Menuju konten utama

Purbaya Jamin Defisit APBN Aman Meski Pajak 2025 akan Shortfall

Hingga akhir Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp1.459 triliun atau 70,2 persen dari target outlook tahunan.

Purbaya Jamin Defisit APBN Aman Meski Pajak 2025 akan Shortfall
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). Dalam rapat tersebut Purbaya mengungkapkan deretan modus para eksportir yang melakukan penyelundupan komoditas ekspor yang selama ini dikenakan bea keluar oleh pemerintah seperti sawit, kayu kulit, biji kakao, tembaga, hingga bauksit. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menggencarkan upaya mengejar target penerimaan pajak tahun ini menyusul realisasi yang masih tertinggal.

Hingga akhir Oktober 2025, realisasi baru mencapai Rp1.459 triliun atau 70,2 persen dari target outlook tahunan. Purbaya menegaskan akan mengoptimalkan seluruh potensi penerimaan dalam tiga pekan terakhir tahun ini.

“Kita akan optimalkan, harusnya sampai akhir tahun defisitnya masih aman, jadi nggak usah takut,” kata Purbaya usai menghadiri acara Bimtek Partai Golkar di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia memastikan seluruh potensi penerimaan akan digarap tanpa kecuali, termasuk dengan penanganan under-invoicing atau pengoptimalan RKAB tambang.

“Nanti akan di-address. Semua potensi akan kita gali,” tuturnya.

Kabarnya, instruksi khusus telah dikeluarkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada seluruh jajarannya untuk mengejar kekurangan pajak. Dalam instruksi itu, target penerimaan pajak diubah dari Rp2.076,9 triliun menjadi Rp2.005 triliun.

Namun, dalam rapat internal akhir Oktober, jajaran kantor wilayah DJP hanya berkomitmen mencapai Rp1.947,2 triliun. Dengan kata lain masih terdapat selisih Rp57,8 triliun dari target.

Dengan sisa waktu sekitar 20 hari, otoritas pajak berencana menyisir potensi dari beragam sektor, mulai dari pajak orang kaya, industri sawit, hingga penagihan tunggakan di sektor batu bara.

Di sisi lain, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun simulasi dampak realisasi pajak terhadap defisit.

Ia mengingatkan, jika realisasi hanya mencapai 90 persen dari target, defisit bisa melebar hingga 3,39 persen terhadap PDB. Bahkan, pada level 85 persen, defisit diproyeksikan mencapai 3,92 persen.

“Ini mengkhawatirkan, sementara tadi penerimaan kita baru 70,2 persen terhadap outlook. Saya khawatirnya di defisit. Ini yang mengkhawatirkan,” ujar Misbakhun dalam rapat dengan DJP, Senin (24/11/2025).

Padahal, UU Keuangan Negara membatasi defisit APBN maksimal 3 persen terhadap PDB, sementara outlook defisit semester I/2025 berada di level 2,78 persen.

Misbakhun mempertanyakan langkah strategis pemerintah, baik rutin maupun ekstra, untuk memastikan target pajak tercapai. “Sehingga kita tidak selalu terikat dengan utang yang selalu bergulir,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana