Menuju konten utama

Menkes Bakal Maraton Bareng Tunanetra, Sindir Anak Muda Obesitas

Menkes Budi Gunadi rencanakan lari maraton 21 km bareng penyandang tunanetra demi motivasi anak muda obesitas giat olahraga dan jaga pola hidup.

Menkes Bakal Maraton Bareng Tunanetra, Sindir Anak Muda Obesitas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan dalam program siniar ANTARA di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, merencanakan aksi lari maraton sejauh 21 kilometer bersama penyandang tunanetra dalam waktu dekat. Aksi ini bertujuan untuk menyentil sekaligus memotivasi generasi muda yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) agar lebih peduli terhadap kesehatan dan mulai rutin berolahraga.

“Saya mau running 21 kilo tapi bawa orang buta gitu supaya bisa manasin anak-anak muda yang di sini yang masih gemuk-gemuk. "Heh orang buta aja lari gitu, masa lu yang sehat yang masih bisa lihat enggak lari,” kata Budi dalam acara Obesity Disease Awareness Event: HARAPAN YANG MERINGANKAN di Kantor Kemenkes, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

Menurut Budi, maraton nanti itu akan dilakukannya beriringan bersama penyandang tunanetra. Menurutnya, hal ini diharapkan dapat memotivasi anak muda agar turut melakukan olahraga lari.

“Jadi saya ingin rencananya lari bawa orang buta karena saya lihat maraton itu ada pakai baju kuning tuh "I'm blind" terus saya ada "I'm the apa", apa namanya tuh, coach of the blind gitu kan. Jadi pakai kita lari, run together,” katanya.

Menkes menyebut dirinya sangat membutuhkan bantuan banyak pihak untuk mengedukasi akan pentingnya berolahraga dan juga mengontrol asupan gizi. Hal itu katanya, agar mengurangi orang dengan berat badan berlebih dan sehat.

So you will be not obese and you will be healthy dan yang paling penting you live long,” kata dia.

Budi mengatakan, salah satu penyebab utama masyarakat Indonesia lebih rentan mengalami penyakit adalah persoalan berat badan dan pola hidup yang kurang sehat. Menurutnya ukuran lingkar perut dan indeks massa tubuh (BMI).

"Kalau laki-laki lingkar perut harus di bawah 90 cm, perempuan di bawah 80 cm. Ini bukan soal fisik, tapi soal kesehatan," katanya.

Oleh sebab itu, Budi menyebut pihaknya juga sudah mengeluarkan program label nutrisi "Nutri-Level" untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada makanan serta minuman.

Baca juga artikel terkait LARI MARATON atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah