Menuju konten utama

Microsoft Hentikan Layanan AI dan Cloud Militer Israel

Microsoft hentikan layanan AI dan Cloud militer milik Kementerian Pertahanan Israel mulai Kamis (25/9). Cek keterangan terkait pemblokiran dan alasannya.

Microsoft Hentikan Layanan AI dan Cloud Militer Israel
Ilustrasi Toko Microsoft di Fifth Avenue di New York City. FOTO/istockphoto

tirto.id - Microsoft, perusahaan teknologi AS, menghentikan layanan artificial intelligence (AI) dan penyimpanan Cloud militer Israel mulai hari Kamis (25/9). Pasalnya, Israel diklaim mengawasi jutaan warga Palestina melalui layanan AI dan Cloud tersebut.

"Menghentikan dan menonaktifkan serangkaian layanan untuk sebuah unit di Kementerian Pertahanan Israel," ujar Brad Smith, Wakil Ketua sekaligus Presiden Microsoft, dalam suatu unggahan blog yang dikutip dari laporan Al Jazeera.

Pemutusan kontak layanan ini menjadi buntut dari investigasi The Guardian bersama Ibrani Local Call dan +972 Magazine pada 6 Agustus 2025. Mereka melayangkan dugaan bahwa Israel memakai teknologi milik Microsoft, Azure, untuk menyadap dan memata-matai Palestina.

Microsoft Hentikan Layanan AI dan Cloud Militer Israel

Pada 2021 silam, pihak Microsoft dan Unit 8200 Israel menyepakati kerja sama untuk memindahkan data intelijen sensitif. Keduanya mengirim berbagai informasi tersebut ke aplikasi Azure milik Microsoft.

Unit 8200 sendiri adalah tim perang teknologi elite tentara Israel yang memiliki tanggung jawab mengawasi pihak kontra. Kegiatannya termasuk operasi rahasia hingga pengumpulan data dan sinyal intelijen.

Melalui aplikasi tersebut, Israel dapat memutar ulang, mengumpulkan, serta menganalisis panggilan telepon para warga Palestina. Langkah ini telah mereka lakukan sejak 2022 silam.

Adapun konflik antara Israel Palestina mulai terjadi pada 7 Oktober 2023 silam. Pada bulan Mei lalu, pihak Israel sempat menggunakan Azure untuk mencari dan mengevakuasi tawanan.

Kasus penggunaan AI milik Microsoft oleh Israel sudah pernah diperiksa pada Februari dan tak mendapatkan hasil negatif. Akan tetapi, indikasi terkait pemanfaatan dalam konflik baru ditemukan bulan lalu.

Para pihak yang menginvestigasi juga menerangkan bahwa sistem penyimpanan awan ini kerap dipakai untuk memandu serangan udara. Begitu juga dalam pembuatan strategi militer, sebagaimana diterangkan pihak Unit 8200 Israel.

Berita dan laporan mengenai penggunaan AI yang tidak sesuai prinsip ini mengidentifikasi sejumlah besar data warga Gaza dan sekitarnya. Data ini diduga dikirim ke Azure di Irlandia dan Belanda.

Brad Smith selaku Wakil Ketua dan Presiden Microsoft pun merespons peristiwa penyadapan tersebut. Ia berniat memberhentikan sejumlah layanan untuk militer Israel, termasuk AI dan cloud.

Melansir laporan The Guardian, alasan pihak Smith menghentikan layanannya adalah Azure dibuat bukan untuk mengawasi warga sipil secara massal. Kemudian menjelaskan bahwa prinsip ini diketahui oleh berbagai negara dunia.

"Kami tidak menyediakan teknologi untuk memfasilitasi pengawasan massal terhadap warga sipil. Kami telah menerapkan prinsip ini di setiap negara di dunia, dan kami telah berulang kali menekankannya selama lebih dari dua dekade," jelas Brad Smith.

Bukan hanya itu, Smith juga mengatakan terkait penggunaan layanan oleh Israel yang diklaim telah melanggar ketentuan. Pasalnya, pengawasan terhadap jejak telepon ini melanggar privasi para pelanggan.

Smith pun turut memberikan apresiasi terhadap laporan yang telah disampaikan oleh The Guardian tersebut. Ia juga menambahkan bahwa peninjauan terhadap kasus ini masih berlangsung.

Mengutip Antara, Hossam Nasr selaku Koordinator No Azure for Apartheid menganggap pengungkapan kasus dan pemblokiran akses ini sebagai bentuk kemenangan. Bahkan, belum pernah terjadi selama organisasinya berkampanye.

"Berita hari ini merupakan kemenangan yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi kampanye dan pengorganisasian kami," terang Hossam Nasr.

Ingin memantau sejumlah informasi tentang konflik Israel Palestina dan di negara-negara lainnya? Simak terus berita internasional terbaru di sini.

Kumpulan Berita Internasional

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Indyra Yasmin