Menuju konten utama

Gus Ipul Somasi 3 Orang soal Narasi Aliran Uang di Muktamar NU

Gus Ipul akan mengambil langkah hukum bila somasi tudingan adanya aliran dana hingga Rp480 miliar dari institusi dan kabinet tidak diperhatikan.

Gus Ipul Somasi 3 Orang soal Narasi Aliran Uang di Muktamar NU
Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, alias Gus Ipul, akan melayangkan somasi kepada sedikitnya tiga orang menyusul beredarnya tudingan intervensi uang hingga ratusan miliar rupiah dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Ipul yang juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 PBNU ini menyatakan aksinya sebagai peringatan awal sebelum menempuh proses hukum resmi apabila somasi tersebut tidak digubris.

"Ya kita akan lakukan somasi kepada beberapa pihak. Setidak-tidaknya ada tiga orang yang akan kita somasi. Jika tidak ada jawaban, nanti akan kita terus kita teruskan melalui proses hukum," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Gus Ipul menepis isu liar di media sosial yang menyebut Muktamar NU diwarnai suap (risywah) dan campur tangan pihak luar. Sekjen PBNU periode 2021-2026 itu menegaskan kabar tersebut murni kebohongan.

"Ya banyak itu mengembangkan ada risywah, ada intervensi, hal-hal yang enggak enggak dilakukan tapi dikabarkan, itu sesungguhnya kan fitnah itu gitu," tegasnya.

Pernyataan tegas ini sekaligus merespons tuduhan Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur yang mengklaim ada aliran dana masing-masing Rp150 miliar dari dua institusi selama muktamar. Selain itu, beredar kabar juga aliran uang Rp180 miliar dari salah satu menteri Kabinet Merah Putih, sehingga diklaim total Rp480 miliar beredar selama Muktamar ke-35 NU.

Menurut Gus Ipul, narasi tersebut sangat berbahaya dan wajib dibuktikan secara hukum. Pernyataan Gus Lilur tersebut sudah ramai beredar di berbagai media massa.

"Nah itu kan fitnah itu. Ya, itu yang harus dibuktikan. Dan itu bahaya sekali itu kalau kemudian enggak terbukti. Ya. Menurut saya itu itu menyesatkan sekali, ya," ujar Gus Ipul.

Mengenai kepastian pihak-pihak yang menjadi sasaran somasi, Gus Ipul mengaku belum bisa membeberkannya karena masih mematangkannya bersama tim advokasi.

"Ya nanti besoklah ya, tunggu ya. Masih di dalam proses pembicaraan dengan eh penasihat hukum," ungkap mantan Sekjen PBNU tersebut.

Baca juga artikel terkait MUKTAMAR NU atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher