Menuju konten utama

Contoh Soal IRR, Penjelasan, dan Rumus Cara Menghitungnya

Simak penjelasan apa itu Internal Rate of Return, fungsi IRR dalam perhitungan investasi, lengkap dengan rumus dan contoh soal serta jawabannya.

Contoh Soal IRR, Penjelasan, dan Rumus Cara Menghitungnya
ilustrasi mengelola keuangan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Internal Rate of Return (IRR) adalah salah satu metode dalam menganalisis kelayakan efisiensi dari sebuah investasi. Berikut adalah cara cara menghitung IRR, contoh soal, dan jawabannya.

IRR didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang membuat nilai kini bersih atau Net Present Value (NPV) dari seluruh arus kas investasi sama dengan nol. IRR menunjukkan persentase keuntungan riil yang dapat dihasilkan proyek berdasarkan proyeksi arus kasnya. Semakin tinggi nilai IRR, semakin menarik dan menguntungkan suatu investasi untuk dijalankan.

Dalam praktiknya, IRR digunakan sebagai alat pembanding antara tingkat pengembalian investasi dengan biaya modal atau cost of capital. Prinsipnya adalah, jika nilai IRR lebih tinggi dari cost of capital, maka proyek tersebut dianggap layak karena memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan biaya dana yang digunakan.

Sebaliknya, jika IRR lebih rendah, maka proyek tersebut berpotensi merugikan dan kurang layak dijalankan. Perbandingan ini penting terutama dalam perusahaan yang harus memilih satu atau beberapa proyek dari banyak alternatif dengan keterbatasan sumber daya.

Fungsi Internal Rate of Return (IRR)

IRR memiliki beberapa fungsi utama dalam analisis bisnis dan keuangan, yaitu:

  • IRR membantu manajemen dalam memutuskan apakah sebuah proyek investasi patut dilakukan.
  • IRR berfungsi sebagai alat evaluasi untuk membandingkan berbagai proyek dengan karakteristik arus kas yang berbeda.
  • IRR memberikan gambaran jangka panjang tentang potensi keuntungan sehingga membantu perusahaan atau investor menyusun strategi pembiayaan yang lebih tepat.
Karena sifatnya yang berbentuk persentase, IRR juga memudahkan proses perbandingan lintas sektor, ukuran proyek, maupun periode investasi.

Meskipun demikian, metode IRR memiliki keterbatasan tertentu. IRR dapat menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan apabila suatu proyek memiliki arus kas yang fluktuatif atau berubah tanda berkali-kali antara positif dan negatif. Hal ini dapat menyebabkan munculnya lebih dari satu nilai IRR (multiple IRR).

Selain itu, IRR terkadang tidak cocok untuk membandingkan proyek dengan skala investasi berbeda, karena persentase pengembaliannya belum tentu mencerminkan besarnya nilai keuntungan absolut. Dalam kondisi seperti ini, metode lain seperti NPV tetap diperlukan untuk menghasilkan keputusan yang lebih akurat.

Rumus IRR

Melalui rumus dan cara menghitung IRR, Anda bisa mendapatkan Net Present Value atau NPV bernilai nol. Untuk mendapatkan hasil akhir IRR, Anda harus mencari discount rate yang menghasilkan nilai NPV positif.

Adapun rumus perhitungan IRR adalah sebagai berikut:

IRR = i1 + NPV1 - NPV2 i2 - i1

Di mana:

  • IRR = internal rate of return
  • I1 = tingkat diskonto yang menghasilkan NPV positif
  • I2 = tingkat diskonto dengan NPV negatif
  • NPV 1 = net present value positif
  • NPV 2 = net present value negatif

Contoh Soal dan Perhitungan IRR

Untuk memudahkan penjelasan mengenai IRR, berikut adalah contoh soal mengenai perhitungan IRR lengkap dengan langkah dan jawaabannya:

Suatu pabrik mempertimbangkan usulan investasi sebesar Rp130.000.000 tanpa nilai sisa dapat menghasilkan arus kas per tahun Rp21.000.000 selama 6 tahun. Diasumsikan RRR (required rate of return) sebesar 13 %, maka hitunglah IRR !!

Pembahasan :

Dicoba dengan faktor diskonto 10 %...

  • NPV = (Arus kas x Faktor Diskonto) - Investasi Awal
  • NPV = (21.000.000 x 5.8979) - 130.000.000
  • NPV = Rp 659.000,00
Dicoba dengan faktor diskonto 12 %

  • NPV = (Arus kas x Faktor Diskonto) - Investasi Awal
  • NPV = (21.000.000 x 5,7849 ) - 130.000.000
  • NPV = RP -6.649.000,00
Karena NPV mendekati nol, yaitu Rp. 659.000,00 dan Rp.6.649.000, artinya tingkat diskonto antara 10% sampai 12%. Untuk menentukan ketepatannya, dilakukan Interpolasi sebagai berikut:

  • Selisih bunga: 2 persen
  • Selisih PV: 130.659.000 - 123.351.000 = 7.308.000
  • Selisih PV dengan OI: 130.659.000 - 130.000.000
IRR = 10% + (659.000/7.308.000) x 2%

IRR = 10,18%

Kesimpulan : Proyek investasi sebaiknya ditolak, karena IRR < 13 %

Pembaca yang ingin mengakses artikel mengenai investas dapat membuka tautan yang ada di bawah ini:

Link Artikel tentang Investasi

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Wisnu Amri Hidayat

tirto.id - Edusains
Penulis: Wisnu Amri Hidayat
Editor: Iswara N Raditya