Menuju konten utama

Gus Ipul Buka Kans Lapor Polisi Soal Isu Aliran Uang Muktamar NU

Gus Ipul telah melayangkan somasi ihwal tudingan aliran uang dalam penyelenggaraan Mukramar NU.

Gus Ipul Buka Kans Lapor Polisi Soal Isu Aliran Uang Muktamar NU
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan perkembangan Sekolah Rakyat di Program Newsline Metro TV, Senin (30/6/2025). Program Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juli 2025. Sebanyak 100 titik rintisan disiapkan untuk menampung 9.755 siswa dari keluarga miskin. foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, membuka peluang melaporkan pihak-pihak yang menuding adanya aliran dana dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ke aparat kepolisian setelah melayangkan somasi pekan ini. Sebelumnya, Ipul menyatakan melayangkan somasi kepada tiga individu.

“Maka itu kami akan lakukan somasi dan selebihnya kita akan lapor polisi. Setelah itu diharapkan nanti bisa ke proses hukum selanjutnya agar ini menjadi pembelajaran,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Gus Ipul menegaskan langkah somasi dan jalur hukum pidana tersebut ditujukan kepada pihak atau narasumber yang melontarkan pernyataan tanpa dasar fakta dan merugikan nama baik para ulama di ruang publik.

“Dan yang kedua nanti kita akan lakukan somasi dalam minggu ini juga kepada pihak-pihak yang telah membuat pernyataan tapi tidak disertai dengan bukti, bahkan bisa dikatakan fitnah. Itu bisa merusak sekali lagi kepercayaan publik, bisa merusak apa kredibilitas, dan juga ada stigma negatif,” paparnya.

Ia mengingatkan setiap orang agar bertanggung jawab atas narasi yang dihembuskan di media sosial dan tidak sembarangan menebar tuduhan yang mencederai martabat organisasi.

“Setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang disampaikan, apalagi kalau sampai yang disampaikan itu bernuansa tuduhan,” tegas Gus Ipul.

Mantan Sekretaris Jenderal PBNU itu membantah keras seluruh tudingan mengenai pergerakan dana korupsi ke arena muktamar dan memastikan bahwa forum musyawarah tertinggi NU telah berjalan lancar serta transparan.

“Ya, saya pastikan hoaks. Jadi, jadi itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks. Itu kabar palsu, itu kabar tidak benar, ya, dan itu sungguh sangat merugikan,” tegasnya.

Duduk Perkara Pernyataan Gus Lilur

Sebelumnya, tudingan mengenai pergerakan dana mencurigakan tersebut dihembuskan oleh Kiai Kampung NU, Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, dalam program siniar Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan, Selasa (22/9/2026).

Dalam tayangan itu, Gus Lilur mengklaim ada pergerakan uang sekitar Rp480 miliar menuju arena Muktamar ke-35 NU. Ia menyebut uang tersebut dibawa menggunakan dua unit Toyota Land Cruiser dari kawasan selatan-timur Jakarta dan diangkut dengan truk derek (towing) menuju Jombang, Jawa Timur, berdasarkan informasi informal penyidik KPK.

“Secara informal mereka menjelaskan bahwa ada dua mobil Land Cruiser yang berangkat dari satu tempat di selatan-timur Jakarta,” ungkap Gus Lilur.

Bantah Prabowo Cawe-Cawe Muktamar NU

Selain membantah isu aliran dana, Gus Ipul menepis narasi adanya campur tangan Istana maupun Presiden Prabowo Subianto dalam proses Muktamar NU dan pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Saya kira ini urusan intern NU, ya. Jadi Presiden membuka dan menutup, sementara proses-proses yang lain tentu itu diserahkan sepenuhnya kepada intern NU,” jelas Gus Ipul.

Ia menegaskan Presiden Prabowo sangat mengenal para ulama dan tokoh NU, sehingga pemerintah tidak pernah mengintervensi dinamika internal muktamar.

“Presiden kenal semua dengan tokoh-tokoh NU, untuk itu berulang-ulang saya sampaikan, Presiden tidak akan intervensi, tidak akan apa ya, ikut cawe-cawe dalam urusan muktamar itu. Dan itu terbukti, alhamdulillah telah berjalan dengan lancar,” kata Gus Ipul.

“Tidak ada yang namanya intervensi Istana itu tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait SAIFULLAH YUSUF atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama