Menuju konten utama

KSSK Waspadai Volatilitas Pasar Keuangan Global di Januari 2026

Volatilitas ini utamanya disebabkan oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik di sejumlah negara di dunia.

KSSK Waspadai Volatilitas Pasar Keuangan Global di Januari 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Indonesia Fiscal Forum 2026. tirto.id/Hendra

tirto.id - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) pada triwulan IV 2025 tetap terjaga. Kondisi tersebut didorong oleh koordinasi dan sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Asesmen ini ditetapkan berdasarkan rapat berkala KSSK perdana pada 2026 yang telah dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026).

“Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) triwulan IV tahun 2025 tetap terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat KSSK di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2026).

Meski begitu, kondisi volatilitas pasar keuangan dunia membuat tim yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua DK LPS tersebut waspada. Volatilitas ini utamanya disebabkan oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik di sejumlah negara di dunia.

“Memasuki bulan Januari 2026, volatilitas pasar keuangan global sempat meningkat, terutama disebabkan oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik,” ujar Purbaya.

Karena tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global ini, KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan nasional. Ini dilakukan dengan pendekatan penilaian, evaluasi, atau analisis yang tidak hanya didasarkan pada data historis (masa lalu), tetapi lebih menekankan pada proyeksi, potensi risiko dan tren masa depan.

Selain itu, KSSK juga akan melakukan usaha mitigasi secara terkoordinasi untuk meminimalkan risiko ketidakpastian pasar keuangan global terhadap ekonomi Indonesia.

“Sekaligus melakukan usaha mitigasi secara terkoordinasi, baik antar lembaga anggota KSSK maupun dengan pemerintah atau lembaga lain,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Purbaya, ketidakpastian di pasar keuangan global ini merupakan lanjutan dari kondisi akhir tahun lalu imbas ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, serta arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

“KSSK akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam mengantisipasi potensi risiko dari dinamika perekonomian, pasar keuangan dan geopolitik, terutama rambatannya terhadap perekonomian dan sektor keuangan domestik,” tukas Purbaya.

Baca juga artikel terkait PASAR KEUANGAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi