Menuju konten utama

Pembenahan Bea Cukai: 27 Pegawai Sudah Dipecat, 33 Menyusul

Sepanjang 2025, DJBC tengah memproses hukuman bagi 33 pegawai terkait kasus penipuan (fraud) dan pelanggaran disiplin berat.

Pembenahan Bea Cukai: 27 Pegawai Sudah Dipecat, 33 Menyusul
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dalam upaya meningkatkan integritas dan kinerja, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan pembersihan internal secara berkala.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, mengungkapkan sepanjang tahun 2024 institusi ini telah memberhentikan 27 pegawai. Sementara itu, pada 2025 DJBC tengah memproses hukuman bagi 33 pegawai lainnya terkait kasus penipuan (fraud) dan pelanggaran disiplin berat.

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti secara tegas setiap pelanggaran disiplin, sebagai bagian dari penguatan kualitas dan integritas SDM Bea Cukai,” kata Nirwala dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Langkah pembenahan SDM ini merupakan bagian dari persiapan Bea Cukai menghadapi target kinerja yang semakin tinggi. Pada 2026, Bea Cukai mendapat target penerimaan negara sebesar Rp336 triliun, termasuk dari rencana pengenaan bea keluar untuk komoditas emas dan batu bara.

Adapun di tengah proses bersih-bersih internal, kinerja operasional Bea Cukai mengalami penurunan. Hingga 29 Desember 2025, Bea Cukai telah melakukan 30.451 penindakan dengan nilai barang diamankan mencapai Rp8,8 triliun.

Capaian tertinggi dicatat di bidang cukai, dengan pengamanan sekitar 1,4 miliar batang rokok ilegal. “Tingginya angka penindakan rokok ilegal ini menunjukkan efektivitas pengawasan cukai yang semakin terarah,” jelas Nirwala.

Secara komoditas, hasil tembakau ilegal masih mendominasi penindakan nasional dengan porsi sekitar 63,9 persen.

Meski jumlah dan nilai penindakan pada 2025 mengalami penurunan sekitar 18,2 persen dan 7,9 persen dibandingkan 2024, Nirwala menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari siklus normal.

“Fluktuasi tersebut merupakan bagian dari siklus pengawasan dan tidak mengurangi komitmen kami dalam menjaga konsistensi penindakan,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan target yang lebih besar pada 2026, Bea Cukai menyiapkan sejumlah strategi, antara lain pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk penguatan penelitian nilai pabean, modernisasi laboratorium, penguatan kompetensi SDM, serta operasi penindakan yang serentak dan terpadu.

“Kami berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat, menjaga penerimaan negara, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui Bea Cukai yang profesional dan berintegritas,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait BEA CUKAI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana