Menuju konten utama

Pengertian Permainan Egrang, Sejarah, dan Aturannya

Berikut akan dijelaskan tentang pengertian permainan egrang, sejarah olahraga egrang dan aturan bermain egrang. Simak selengkapnya di artikel ini.

Pengertian Permainan Egrang, Sejarah, dan Aturannya
Ilustrasi gambar permainan egrang. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/Spt.

tirto.id - Permainan egrang merupakan salah satu warisan budaya yang masih dikenal hingga kini di berbagai daerah Indonesia. Permainan ini tak hanya menguji keseimbangan dan ketangkasan, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong serta keberanian anak-anak tempo dulu.

Permainan tradisional egrang diyakini sudah ada sejak masa kolonial. Egrang sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai salah satu permainan tradisional Indonesia yang tercatat dalam buku Javanese Kinder Spellen.

Selain keseruan yang ditawarkan, egrang juga memiliki aturan tersendiri yang perlu dipahami oleh para pemainnya. Aturan tersebut tak hanya menentukan siapa yang menang atau kalah, tetapi juga menjaga keselamatan selama permainan berlangsung.

Apa yang Dimaksud dengan Permainan Tradisional?

Permainan tradisional adalah kegiatan bermain yang diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya suatu daerah. Permainan ini biasanya dilakukan secara sederhana, tanpa alat modern, dan mengikuti aturan tak tertulis yang disepakati bersama. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal yang mencerminkan karakter masyarakat setempat.

Selain berfungsi sebagai hiburan, permainan tradisional juga menjadi sarana pendidikan sosial bagi anak-anak. Melalui permainan seperti congklak, engklek, atau petak umpet, mereka belajar bekerja sama, berpikir strategis, dan menghargai lawan.

Apa yang Dimaksud dengan Permainan Egrang?

Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang menggunakan dua batang bambu sebagai alat untuk berjalan di atas tanah. Pemain harus menjaga keseimbangan sambil melangkah tinggi, seolah menantang gravitasi.

Dahulu, egrang tak hanya dimainkan untuk hiburan, tapi juga membantu warga menyeberangi genangan air. Kini, permainan ini menjadi simbol ketangkasan dan warisan budaya yang terus dijaga di berbagai daerah.

Dari Mana Asal Daerah Permainan Egrang?

Sejarah permainan egrang menunjukkan bahwa permainan egrang merupakan permainan tradisional khas Indonesia yang juga digolongkan sebagai bagian olahraga tradisional. Permainan egrang berasal dari daerah Lampung dengan nama terompang pancung, meski egrang bisa ditemukan pada beberapa daerah lain di Indonesia.

Kata egrang memiliki beberapa arti, di daerah Jawa Barat (Pasundan) kata egrang disebut sebagai permainan jajangkungan atau jajangkungan. Jajangkungan berasal dari kata “jangkung” yang berarti tinggi.

Asal usul permainan egrang sendiri dipercaya telah ada sejak zaman dahulu sebagai salah satu hiburan tradisional untuk anak-anak, sekaligus melatih keseimbangan dan ketangkasan

Di provinsi Sumatera Barat, egrang disebut sebagai tengkak-tengkak, yang berarti pincang. Sedangkan dalam Bahasa Bengkulu, tengkak berarti sepatu yang terbuat dari bambu. Egrang juga dikenal di provinsi Kalimantan Selatan dengan sebutan batungkau.

Bagaimana Aturan dan Cara Memainkan Egrang?

Dalam permainan egrang sangat dibutuhkan keseimbangan yang tinggi, karena Teknik permainan nya seperti layaknya orang berjalan.

Dalam kompetisi, standar ukuran lapangan permainan egrang adalah 50 meter dengan panjang lintasan dan lebar lintasan 7, 5 meter. Adapun jumlah peserta di dalam lintasan hanya lima, sehingga masing-masing mempunyai lintasan selebar 1,5 meter.

Aturan permainan egrang dibagi menjadi dua, yaitu lomba lari dan lomba menjatuhkan lawan dengan cara saling memukul menggunakan kaki bambu.

Dalam permainan lari, pemain yang dibutuhkan berkisar 3-4 orang, tugasnya adalah berdiri di atas dua buah bambu panjang dan akan berjalan menuju garis finis setelah diberi aba-aba.

Namun apabila permainan egrang dilakukan dengan permainan duel atau kompetisi, aturan permainannya adalah 2 pemain terpilih harus berdiri di atas bambu dan saling berhadapan dengan lawan.

Apabila kedua pemain sudah siap maka akan diberikan peringatan untuk memulai pertandingan dengan saling menjatuhkan.

Manfaat Permainan Egrang

Bermain permainan egrang tentu memiliki berbagai manfaat untuk anak-anak, baik dari segi kognitif dan mentalnya. Menurut laman Parkland Childrens Academy, belajar melalui bermain bisa membuat anak tumbuh dan berkembang sambil bersenang-senang.

Selain digunakan sebagai sarana hiburan dan atraksi seperti disebutkan di atas, permainan egrang juga memiliki manfaat untuk mengembangkan dan mengontrol motorik anak. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa manfaat olahraga egrang:

  • Dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai, kaki, abdomen, lengan, serta tangan.
  • Melatih keberanian dan percaya diri terhadap kemampuan tubuh.
  • Melatih kesabaran, keuletan, dan ketekunan, karena mempelajari permainan egrang dibutuhkan Latihan yang konsisten. Nilai keuletan dapat terlihat pada proses pembuatan tongkat egrang, yang mana bambu harus dibuat sebaik
  • Meningkatkan keseimbangan fisik dan meningkatkan kecerdasan kinestetik pada anak usia enam hingga dua belas tahun.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Egrang

Dilansir dari situs Dana Desa, berikut ini peralatan yang diperlukan untuk membuat egrang dan cara pembuatannya:

Alat dan Bahan

  • Golok
  • Gergaji
  • Tali secukupnya
  • Bambu dengan panjang 2 meter sepasang (berbentuk silinder atau bambu utuh) dengan diameter 10 cm
  • Bambu sepanjang 30 cm sepasang, ukuran diameternya 5 cm.

Cara pembuatan:

  1. Siapkan bambu yang sudah dipotong dengan ukuran Panjang 2 meter dan 30 cm,
  2. Tentukan seberapa tinggi pijakan egrang (umumnya untuk anak-anak setinggi 50 cm), tandai menggunakan spidol,
  3. Bambu yang sudah ditandai kemudian dilubangi sesuai dengan diameter bambu yang panjangnya 30 cm.
  4. Masukkan bambu ukuran 30 cm (sebagai pijakan) ke dalam lubang yang sudah disiapkan pada bambu ukuran 2 meter
  5. Lakukan Langkah-langkah di atas pada bambu yang lain.
  6. Langkah terakhir, ikat kuat bambu tersebut pada simpul antara pijakan dengan bambu yang tinggi menggunakan tali
  7. Egrang siap digunakan.

Apa Saja Permainan Tradisional Lainnya Selain Egrang?

Permainan tradisional Indonesia merupakan warisan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, ketangkasan, dan kreativitas. Berikut beberapa contoh permainan tradisional selain egrang yang masih dikenal hingga kini:

  • Engklek
  • Congklak
  • Gobak Sodor (Hadang)
  • Petak Umpet
  • Bakiak
Pembaca yang ingin mengikuti informasi seputar Materi Ajar dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Materi Ajar

Baca juga artikel terkait MATERI AJAR atau tulisan lainnya dari Ruhma Syifwatul Jinan

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ruhma Syifwatul Jinan
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono