Menuju konten utama

Pertamina Pastikan Impor Minyak dari Rusia Sudah Sesuai Aturan

Proses impor minyak Rusia ini juga sudah dilakukan sesuai peraturan dari Office of Foreign Assets Control (OFAC).

Pertamina Pastikan Impor Minyak dari Rusia Sudah Sesuai Aturan
petugas memeriksa salah satu pipa di kilang ru (unit pengolahan) v balikpapan, kalimantan timur, kamis (14/4). melalui program "refinery deveploment master plan", pertamina akan meningkatkan kapasitas kilang ru v dari 260 mbsd (ribu barel per hari) menjadi 360 mbsd. antara foto/hafidz mubarak a/16.

tirto.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mulai mengeksekusi impor minyak mentah (crude) dari Rusia. Impor minyak mentah tersebut diklaim sudah sesuai dengan prosedur berlaku.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, mengatakan pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendataan terkait kebutuhan minyak mentah untuk kilang-kilang perseroan dan pengadaannya melalui lelang terbuka. Hal itu termasuk untuk minyak mentah dari Rusia.

Dia mengatakan pengadaan minyak mentah untuk KPI dilakukan melalui proses tender dan telah dibuka sejak Mei 2024 lalu. Beberapa minyak asal Rusia juga telah masuk ke Indonesia. Meski begitu dia tidak merinci besaran volumenya.

“Jadi, semua lelang kebutuhan crude kita, kita publish untuk lelang. Termasuk, kalau crude Rusia, ada beberapa crude Rusia yang masuk,” katanya saat ditemui di sela-sela acara The 49th IPA Convention & Exhibition di Gedung ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (21/5/2025).

Taufik memastikan proses impor minyak Rusia ini juga sudah dilakukan sesuai peraturan dari Office of Foreign Assets Control (OFAC). OFAC adalah lembaga di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang mengelola dan menegakkan sanksi ekonomi dan perdagangan terhadap negara-negara hingga rezim yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, atau ekonomi Negeri Paman Sam.

Sanksi ini dapat berupa pemblokiran aset, pelarangan transaksi, atau pembatasan perdagangan tertentu. Belakangan, OFAC lah yang menjatuhkan sanksi untuk mengembargo impor minyak Rusia. Hal ini tak lepas dari langkah Rusia yang menginvasi Ukraina pada 2022 lalu.

"Kita juga akan ada sesuai dengan peraturan OPAC-nya, yang dari U.S. Nah, tetap harus ngikutin itu," ujar dia.

Selain itu, Taufik juga menjamin bahwa seluruh minyak mentah Rusia yang diimpor harus sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan dengan kilang-kilang yang ada di dalam negeri. Dia mengatakan mekanisme impor minyak Rusia itu nantinya dilakukan bukan untuk tangki penyimpanan, melainkan untuk serapan langsung ke kilang.

“Langsung refinery lah. Anda punya crude Rusia yang sesuai dengan kita, terus terdaftar di kilang, silahkan ikut tender. Tapi tetap tendernya berdasarkan kriteria tender yang disepakati,” katanya.

Baca juga artikel terkait IMPOR MINYAK atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra