Menuju konten utama

Mensos: 4,33 Juta Keluarga Kini Jadi Penerima Bansos

Mensos menyebut 4,33 juta keluarga yang sebelumnya tak menerima bansos kini mendapat bantuan setelah pemutakhiran DTSEN.

Mensos: 4,33 Juta Keluarga Kini Jadi Penerima Bansos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat konferensi pers di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (8/9/2026). tirto.id/Hanang Septioyudho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul menyebut sebanyak 4.330.417 keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) kini telah menerima bantuan. Menurut dia, perubahan tersebut merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul mengatakan jutaan keluarga tersebut berada dalam desil 1 hingga 4, yang menjadi kelompok sasaran penerima bansos. Pemutakhiran data dilakukan secara bertahap sejak penyaluran bansos triwulan II 2025.

“Mulai dari triwulan kedua tahun 2025 sampai sekarang ini,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Dia menjelaskan, pada triwulan II 2025 terdapat lebih dari 1,3 juta penerima bansos baru. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi lebih dari 1,6 juta penerima baru pada triwulan III dan terus meningkat hingga mencapai 4.330.417 KPM.

“Jadi sudah ada 4 juta lebih keluarga penerima manfaat yang baru,” ujar Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, perubahan tersebut menunjukkan adanya perbaikan terhadap masalah exclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak tercatat sebagai penerima.

“Sudah banyak sekali yang selama ini masuk dalam kategori exclusion error, tidak termasuk yang menerima bantuan padahal mereka membutuhkan, nah sekarang secara bertahap mereka sudah bisa menerima bantuan,” kata Gus Ipul.

Meski demikian, dia menegaskan proses pemutakhiran DTSEN belum selesai. Pemerintah masih menemukan kesalahan dalam pemeringkatan keluarga penerima manfaat. Karena itu, masyarakat diminta ikut mengoreksi data apabila menemukan ketidaksesuaian di lapangan.

“Apakah sudah semuanya? Belum. Apakah data ini sudah sempurna? Belum. Belum sempurna dan tidak akan sempurna, terus akan kita mutakhirkan bersama-sama,” katanya.

Kemensos Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos

Gus Ipul mengatakan salah satu upaya yang kini didorong pemerintah adalah mengajak masyarakat menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui pendaftaran di situs resmi Kemensos.

Agen Perlinsos nantinya membantu masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi untuk melakukan pemutakhiran data melalui layanan digital Perlinsos.

“Kita mengundang Bapak-Ibu sekalian masyarakat luas untuk terlibat, salah satunya menjadi agen Perlinsos, agen perlindungan sosial kita ya,” ujar Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, agen Perlinsos dapat membantu warga mendaftarkan diri, mengusulkan penerima bantuan, maupun menyampaikan sanggahan terhadap data yang dianggap tidak sesuai.

Dia mengatakan keterlibatan masyarakat diperlukan karena pemerintah masih terus melakukan pemutakhiran data. Masyarakat juga dapat membantu warga di sekitarnya yang membutuhkan bansos tetapi belum terdata.

Selain melalui agen Perlinsos, Kemensos menyediakan sejumlah kanal bagi masyarakat untuk mengusulkan maupun menyanggah data penerima bansos.

Masyarakat dapat menyampaikan usulan melalui aplikasi Cek Bansos, jalur kelurahan atau desa melalui operator SIKS-NG, serta kanal pengaduan yang disediakan pemerintah.

Baca juga artikel terkait BANTUAN SOSIAL atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Alfitra Akbar