Menuju konten utama

Kisi-Kisi Materi CAT Petugas Haji 2026 & Contoh Soal

Simak kisi-kisi materi CAT untuk rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH 2026, contoh soal dan kunci jawaban untuk seleksi petugas haji 2026.

Kisi-Kisi Materi CAT Petugas Haji 2026 & Contoh Soal
ilustrasi latihan soal. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) telah membuka pendaftaran untuk Petugas Haji 2026. Dalam salah satu tahap seleksi terdapat tes CAT yang harus dilalui oleh peserta. Berikut adalah kisi-kisi materi CAT Petugas Haji 2026, contoh soal, dan kunci jawabannya.

Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1447 H/2026 M ini akan melibatkan dua tahap, yakni seleksi tingkat kabupaten/kota yang berlangsung pada 20 November - 5 Desember 2026 mendatang, dan seleksi tingkat provinsi pada 8-12 Desember 2025.

Proses pendaftaran seleksi dilakukan secara daring atau online, yakni melalui laman web resmi petugas.haji.go.id. Informasi mengenai rekrutmen Petugas Haji 2026 bisa diakses melalui akun resmi Kemenhaj (IG, X, FB, Tiktok, YouTube), website haji.go.id, kantor Kemenhaj, dan rilis melalui media massa.

Kisi-kisi Materi CAT Petugas Haji 2026

Sekadar informasi, proses seleksi PPIH 2026 berlangsung dalam dua tahap, yakni seleksi di tingkat kabupaten/kota dan dilanjutkan seleksi di tingkat provinsi. Berikut adalah rincian jadwal seleksi PPIH 2026:

Tahap I Seleksi Kabupaten/Kota

  • 20 November 2025: Pengumuman pembukaan seleksi
  • 22–28 November 2025: Masa pendaftaran peserta
  • 28 November 2025: Penutupan unggah dokumen
  • 2 Desember 2025: Batas akhir verifikasi dokumen oleh Siskohat kabupaten/kota
  • 4 Desember 2025: Pelaksanaan CAT Tahap 1
  • 5 Desember 2025: Pengumuman hasil seleksi tahap 1

Tahap II Seleksi Provinsi

  • 8 Desember 2025: Batas verifikasi dokumen di tingkat Kanwil
  • 11 Desember 2025: Tes CAT dan wawancara tahap 2
  • 12 Desember 2025: Pengumuman akhir hasil seleksi
Setelah dinyatakan lolos dalam tahap verifikasi dokumen, calon Petugas Haji 2026 akan melaksanakan tes CAT. Dalam tes tersebut, soal yang diberikan akan berkisar antara peraturan haji, pengetahuan mengenai fiqih dan hukum Islam, serta wawasan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Berikut ini adalah kisi-kisi materi untuk tes CAT Petugas Haji 2026:

  • UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan lbadah Haji.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
  • Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Haji Reguler.
  • Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus.
  • Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 442 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia.
  • Ketentuan Pendaftaran Haji.
  • Bimbingan Haji.
  • Dokumen Haji.
  • Akomodasi di Arab Saudi.
  • Istita'ah.
  • Rukun Haji.
  • Wajib Haji.
  • Sunah Haji.
  • Wawasan Penyelenggaraan Haji di Arab Saudi.

Contoh Soal CAT Petugas Haji 2026

Berikut adalah contoh 10 soal CAT Petugas Haji 2026 yang bisa dipelajari lengkap dengan kunci jawaban:

1. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah memiliki tugas strategis dalam koordinasi lintas lembaga untuk menjamin keberlangsungan seluruh tahapan ibadah. Salah satu peran utamanya adalah memastikan implementasi kebijakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 agar seluruh proses berjalan terintegrasi. Dalam konteks ini, apa fungsi utama dari Undang-Undang tersebut bagi penyelenggaraan ibadah haji?

A. Menetapkan tarif dan biaya haji setiap tahun secara detail

B. Memberikan dasar hukum dalam pengelolaan dan pengawasan ibadah haji dan umrah

C. Mengatur sistem keberangkatan jamaah secara teknis dan logistik

D. Menentukan kuota jamaah haji Indonesia berdasarkan kesepakatan bilateral

E. Mengarahkan seluruh lembaga agar berfokus pada pelayanan visa dan transportasi

Jawaban : B

2. Sistem SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) menjadi elemen vital dalam pengelolaan data jamaah haji. Dalam praktik operasionalnya, petugas harus memahami fungsi koordinatif sistem ini agar data dari Kemenag pusat hingga embarkasi dapat terintegrasi dengan baik. Fungsi utama SISKOHAT adalah untuk:

A. Menyediakan jaringan komunikasi antarpetugas di Arab Saudi

B. Menyimpan data visa jamaah yang diterbitkan oleh Kedutaan Arab Saudi

C. Mengintegrasikan seluruh data jamaah dan tahapan proses haji dari pendaftaran hingga pemulangan

D. Mengatur pembagian konsumsi dan akomodasi di Makkah dan Madinah

E. Memonitor kesehatan jamaah haji melalui laporan real-time

Jawaban : C

3. Dalam memberikan bimbingan ibadah di lapangan, petugas harus menyesuaikan pendekatan sesuai kondisi jamaah. Jika terdapat jamaah lansia yang tidak mampu berdiri lama saat thawaf, apa tindakan paling tepat menurut prinsip pelayanan ibadah?

A. Menyarankan jamaah mengganti thawaf dengan doa saja

B. Meminta jamaah menunggu hingga kondisi fisik membaik

C. Membantu jamaah melaksanakan thawaf menggunakan kursi roda dengan niat dan syarat yang sama

D. Mengalihkan jamaah untuk melaksanakan thawaf bersama rombongan lain

E. Meminta keluarga jamaah untuk menggantikan thawaf tersebut

Jawaban : C

4. Manajemen kesehatan jamaah haji merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan risiko medis selama ibadah. Salah satu tugas utama petugas non-medis dalam aspek kesehatan jamaah adalah:

A. Melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah harian

B. Memberikan resep obat bagi jamaah yang mengeluh sakit ringan

C. Melakukan koordinasi cepat dengan TKHI bila menemukan indikasi kelelahan berat atau dehidrasi

D. Melakukan diagnosa awal tanpa perlu melibatkan tenaga medis

E. Mengatur jadwal konsultasi dokter pribadi jamaah

Jawaban : C

5. Ketika jamaah haji berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Masyair), tantangan utama yang dihadapi petugas adalah manajemen pergerakan jamaah yang sangat padat dalam waktu singkat. Dalam konteks ini, perencanaan transportasi jamaah dilakukan berdasarkan prinsip:

A. Pengelompokan acak jamaah per tenda untuk mempercepat pergerakan

B. Pengaturan mobilisasi jamaah berdasarkan kloter dan wilayah asal embarkasi

C. Pemindahan jamaah berdasarkan usia dan kondisi kesehatan

D. Rotasi kendaraan tanpa jadwal untuk fleksibilitas di lapangan

E. Pengawasan manual tanpa dukungan sistem informasi

Jawaban : B

6. Dalam konteks etika dan integritas ASN, seorang petugas haji menemukan uang jamaah tertinggal di ruang makan hotel. Berdasarkan prinsip ASN, tindakan yang paling tepat dilakukan adalah:

A. Menyimpannya hingga jamaah melapor

B. Menyerahkan uang tersebut ke pimpinan sektor atau panitia resmi dengan berita acara

C. Mengembalikannya langsung ke jamaah lain dalam rombongan yang dikenalnya

D. Menyimpan sementara untuk digunakan bila ada kebutuhan mendesak

E. Mengabaikan karena nilainya kecil

Jawaban : B

7. Dalam pelayanan haji, komunikasi lintas budaya menjadi penting ketika petugas berinteraksi dengan masyarakat atau petugas Arab Saudi. Salah satu sikap utama yang harus dijaga petugas adalah:

A. Menggunakan bahasa Indonesia dengan intonasi tinggi agar mudah dipahami

B. Berbicara langsung tanpa memperhatikan norma sosial setempat

C. Menggunakan sapaan sopan dan menghargai hierarki dalam budaya Arab

D. Mengutamakan gestur fisik untuk memperjelas maksud

E. Mengabaikan etika komunikasi karena perbedaan bahasa

Jawaban : C

8. Saat terjadi perbedaan pendapat antara dua jamaah di tenda Mina yang berpotensi menjadi konflik, petugas diharapkan mampu menenangkan suasana dengan prinsip komunikasi interpersonal efektif. Langkah pertama yang paling tepat dilakukan petugas adalah:

A. Menyampaikan nasihat keagamaan secara keras agar jamaah sadar

B. Menengahi dengan mendengarkan kedua pihak terlebih dahulu tanpa menghakimi

C. Melaporkan langsung ke pimpinan sektor tanpa intervensi awal

D. Memisahkan keduanya dengan melibatkan petugas keamanan Arab Saudi

E. Membiarkan keduanya berdamai sendiri tanpa campur tangan

Jawaban : B

9. Digitalisasi haji kini menjadi kunci efisiensi pelayanan jamaah. Salah satu manfaat penggunaan aplikasi pelaporan digital bagi petugas di lapangan adalah:

A. Mengurangi kebutuhan koordinasi dengan pimpinan sektor

B. Mempercepat pelaporan situasi jamaah secara real-time untuk pengambilan keputusan

C. Menggantikan fungsi komunikasi manual sepenuhnya

D. Menyederhanakan birokrasi tanpa pengawasan atasan

E. Menghindari tanggung jawab administratif petugas

Jawaban : B

10. Dalam studi kasus, seorang jamaah kehilangan paspornya di Madinah. Sebagai petugas, langkah pertama yang harus diambil adalah:

A. Segera mengurus penggantian paspor ke Kedutaan tanpa laporan resmi

B. Melaporkan kehilangan kepada pimpinan sektor dan membuat berita acara resmi

C. Meminta jamaah mencari paspor tersebut secara mandiri

D. Menghubungi pihak hotel untuk mengeluarkan dokumen pengganti

E. Menunggu hingga kepulangan untuk penyelesaian administratif

Jawaban : B

Pembaca yang ingin mengakses artikel mengenai petugas haji bisa membuka tautan yang ada di bawah ini:

Link Artikel tentang Petugas Haji

Baca juga artikel terkait PETUGAS HAJI atau tulisan lainnya dari Wisnu Amri Hidayat

tirto.id - Edusains
Penulis: Wisnu Amri Hidayat
Editor: Iswara N Raditya