Menuju konten utama

Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun

Pemerintah telah menyiapkan skenario anggaran dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata mencapai 100 dolar AS per barel.

Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Pemerintah telah menyiapkan skenario anggaran dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata mencapai 100 dolar AS per barel.

“Saya ingin memastikan, masyarakat tidak usah khawatir. Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak 100 dolar per barel sampai akhir tahun,” ujar Purbaya saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Pernyataan Purbaya ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang selama ini khawatir subsidi BBM akan habis di pertengahan tahun.

“Yang saya takut, ada beredar di bulan 2 sudah habis, 2 minggu sudah habis. Paling bulan Juli naik, nanti bulan Juli ada huru-hara. Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun,” ucapnya.

Purbaya menjelaskan, Kementerian Keuangan rutin melakukan simulasi terhadap fluktuasi harga minyak. Setiap kenaikan harga, mulai dari level 80, 90, hingga 100 dolar per barel, telah dihitung dampaknya terhadap APBN beserta skema mitigasinya.

“Seandainya harga minyak naik tinggi sekali, tidak terkendali, kita masih punya SAL (Sisa Anggaran Lebih) yang sekarang meningkat sampai Rp420 triliun. Itu merupakan bantalan tersendiri,” jelasnya.

Dengan berbagai skenario yang telah disiapkan, pemerintah memastikan rasio defisit APBN tetap terkendali di bawah 3 persen terhadap PDB, tepatnya 2,92 persen. “Sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata 100, aman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sektor energi memberikan kontribusi pendapatan tambahan. “Pak Menteri ESDM menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan batubara di pasar dunia. Jadi bantalan kita berlapis-lapis,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan jaminan harga BBM tidak naik ini hanya berlaku untuk jenis BBM bersubsidi yang masuk dalam anggaran negara. “Kalau yang tidak bersubsidi, bukan hitungan kita. Saya tidak ada di anggaran juga. Untuk yang subsidi sampai akhir tahun aman,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana