Menuju konten utama

Pelari Lebarun Sentul Ultra Tewas Kelelahan, Bagaimana Medannya?

Ajang lomba trail run Lebarun Sentul Ultra memiliki status mountain level 2 dengan tingkat kesulitan yang beragam untuk dihadapi peserta.

Pelari Lebarun Sentul Ultra Tewas Kelelahan, Bagaimana Medannya?
Ilustrasi trail run . antara foto/abriawan abhe/pd/16

tirto.id - Pelari peserta ajang Lebarun Sentul Ultra tewas dalam perlombaan lari lintas alam alias trail run tersebut pada Sabtu (28/3/2026). Korban diduga tewas karena kelelahan. Lantas, bagaimana medan sepanjang rute ajang lari tersebut?

Pelari yang meninggal dalam ajang trail run itu diketahui bernama Roysi Adiputra Firdaus (RAF). Ia berusia 33 tahun dan merupakan warga Kabupaten Bekasi.

Seturut keterangan pihak Kepolisian Sektor Babakan Madang, RAF terjatuh ketika berlari di Kampung Gunung Pipisan, Bojong Koneng, Babakan Madang. RAF dilaporkan ambruk tak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa dan ada bunyi seperti dengkuran dari dadanya.

Setelah ambruk, RAF sempat ditangani oleh tenaga kesehatan, namun nyawanya tak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu siang sekitar pukul 10.30 WIB.

Melalui akun Instagram resminya, panitia Lebarun Sentul Ultra menyatakan rasa bela sungkawa atas insiden tersebut. Penyelenggara menyatakan turut berduka kepada keluarga korban dan mengapresiasi tim medis yang telah berupaya memberi pertolongan kepada RAF.

"Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan event guna memastikan peningkatan standar ke depan," tulis panitia dalam unggahan Instagram pada Minggu (29/3/2026).

Lantas, jika RAF diduga tewas karena kelelahan saat menjalani ajang Lebarun Sentul Ultra, bagaimana medan trail run tersebut?

Medan Trail Run Lebarun Sentul Ultra

Lebarun Sentul Ultra merupakan ajang lari jenis trail run. Jenis ajang ini menuntut para peserta untuk berlari dalam jarak tertentu dengan medan berupa bentang alam seperti gunung, bukit, dan hutan.

Dengan medan seperti itu, para peserta trail run akan menyusuri medan yang bervariasi. Alih-alih rute lari yang landai, peserta trail run akan berlari di medan pasir, bebatuan hingga lumpur.

Untuk bisa melalui medan macam itu para peserta dituntut memiliki stamina, kesehatan, kebugaran, dan kekuatan otot yang optimal. Jenis ajang lari ini kerap kali dianggap sebagai tipe yang lebih menguras tenaga ketimbang ajang lari lain macam maraton.

Trail run umumnya dilakukan dengan jarak yang bervariasi antara 5 hingga 20 km. Namun, tak jarang ajang ini dilakukan dengan jarak yang lebih jauh dari 20 km.

Lebarun Sentul Ultra, misalnya, memiliki rute trail run sepanjang 28,73 km. Jarak tempuh tersebut membentang memutar dari rute Sentul Nirwana, Sentul City - Desa Karang Tengah - Desa Bojong Koneng - Sentul Nirwana, Sentul City.

Dengan rute tersebut, rute Lebarun Sentul Ultra memiliki tipe medan dataran tinggi dengan perbukitan dan pegunungan yang dominan.

Seturut laman resmi Lebarun Sentul Ultra, ajang lari ini memiliki karakter medan dengan mountain level 11. Hal ini berarti medan ajang trail run ini memiliki karakter kesulitan yang cukup kompleks.

Mountain level merupakan metrik berskala 1-12 yang digunakan untuk menunjukkan seberapa ekstrem medan pegunungan dalam ajang trail run. Semakin dekat dengan skala 12, maka medan yang harus dilewati para pelari makin curam, dominan memanjat, dan berada pada ketinggian (altitude) yang tergolong tinggi.

Lebarun Sentul Ultra juga memiliki karakteristik rute berupa International Trail Running Association (ITRA) endurance points pada skala 2.

ITRA endurance points merupakan metrik untuk mengukur tenaga yang perlu dikeluarkan pelari trail run jika dibandingkan dengan rute lari dengan medan landai. Dengan skala endurance points pada angka 2, maka energi yang terkuras dari para pelari Lebarun Sentul Ultra dengan rute sepanjang 28,73 km setara dengan berlari sepanjang 45-74 km di rute landai.

Laman resmi Lebarun Sentul Ultra juga menjelaskan bahwa ajang lari ini memiliki finisher level pada skala 210. Hal ini berarti bahwa ajang tersebut memiliki kelonggaran waktu tempuh yang tergolong panjang.

Laman resmi penyelenggara ajang tersebut menyebut bahwa ajang lari ini dilaksanakan selama 10 jam. Rentang waktu itu tergolong lebih longgar untuk rute sepanjang 28,73 km.

Meski begitu, mountain level pada skala 11 di ajang ini menunjukan medan Lebarun Sentul Ultra memiliki karakteristik jarak pendek namun medan curam yang cukup ekstrem.

Penyelenggara Lebarun Sentul Ultra sendiri menetapkan kewajiban bagi para peserta ajang ini untuk mereka yang telah berpengalaman mengikuti ajang trail run sepanjang 10 km.

Selain itu, para peserta juga diwajibkan untuk memahami bahwa risiko kesehatan ditanggung para peserta sendiri. Hal ini termasuk telah berpengalaman menangani cedera seperti nyeri otot dan masalah fisik ringan secara mandiri.

"Anda mampu mengatasi kelelahan ekstrem, masalah organ dalam dan pencernaan, nyeri otot, cedera fisik ringan, dan masalah psikologis sendiri," tulis persyaratan Lebarun Sentul Ultra.

Selain itu, penyelenggara juga mewajibkan para peserta untuk dinyatakan dalam keadaan sehat ketika mengikuti ajang tersebut. Panitia juga menyebut bahwa tenda darurat dengan dokter/petugas medis disediakan di pos bantuan, meskipun proses evakuasi dapat memakan waktu lama dan biaya pengobatan ditanggung oleh peserta.

Baca juga artikel terkait LOMBA LARI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar