tirto.id - Puasa Katolik Rabu Abu adalah salah satu puasa wajib masa Prapaskah bagi umat Katolik. Selain pada Rabu Abu, umat Katolik juga wajib berpuasa pada saat Jumat Agung.
Umat Katolik mengawali masa Prapaskah pada hari Rabu Abu. Masa Prapaskah ini menjadi momen untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah dengan cara berdoa, bertobat dan melakukan berbagai amal kasih, hidup sederhana serta melakukan penyangkalan diri.
Salah satu wujud dari pertobatan dan penyangkalan diri pada masa Prapaskah ini adalah dengan mengamalkan laku puasa dan berpantang selama 40 hari. Namun, ada beberapa ketentuan pantang dan puasa Katolik yang perlu dicermati oleh umat.
Apakah Rabu Abu Wajib Berpuasa?
Sebenarnya tidak seluruh umat Katolik wajib berpuasa dan berpantang di masa Prapaskah selama 40 hari tersebut. Gereja Katolik sendiri sudah menyusun aturan yang cukup jelas perihal puasa dan pantang ini.
Hari-hari wajib berpuasa dan pantang yang perlu dijalani umat Katolik adalah menurut laman Iman Katolik adalah saat Rabu Abu dan Jumat Agung. Jadi, selama masa Prapaskah, kewajiban berpuasa bagi umat Katolik hanya dua hari saja.
Lantas apa tata cara puasa Rabu Abu? Menurut aturan Gereja Katolik, yang wajib berpuasa dan pantang saat Rabu Abu dan Jumat Agung adalah semua orang beriman yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.
Sementara umat Katolik yang berusia minimal 14 tahun ke atas, hanya diwajibkan untuk berpantang. Untuk tahun 2025 ini, kapan puasa Rabu Abu akan berlangsung?
Sebagai informasi, untuk tahun 2025 ini, puasa Katolik Rabu Abu akan berlangsung pada 5 Maret 2025. Kemudian, puasa Jumat Agung akan berlangsung pada 18 April 2025, dan hari Raya Paskah sendiri akan berlangsung pada 20 April 2025.
Puasa dan Pantangan Rabu Abu
Puasa dan pantang Rabu Abu, khususnya pantang dan puasa Katolik memiliki aturan yang cukup jelas. Bagi umat Katolik pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, saat memperingati sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus.
Peraturan pantang mewajibkan umat Katolik yang sudah genap berumur 14 tahun. Sedangkan peraturan puasa mewajibkan semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke-60.
Gereja Katolik menyebutkan puasa itu berarti makan kenyang hanya satu kali dalam sehari. Namun, bagi yang terbiasa makan tiga kali sehari, dapat memilih untuk melakukan beberapa hal ini:
- kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau
- tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau
- tak kenyang, tak kenyang, kenyang
Sementara itu untuk pantang, Gereja Katolik menyebutkan sejumlah aturan berpantang seperti dibawah ini:
- pantang daging, dan atau
- pantang rokok, dan atau
- pantang garam, dan atau
- pantang gula dan semua manisan seperti permen, dan atau
- pantang hiburan seperti radio, televisi, bioskop, film.
Jadi, bila ada pertanyaan apakah puasa Katolik boleh minum, maka hal itu bisa dijawab dengan bahwa puasa Katolik Rabu Abu itu tidak makan dan minum selama sehari. Namun, aturan itu tidak secara tegas melarang segala jenis minuman.
Tata Cara Puasa Rabu Abu
Untuk tata cara puasa Rabu Abu juga sudah diatur oleh Gereja Katolik. Umat Katolik yang sudah memenuhi persyaratan, wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat sampai Jumat Suci atau Jumat Agung.
Jadi, berapa lama puasa Rabu Abu? Puasa Rabu Abu Katolik ini hanya berjalan selama satu hari namun untuk puasa dalam masa Prapaskah umat Katolik wajib berpuasa dan pantang selama 7 hari.
Walaupun demikian, karena aturan dari Gereja Katolik begitu ringan, kewajiban berpuasa dan pantang ini bisa ditambah oleh masing-masing pribadi, keluarga ataupun kelompok.
Agar lebih jelas, berikut ini arti puasa dan pantang menurut Gereja Katolik sebagaimana dirujuk dari laman Iman Katolik:
Puasa adalah tindakan sukarela tidak makan atau tidak minum seluruhnya. Artinya, umat Katolik sama sekali tidak makan atau minum apapun atau sebagian. Ini juga bisa berarti umat Katolik bisa mengurangi makan atau minum.
Secara kejiwaan, puasa bagi umat Katolik adalah memurnikan hati dan belajar untuk memusatkan perhatian saat bersemadi ataupun berdoa. Selain itu, puasa bagi umat Katolik juga bisa merupakan korban atau persembahan.
Puasa juga menjadi cara bagi umat Katolik untuk menata hidup dan tingkah laku rohaninya. Dengan berpuasa, umat Katolik menyatakan rasa laparnya akan Tuhan. Umat Katolik juga dilatih untuk mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan.
Pada akhirnya, dengan berpuasa, umat Katolik akan belajar untuk mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.
Puasa juga menjadi sarana bagi umat Katolik untuk menemukan diri yang sebenarnya sehingga dapat membangun pribadi yang selaras. Puasa juga akhirnya menjadi sarana untuk membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi.
Itulah sebabnya, puasa Katolik selalu terlaksana bersamaan dengan doa dan pelaksanaan derma. Derma ini terwujud dalam Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Sabda Tuhan Tentang Puasa dan Pantangan Rabu Abu
Sebagai umat Kristiani, setiap langkah dan jalan yang ditempuh tentu harus mengikuti apa yang sudah disabdakan oleh Tuhan, salah satunya perilhal puasa dan pantang Rabu Abu.
Sabda Tuhan yang menjadi dasar dari pantang dan puasa Katolik Rabu ini adalah berikut ini:
Yesaya 58: 6-10
6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki,
ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman,
dan melepaskan tali-tali kuk,
supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya
dan mematahkan setiap kuk,
7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar
dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah,
dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian
dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar
dan lukamu akan pulih dengan segera;
kebenaran menjadi barisan depanmu
dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu.
9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab,
engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!
Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu
dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri
dan memuaskan hati orang yang tertindas
maka terangmu akan terbit dalam gelap
dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari
Dalam kotbah di bukit, Yesus juga sempat bersabda tentang puasa. Hal berpuasa yang diutarakan oleh Yesus ini tertulis dalam Matius 6:16-18
16 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Demikianlah uraian perihal aturan pantang dan puasa Rabu Abu Katolik. Dengan mencermati aturan pantang dan puasa ini, umat Katolik yang sudah memenuhi syarat bisa menjalani ibadah Prapaskah dengan baik. Pada akhirnya, umat beriman bisa siap secara lahir batin untuk menyambut hari Paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus.
Editor: Lucia Dianawuri & Yulaika Ramadhani