tirto.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan uang primer (M0) adjusted pada Oktober 2025 tumbuh 14,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi Rp2.117,6 triliun. Laju pertumbuhan tersebut lebih lambat dari pertumbuhan uang primer adjusted di bulan sebelumnya yang mencapai 18,6 persen (yoy) atau senilai Rp2.152,4 triliun.
Meski begitu, uang primer adjusted Oktober 2025 masih lebih tinggi dari posisi Oktober 2024 yang hanya sebesar Rp1.851,5 triliun.
Sebagai informasi, Uang Primer (M0) adjusted uang yang diciptakan bank sentral yang terdiri dari dua komponen utama, uang kartal dan cadangan bank umum yang disimpan di Bank Indonesia.
Uang primer adjusted juga menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
“Uang Primer (M0) Adjusted pada Oktober 2025 tumbuh 14,4 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.117,6 triliun,” kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/11/2025).
Perkembangan posisi uang primer adjusted ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 27,1 persen (yoy) yang sebelumnya berada di posisi Rp693,7 triliun di Oktober 2024 menjadi Rp882,0 triliun. Meski begitu, posisi giro bank umum di Bank Indonesia adjusted Oktober 2025 turun dari bulan sebelumnya yang masih sebesar Rp923,2 triliun.
Selain itu, pertumbuhan uang primer adjusted Oktober 2025 juga dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,4 persen (yoy).
Pada posisi Oktober 2025, uang kartal yang diedarkan tercatat pada posisi Rp1.213,8 triliun, tumbuh dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp1.070,6 triliun, namun lebih rendah dari posisi September 2025 senilai Rp1.200,0 triliun.
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” tutup Denny.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































