tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) masih berada dalam batas wajar.
Menurut Airlangga, defisit yang hanya terpaut 0,08 persen dari batas maksimal dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara tersebut dipengaruhi rendahnya realisasi penerimaan negara.
“Kan tentu kita lihat penerimaan kita mendekati 91,7 persen (dari target APBN). Jadi (defisit 2,92 persen) itu wajar saja,” ujarnya kepada para pewarta di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2025).
Meski penerimaan tahun lalu jauh dari target, Airlangga menilai belanja pemerintah pusat telah digelontorkan secara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal IV 2025.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki kaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja.
“Pertumbuhan kan kaitannya direct ke employment, penciptaan lapangan kerja. Jadi, itu yang kita dorong,” tambahnya.
Karena itu, meskipun 2025 ditutup dengan defisit yang hampir menyentuh angka 3 persen, Airlangga optimistis kondisi tersebut tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai defisit APBN 2025 tetap aman karena masih berada di bawah ambang batas, meskipun melebar dibandingkan defisit APBN 2024 yang sebesar 2,3 persen.
“Nggak ada masalah (terhadap investor). Kan tahun kemarin sudah ditutup, dan defisitnya masih aman di bawah 3 persen, walaupun dekat (dengan batas 3 persen),” tutur dia.
Sementara itu, dengan penerimaan negara yang mulai membaik pada semester II 2025, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Dengan asumsi tersebut, ia optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
“Kita lihat, tapi pertumbuhan kuartal IV di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi. Jadi, secara keseluruhan target (pertumbuhan ekonomi) APBN (2025) bisa mendekati,” pungkas Airlangga.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































