tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi senilai lebih dari Rp8 triliun sebagai bagian dari langkah stabilisasi pasar keuangan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Mungkin 8 triliun lebih yang di obligasi, ya. Tapi itu yang nggak boleh diomongin, ya. Nggak apa-apa, biar Anda tahu, saya intervensi sedikit," katanya usai Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (4/6/2026).
Langkah tersebut ditempuh di tengah pelemahan rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah perdagangan mata uang Garuda.
Menurut Purbaya, intervensi melalui pasar obligasi turut membantu menjaga stabilitas pasar surat utang pemerintah. Hal itu tercermin dari yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang masih bertahan di kisaran 6,7 persen meskipun tekanan di pasar keuangan meningkat.
"Saya intervensi sedikit. Terus 10 tahun relatif stabil," katanya.
Pada perdagangan Kamis pagi (4/6/2026), nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah ke level Rp18.014 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 48 poin atau 0,27 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yen Jepang (JPY) menguat 0,11 persen, dolar Hong Kong (HKD) naik 0,03 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,02 persen, dan won Korea Selatan (KRW) naik 0,33 persen. Sementara itu, dolar Taiwan (TWD) melemah 0,15 persen.
Mata uang Asia lainnya juga bergerak campuran. Peso Filipina (PHP) menguat 0,22 persen, yuan China (CNY) naik 0,05 persen, dan baht Thailand (THB) menguat 0,10 persen. Di sisi lain, rupee India (INR) melemah 0,46 persen dan ringgit Malaysia (MYR) turun 0,31 persen.
Pergerakan mata uang Eropa terhadap dolar AS juga menunjukkan tren yang beragam. Euro (EUR) melemah 0,09 persen dan pound sterling (GBP) turun 0,04 persen. Sebaliknya, franc Swiss (CHF) menguat 0,16 persen, krona Swedia (SEK) naik 0,20 persen, dan krona Denmark (DKK) menguat 0,09 persen.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































