tirto.id - Tujuh warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (1/8/2026) waktu setempat. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan juga menghancurkan gudang penyimpanan obat-obatan yang terhubung dengan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah.
Dilansir dari Al Jazeera, gudang tersebut disebut menjadi salah satu jalur vital penyimpanan pasokan medis bagi wilayah Gaza. Para pejabat kesehatan setempat menyebut kerusakan fasilitas itu sebagai pukulan besar terhadap layanan kesehatan yang telah lama tertekan akibat konflik.
Kantor berita Palestina Wafa, mengutip Rumah Sakit al-Shifa, melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak (drone) Israel di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza, menewaskan dua orang. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit al-Shifa bersama sejumlah warga lain yang mengalami luka-luka.
Sumber rumah sakit juga mengatakan kepada Al Jazeera Arabic bahwa satu warga Palestina tewas akibat serangan drone di Deir el-Balah. Di lokasi lain, seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah serangan menghantam sebuah tenda di dekat sekolah di kawasan al-Mawasi, sebelah utara Khan Younis.
Serangan drone Israel juga dilaporkan menghantam atap sebuah rumah di kawasan al-Reis, selatan Kota Gaza, yang menewaskan dua orang. Sementara itu, satu warga lainnya tewas dan beberapa orang terluka dalam serangan udara di Jalan al-Thalatini, Kota Gaza, menurut layanan darurat setempat.
Dalam insiden terpisah, serangan yang terjadi pada malam sebelumnya menghancurkan gudang penyimpanan obat-obatan yang terhubung dengan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina, dr. Munir al-Bursh, mengatakan kerugian akibat serangan tersebut sangat besar.
"Ketika pendudukan memerangi rakyat dengan menghancurkan obat-obatan dan mencegah masuknya pasokan obat, mereka menjadikan obat-obatan dan penyakit itu sendiri sebagai alat perang," kata al-Bursh kepada Al Jazeera.
Kementerian Kesehatan Gaza, yang mengelola rumah-rumah sakit di wilayah itu, menyatakan dua dari empat gudang penyimpanan obat hancur total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan berat. Kementerian menyebut serangan tersebut sebagai "kejahatan keji" dan mendesak adanya intervensi internasional untuk melindungi fasilitas kesehatan.
Koresponden Al Jazeera, Moath al-Kahlout, yang mengunjungi lokasi serangan mengatakan militer Israel, mengeluarkan perintah evakuasi sekitar 15 menit sebelum menggempur fasilitas tersebut. Ia melaporkan ledakan meninggalkan kawah besar di area gudang.
Menurut al-Kahlout, tempat penampungan sementara dan tenda-tenda yang dihuni warga pengungsi di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.
"Bagi mereka, penderitaan yang lebih berat masih akan datang karena mereka harus memulai lagi perjalanan pengungsian," ujarnya.
Juru bicara Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa serangan itu menghancurkan persediaan cairan infus, obat-obatan, serta berbagai perlengkapan medis yang digunakan untuk layanan cuci darah dan perawatan intensif.
Sejumlah saksi mata juga melaporkan tenda-tenda yang menampung keluarga pengungsi di sekitar rumah sakit ikut terbakar akibat serangan tersebut.
Sementara itu, koresponden Al Jazeera di Gaza, Hani Mahmoud, mengatakan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa merupakan salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan di Gaza bagian tengah yang masih mampu menangani pasien dalam jumlah besar.
Rumah sakit tersebut menjadi rujukan utama bagi warga yang mengungsi setelah berbulan-bulan perang menyebabkan sistem layanan kesehatan di Gaza semakin terpuruk.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























