Menuju konten utama

Pembagian Kategori Desil 1-10, Mana yang Dapat Bansos Kemensos?

Pengelompokan desil terbagi menjadi 10 kategori. Simak penjelasan pembagian desil 1-10 dan kelompok desil mana saja yang berhak mendapat bansos.

Pembagian Kategori Desil 1-10, Mana yang Dapat Bansos Kemensos?
Ilustrasi bansos. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pembagian kategori Desil mencakup kelompok 1-10. Guna pemberian bantuan sosial (Bansos) Kementerian Sosial (Kemensos), diperlukan kelompok desil yang paling rendah. Desil mana yang berhak mendapatkan Bansos Kemensos?

Kemensos mengumumkan sebanyak 132.272 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos tercatat naik kelas pada triwulan ketiga tahun 2026. Dinamika data ini berpatokan pada pemutakhiran berkala yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tiap 3 bulan sekali.

Mengutip Antaranews (5/8/2026), capaian tersebut terdiri dari 81.000 KPM bansos BPNT/Sembako dan 51.272 KPM bansos PKH yang dinilai telah mandiri secara ekonomi.

Bansos disalurkan berdasarkan kategori desil para KPM. Melansir laman resmi Cek Bansos, desil merupakan kelompok kesejahteraan yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi mencakup keterangan individu (pekerjaan, pendidikan), keterangan perumahan (kondisi rumah, daya listrik), dan kepemilikan aset.

Pembagian Kategori Desil 1–10

Pengelompokan desil terbagi menjadi 10 kategori. Tiap kategori berisi 10% keluarga di Indonesia. Desil 1 merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10% terbawah, sedangkan desil 10 merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10% tertinggi.

Namun, desil ini bersifat dinamis. Artinya, data yang tertera disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi tiap warga negara saat ini. Pasalnya, kondisi setiap orang juga bisa saja mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu.

Pemeringkatan dilakukan untuk memperbarui data tiap periode tertentu. Hal ini bertujuan agar bansos bisa lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh kelompok yang sebenarnya mampu.

Lalu, bagaimana pembagian desil 1-10? Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik melalui unggahan di akun Facebook pada 4 Maret 2026 lalu, desil merupakan pembagian data menjadi 10 kelompok sama besar berdasarkan urutan tertentu.

Adapun data yang diurutkan adalah tingkat pengeluaran atau kesejahteraan masyarakat. Pemeringkatan dilakukan menggunakan 39 variabel sosial ekonomi yang dikumpulkan BPS, seperti kondisi perumahan, kepemilikan aset, pengeluaran rumah tangga, dan akses terhadap pendidikan dan layanan dasar.

Misalnya, per tahun 2026 ini jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 287 juta jiwa. Maka, penggolongan desilnya dibagi per 10% jumlah penduduk tersebut. Dengan begitu, tiap desilnya terdiri dari 28,7 juta jiwa.

Hal ini turut dijelaskan oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, yang mengatakan bahwa sistem desil merupakan cara untuk mengurutkan seluruh penduduk Indonesia berdasarkan tingkat kesejahteraan dari yang paling rendah hingga paling tinggi.

“Desil adalah pengelompokan masyarakat Indonesia menjadi sepuluh kelompok yang sama besar. Jadi, jika penduduk kita sekitar 287 juta jiwa, maka setiap desil terdiri dari sekitar 28,7 juta orang,” terang Amalia, dikutip dari Antaranews (13/11/2025).

Namun, perlu diketahui juga bahwa pengelompokan desil dilakukan berdasarkan tingkat pengeluaran dari yang paling rendah hingga tertinggi. Melansir laman Badan Pusat Statistik Kabupaten Kota Baru, ini bukan angka nominal tertentu atau pengeluaran per kapita, melainkan posisi relatif dalam distribusi pengeluaran nasional.

Adapun pengeluaran per kapita adalah rata-rata pengeluaran per orang dalam satu rumah tangga. Hal ini belum tentu mencerminkan posisi kesejahteraan dibandingkan orang lain. Maka, pengeluaran per kapita tidak sama dengan desil.

Kemensos mengategorikan desil 1-2 dalam kategori miskin. Semakin tinggi kategori desil, artinya tingkat kesejahteraan juga semakin tinggi.

Berdasarkan informasi di laman Sistem Informasi Pemerintah Desa Kelurahan Terpadu Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung (3/12/2026), berikut ini pengkategorian desil 1–10:

  • Desil 1: sangat miskin (1–10%)
    • Kategori desil 1 merupakan kelompok dengan ciri-ciri tidak memiliki pekerjaan yang stabil sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
  • Desil 2: miskin (11–20%)
    • Kategori desil 2 termasuk dalam kelompok yang memiliki pendapatan rendah. Kelompok ini rentan terhadap perubahan ekonomi.
  • Desil 3: hampir miskin (21–30%)
    • Kelompok ini tidak termasuk miskin ekstrem, tapi rawan jatuh miskin.
  • Desil 4: rentan miskin (31–40%)
    • Kelompok rentan miskin ini memiliki kondisi ekonomi relatif stabil, tapi tetap rentan miskin jika terjadi bencana.
  • Desil 5: pas-pasan (41–50%)
    • Kategori desil 5 tergolong dalam kelompok pas-pasan. Mereka berada di batas aman ekonomi, tapi belum sepenuhnya sejahtera.
  • Desil 6–10: menengah ke atas (51–100%)
    • Kelompok ini sudah dianggap cukup sejahtera karena memiliki pendapatan stabil sehingga tergolong aman dari risiko kemiskinan.

Kategori Desil yang Berhak Mendapat Bansos Kemensos

Berdasarkan aturan, hanya kelompok desil tertentu yang berhak mendapat bansos dari Kemensos. Hal ini agar bantuan yang dibagikan bisa lebih tepat sasaran pada KPM yang tergolong miskin atau rentan miskin.

Adapun kelompok desil yang berhak atau bisa diusulkan sebagai penerima bansos PKH dan Sembako adalah desil 1–4 atau 40% terbawah. Sementara itu, desil 5 bisa diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Desil ini, seperti mengutip laman resmi Cek Bansos Kemensos, digunakan untuk menentukan penentuan sasaran bansos. Oleh karena desil bersifat dinamis, masyarakat juga bisa melakukan pembaruan data dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Sementara jika mengutip situs web Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, kategori penerima Bansos untuk Program Keluarga Harapan (PKH) adalah Desil 1–4.

Program Sembako (BPNT) diperuntukkan bagi Desil 1–5. Sedangkan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) diberikan kepada kelompok Desil 1–5 (atau melalui asesmen). Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) juga bisa dimanfaatkan Desil 1–5 (atau melalui asesmen).

Pembaca bisa mengakses artikel mengenai bansos melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Bansos Kemensos

Baca juga artikel terkait BANSOS atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo