tirto.id - Manajemen PT Buba Global Venture atau yang dikenal sebagai Buba Tea Bali beri klarifikasi soal viralnya materi promosi yang menampilkan penyajian minuman menggunakan kemasan infus berlabel Otsuka. Manajemen menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan kerja sama atau sponsor dengan PT Otsuka Indonesia.
“Kami mengakui bahwa karena adanya kekurangan dalam pengendalian internal pada tim operasional kami, terdapat sejumlah kejadian terbatas di mana kemasan yang membawa label Otsuka secara tidak disengaja digunakan dalam materi visual pemasaran serta penyajian minuman di toko,” tulis manajemen Buba Tea Bali dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat (09/01/2026).
Manajemen menyatakan penggunaan tersebut tidak dilakukan secara sistematis, serta tidak mencerminkan standar operasional atau tujuan dari Buba Tea Bali. Selain itu, individu-individu yang bertanggung jawab langsung atas kesalahan operasional tersebut telah dikenakan tindakan disiplin internal.
“Kami telah menerapkan penguatan prosedur internal, pemeriksaan pengadaan, serta pelatihan staf untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan dan tidak dapat terulang kembali. Kami juga telah melakukan penurunan konten (take-down) dan menghubungi berbagai pihak yang mengunggah ulang konten terkait insiden ini untuk mencegah kesalahpahaman atau kontroversi lebih lanjut,” lanjutnya.
Buba Tea Bali menjelaskan, bahwa penggunaan kemasan yang tidak sesuai tersebut telah sepenuhnya dihentikan pada bulan Desember 2025 atau sebelum kasus tersebut menjadi viral. Gerai yang beroperasi di kawasan Canggu, Kuta Utara, tersebut menegaskan akan tetap kooperatif dan transparan dalam menjaga perlindungan konsumen dan keselamatan masyarakat.
Sebelumnya, produk matcha di dalam infus milik Buba Tea Bali sempat menjadi sorotan publik karena menggunakan kemasan infus yang bertuliskan ‘D5 Dextrose Monohydrate’ dan menunjukkan label PT Otsuka Indonesia. Akibatnya, hal tersebut menuai perhatian dari warganet yang mempertanyakan keamanan penggunaan kemasan infus itu.
PT Otsuka Indonesia telah melakukan klarifikasi pada Senin (05/01/2026) melalui video pernyataan resmi di akun Instagramnya. Direktur PT Otsuka Indonesia, Sudarmadi Widodo, menjelaskan bahwa produk tersebut bukan produk PT Otsuka Indonesia. Oleh sebab itu, segala risiko yang timbul bukanlah tanggung jawab PT Otsuka Indonesia.
“Hal tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan infus Otsuka. Seluruh produk Otsuka diproduksi dengan penerapan Good Manufactoring Products (GMP) dan mengikuti kaidah Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM,” terangnya.
PT Otsuka Indonesia menegaskan akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga merek dan reputasi perusahaan. Pihak PT Otsuka Indonesia juga mengimbau agar konsumen selalu berhati-hati dalam mengonsumsi produk dengan memperhatikan kehigienisan produk.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































