Menuju konten utama

Indonesia Bakal Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah & Afrika

Sebagai gantinya pemerintah berencana membeli minyak mentah dari Amerika Serikat (AS).

Indonesia Bakal Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah & Afrika
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau pangkalan gas LPG 3 kg di kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (04/02/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan pihaknya akan mengurangi pembelian minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah serta Afrika. Adapun sebagai gantinya, kata Bahlil, pemerintah akan membeli minyak mentah dari AS.

"Sebagian dari middle east dan sebagain dari beberapa negara di Afrika, itu yang akan kita kurangi. Karena kita belinya barang dari sana, paling banyak dari sana," ucapnya di Istana Negara, Kamis (15/5/2025).

Kendati begitu, Bahlil belum mengungkapkan berapa banyak minyak mentah yang hendak dibeli dari AS. Hanya saja, ia memastikan pembelian ke AS untuk menjaga kerja sama dengan negara lain.

"Semuanya ini, sekarang, kita lagi mengatur formulasinya yang baik agar kemudian komitmen kita dengan pihak Amerika juga berjalan, tapi komitmen kita dengan negara-negara lain juga tetap tidak tertanggu," tuturnya.

Bahlil menyebutkan, pemerintah saat ini masih bernegosiasi dengan Pemerintah AS terkait implementasi pembelian minyak mentah.

"Sampai dengan hari ini masih negosiasi kita dengan tim Amerika. Kalau sudah selesai, baru kita mulai bicara tentang strategi implementasinya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia menemui pihak Pemerintah AS untuk membahas kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Hasilnya, pemerintah berencana terus membeli produk agrikultur hingga meningkatkan pembelian barang modal dari AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berujar, hasil pertemuan dengan pihak Pemerintah AS, Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari negara Paman Sam. Beberapa di antaranya, elpiji, minyak, dan bahan bakar minyak.

"Juga, Indonesia berencana untuk terus memberi produk agrikultur, antara lain gandum, soya bean, soya bean milk," ucapnya saat konferensi pers virtual, Jumat (18/4/2025).

"Dan juga Indonesia akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika," lanjut dia.

Airlangga menjamin pemerintah siap memfasilitasi perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Tanah Air. Pihaknya nanti akan mempermudah perizinan dan pemberian insentif untuk perusahaan AS di Indonesia.

Kepada pihak Pemerintah AS, Pemerintah RI juga menawarkan kerjasama terkait mineral serta mempermudah impor produk dari AS. Airlangga turut mendorong Pemerintah AS agar melakukan investasi di Tanah Air.

Baca juga artikel terkait BAHLIL atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra