ikutin aja proses internal organisasi kita. Masih berapa tahun lagi sih?” kata Kholid menanggapi pertanyaan apakah dukungan tersebut terkesan terburu-buru.

Kholid juga menanggapi positif terkait approval rating Presiden Prabowo yang mencapai 80 persen. Menurutnya, kepuasan publik yang tinggi menjadi motivasi bagi koalisi untuk terus bekerja.

“Kami sebagai bagian koalisi tentu senang dengan approval rating Presiden Prabowo yang cukup tinggi. Artinya kepuasan publik juga sangat baik. Tentu baik ada approval rating atau tidak ada approval rating, kami berkomitmen sama-sama dengan pemerintahan untuk bisa menyukseskan program-program dari pemerintahan Pak Prabowo tersebut,” jawab Kholid.

Hingga saat ini, PKS memilih untuk menunggu hasil musyawarah Majelis Syuro sebelum mengambil langkah politik terkait Pilpres mendatang. Bagi PKS, kata Kholid, yang terpenting saat ini adalah memastikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sukses hingga akhir masa jabatan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyerukan Prabowo Subianto menjadi presiden dua periode saat menutup pidatonya dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Muzani meminta seruan tersebut diikuti oleh seluruh kader Partai Gerindra yang hadir di acara tersebut. Mereka pun mengikuti seruan dari Muzani tersebut sambil mengangkat tangan.

"Kalau saya mengatakan Gerindra jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode," kata Muzani, dilansir dari Antara.

Dalam pidatonya, Muzani meyakinkan kepada para kader Gerindra untuk terus mendukung Prabowo sebagai presiden di periode berikutnya. Menurut dia, dukungan itu akan membawa kebaikan bagi Indonesia ke depannya.

Baca juga artikel terkait NASDEM atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty