Menuju konten utama

Pjs Dirut BEI: Manipulasi Harga di Pasar Modal Itu Kejahatan

Hendrik menilai setiap pihak yang melakukan manipulasi harga saham sama melakukan kejahatan di pasar modal.

Pjs Dirut BEI: Manipulasi Harga di Pasar Modal Itu Kejahatan
Acara Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Minggu (1/2/2026). tirto.id/ Qonita Azzahra

tirto.id - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan segala bentuk manipulasi harga di pasar modal merupakan tindakan kejahatan.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi berbagai dinamika pasar, termasuk fenomena kenaikan harga saham secara tajam yang kerap dikaitkan dengan istilah "saham gorengan".

Hendrik menekankan bahwa prinsip utama BEI adalah penegakan aturan. Ia menyatakan bahwa pelaku manipulasi tidak terbatas pada kelompok saham tertentu.

"Manipulasi pasar tidak melihat pada kelompok tertentu. Tetapi setiap pihak yang melakukan manipulasi harga di pasar, melakukan kejahatan pasar modal," ujar Hendrik, dikutip Senin (2/2/2026).

Di sisi lain, terkait pengunduran diri sejumlah direksi BEI pada Jumat pekan lalu, Hendrik menjelaskan bahwa transisi kepemimpinan sudah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. BEI telah merespons dengan menunjuk Pjs Dirut pada hari yang sama.

"Yang kami respon hanya pengunduran diri Dirut Bursa Efek Indonesia. Dan itu sudah dimitigasi ya, hari Jumat hari yang sama sudah dilakukan rapat direksi untuk menunjuk Pejabat Direktur Utama dan sudah disetujui oleh Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada OJK. Itu sesuai dengan mekanisme Anggaran Dasar perusahaan dan juga POJK 58," jelas Jeffrey.

Ia juga mengonfirmasi bahwa komitmen BEI dalam menjaga integritas pasar dan menindak tegas pelaku manipulasi akan menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ia menegaskan bahwa prinsip yang telah diungkapkan dalam wawancara tersebut akan menjadi bagian dari komunikasi BEI kepada para investor global.

"Apa yang tadi saya sampaikan adalah apa yang akan kami sampaikan kepada MSCI," tuturnya.

Adapun, ia dan sejumlah pihak terkait direncanakan akan bertemu dengan MSCI pada sore hari ini, Senin, untuk membahas poin-poin yang menjadi perhatian berkaitan dengan transparansi data pemegang saham dan peningkatan ambang batas free float.

"Jadi seluruh data yang diminta oleh MSCI akan kami buat menjadi data publik, itu akan bisa diakses di website Bursa Efek Indonesia," katanya.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto