tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani mengaku baru pulang dari lawatannya ke sejumlah negara, termasuk Singapura, Cina, Korea dan Jepang. Dalam lawatan tersebut, khususnya dari Jepang dan Korea Selatan, Indonesia berhasil membawa pulang komitmen investasi lebih dari 40 miliar dolar Amerika Serikat (AS), yakni 30 miliar dolar AS dari Jepang dan 10 miliar dolar AS dari Korea Selatan.
"Angkanya saya lupa nih, karena saya sudah muter-muter negara beberapa banyak, tapi cukup signifikan kok. Kalau yang di Jepang kalau enggak salah itu hampir 30 miliar dolar lebih ya. 30 miliar dolar lebih. Yang di Korea itu waktu itu mencapai hampir 10 miliar dolar. 10 miliar dolar lebih juga," ujar dia kepada awak media, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Rosan mengaku, dalam lawatan ke sejumlah negara tersebut, pemerintah Indonesia menyempatkan bertemu 100 pengusaha, dengan setidaknya 12 pengusaha mendapatkan kesempatan langsung untuk bertatap muka dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Kemudian juga bersama-sama dengan Pak Presiden ke Korea, ke Jepang, dan dalam setiap acara itu, pada saat mendampingi Pak Presiden, pasti ada acara bertemu dengan dunia usahanya, dengan para pengusahanya, baik dalam skala besar, dalam market katakan lebih dari 100 orang, maupun yang lebih kecil kurang lebih itu biasanya 12 orang yang Pak Presiden temuin langsung," kata dia.
Sementara itu, berkaca dari komitmen investasi yang dibawa pulang dari lawatan dan juga realisasi investasi yang berhasil dicapai Indonesia pada kuartal I 2026, Rosan menilai bahwa minat investasi dari investor global tetap besar di tengah kondisi global sedang dilanda ketidakpastian imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
"Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi ya, masih sangat-sangat baik ya dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan. Walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan," tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Rosan juga menyampaikan investasi yang masuk ke Indonesia sudah mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun pada tiga bulan pertama 2026. “Dan itu adalah peningkatan 7,22 persen year-on-year-nya (secara tahunan/yoy),” ujar dia kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Pada saat yang sama, investasi yang masuk telah berkontribusi terhadap 706.569 orang tenaga kerja, naik 18,93 persen secara tahunan. Jika dirinci, investasi yang masuk 49,89 persen di antaranya merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sedangkan sisanya atau sekitar Rp249,94 triliun merupakan penanaman modal asing (PMA).
“Komposisinya itu luar Jawanya kurang lebih 50,37 persen dan Jawanya itu 49,63 persen atau Rp247,53 triliun,” tambahnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




































